Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah

2009

Sistem parkir prabayar menggunakan RFID untuk pusat perbelanjaan

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : LEONARDO, ROYNALD

Sistem parkir konvensional menggunakan sistem pembayaran dengan uang tunai dan biayanya dihitung secara manual. Kurangnya efisiensi waktu transaksi, rawan akan kecurangan (petugas parkir) dan tindak kejahatan pencurian mobil menjadi kelemahan dari sistem ini. Timbul gagasan untuk membuat sistem parkir yang lebih baik, yakni sistem prabayar dengan teknologi RFID supaya diperoleh waktu transaksi yang cepat, efisien dan keamanan yang lebih baik. Dengan Borland Delphi 7 dan Microsoft Access 2000 telah dibangun suatu sistem parkir prabayar yang mempunyai faktor keamanan tinggin dan efisien serta cepat. Karena sistem dapat bekerja secara otomatis dan laporan keuangan yang jelas. Sistem ini menggunakan tag RFID sebagai kartu parkir dan webcam untuk mengambil gambar mobil dan pengemudinya (saat sensor RFID mendeteksi tag di pintu masuk). Informasi tersebut akan diambil dan dikirimkan ke komputer server. Bila informasi tersebut berbeda saat kendaraan akan keluar, maka kendaraan tidak diperbolehkan keluar tanpa suatu prosedur administrasi dan keamanan. Perhitungan biaya parkir dan pemotongan kredit pelanggan dilakukan oleh komputer di loket pintu keluar. Sistem parkir prabayar ini memiliki kelebihan yaitu faktor keamanan yang tinggi, efisien dan waktu transaksi yang cepat. Proses transaksi kendaraan masuk atau keluar rata-rata 10 detik. Sistem dapat bekerja secara otomatis dan pengelola dapat memeriksa laporan keuangan dengan mudah karena penerimaan uang terkomputerisasi. Syarat mobil diijinkan keluar adalah mobil tersebut sama dengan gambar yang ditampilkan. Untuk kondisi pengemudi beda, diminta menunjukan STNK kendaraan dan dilakukan pengambilan gambar pengemudi.

Keyword : prepaid parking system, RFID, webcam, secure, efficient

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1850/

Aplikasi RFID pada sistem parkir untuk office building menggunakan minimum system MCS-51

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : NOVIANTO, YUDIE

Perencanaan sistem parkir ini ditujukan untuk mengatasi sistem parkir konvensional yang kurang efektif. Pada sistem konvensional, petugas yang berjaga di pintu masuk tidak dapat mengetahui jumlah mobil yang telah masuk dan keluar, sehingga tidak mengetahui penuh apa tidaknya lahan parkir tersebut. Sistem parkir yang akan di-design ini adalah sistem parkir pasca bayar, di mana pembayaran dilakukan di pintu keluar ketika mobil hendak keluar (telah selesai parkir). Sistem parkir pasca bayar ini dibatasi hanya untuk satu pintu masuk dan satu pintu keluar, dengan asumsi kapasitas yang hanya dapat menampung 99 mobil (biasanya untuk lahan parkir office building). Selain dapat menghitung jumlah mobil, alat ini juga dapat mengkalkulasi biaya parkir sesuai dengan lamanya waktu parkir. Tentunya kalkulasi ini dilakukan secara otomatis oleh suatu piranti yang lebih dikenal dengan mikrokontroler. Dalam tugas akhir ini, karena waktu yang tidak memungkinkan dan proses pembelajaran yang cukup lama, bobot tugas akhir ini diringankan di mana memory hanya dapat menyimpan 3 data mobil. Tempat penyimpanannya adalah di internal RAM RTC.

Keyword : postpaid parking system, microcontroller, rfid, mcs-51

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3476/

Mesin presensi menggunakan RFID

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : , PAULUS

Belakangan ini, kegunaan teknologi telah diimplementasikan pada sistem presensi menggantikan sistem manual yang kurang efisien. Misalnya magnetic card dan barcode card. Akan tetapi, masih ditemukan beberapa kekurangan pada kedua teknologi tersebut. Misalnya, tidak tahannya barcode card pada goresan, tidak tahannya magnetic card pada medan magnet, dan mudahnya duplikasi pada barcode card. Sehingga mendorong dilakukannya penyempurnaan pada sistem presensi. Untuk mengatasi kelemahan-kelemahan yang terdapat pada sistem presensi yang ada, digunakan sistem RFID. Hal ini disebabkan karena kartu (disebut juga tag) pada sistem RFID mempunyai banyak kelebihan. Antara lain, tahan terhadap goresan, air, medan magnet, panas, dan tidak dapat diduplikasi. Selain itu pendeteksian tag oleh sensor RFID dapat dilakukan tanpa terjadi persinggungan walaupun terhalang oleh benda berbahan non-metal. Untuk menunjukkan kelebihan sistem RFID, sebuah prototype mesin presensi diimplementasikan. Kemudian dilakukan pengujian pada mesin presensi dan juga ketahanan dari tag. Didapatkan hasil bahwa mesin presensi menggunakan RFID ini dapat menyimpan sebanyak 1000 data pekerja (nomor ID, nomor tag, PIN, dan nama) dan 4000 data presensi. Sensor RFID dapat mendeteksi tag dengan jarak maksimum sekitar 7,5 cm dari arah atas sensor. Kelemahan-kelemahan yang ditemukan pada sistem presensi yang telah ada dapat teratasi. Akan tetapi, pada aplikasi sesungguhnya dibutuhkan mesin presensi lebih dari satu untuk menangani jumlah pekerja yang besar. Pada akhirnya dapat ditarik kesimpulan bahwa mesin presensi menggunakan RFID dapat digunakan sebagai alternatif sistem presensi yang ada, baik yang secara manual maupun yang menggunakan teknologi.

Keyword : electric controller, identification, tag, reader, rfid

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3838/

Implementasi RFID pada sistem keamanan kendaraan bermotor

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SETIAWAN, ERWIN

Di masa sekarang ini, tingkat kriminalitas telah mencapai pada tingkat yang mengkhawatirkan. Dorongan untuk melakukan tindak kriminal semakin diperkuat dengan kondisi perekonomian negara yang kacau akibat diterpa badai krisis ekonomi. Dengan tingginya angka kriminalitas, tindak pencurian terhadap kendaraan bermotor juga turut meningkat. Kondisi tersebut mendorong terciptanya suatu sistem alarm yang baru pada kendaraan bermotor, yaitu sistem alarm berbasiskan RFID. Mengingat sistem alarm (yang sudah ada) masih belum mampu mengatasi hal tersebut. Dalam sistem RFID terdapat 2 elemen penting, yaitu tag sebagai kartu ID dan sensor RFID untuk mendeteksi tag. Dengan adanya sistem alarm berbasiskan RFID ini proses pen- starter-an mobil tidak dimungkinkan tanpa adanya tag yang telah terdaftar dalam sistem. Unit alarm ini juga dilengkapi dengan fasilitas untuk meng-input-kan ID dan menghapus ID. Oleh sebab itu penggunaan mobil dapat dikontrol, sehingga mobil hanya dapat digunakan oleh pihak-pihak yang berhak. Dari hasil pengujian terhadap alarm ini, didapatkan hasil bahwa sistem telah berfungsi sehingga mampu meningkatkan kualitas dari sistem alarm yang telah ada. Keterbatasan dari sistem ini adalah jarak antara sensor dan tag kurang lebih sekitar 10 cm. Sistem alarm ini juga cukup fleksibel karena dapat beroperasi bersama-sama dengan sistem alarm (yang telah ada di mobil) tanpa adanya gangguan satu sama lain.

Keyword : rfid, tag, alarm, anti theft, radio control, remote control

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3846/

Antena RFID external

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : WIJAYA, BUDIONO

Saat ini, teknologi RFID sudah banyak dikenal masyarakat di dunia. Banyak aplikasi yang sudah menggunakan teknologi RFID ini. Di wilayah Asia (khususnya di Indonesia), frekuensi rendah (LF) paling banyak digunakan dalam teknologi RFID ini. Dengan memanfaatkan frekuensi rendah, jarak pembacaan dari reader RFID tidak dapat jauh. Untuk memperpanjang jarak baca, maka diperlukan sebuah antena tambahan pada reader (antena external) Antena external ini dihubungkan dengan port yang terdapat pada reader, sebagian besar reader selalu menyediakan port untuk antena external ini. Antena external ini dibuat dengan menggunakan sebuah kawat tembaga yang dibentuk menjadi sebuah kumparan berintikan udara. Banyak faktor yang perlu diperhatikan dalam pembuatan antenna reader (agar dapat memperoleh hasil yang maksimal), yaitu pemilihan kawat tembaga, bentuk antenna, pengaruh logam di sekitar kumparan. Pengujian dilakukan menggunakan ID-10 RFID reader. Tanpa adanya tambahan external antenna, diperoleh jarak baca terjauh 4cm. Dengan antenna berbentuk persegi panjang ukuran 30,3×25,3cm diperoleh jarak baca sekitar 27cm (tanpa adanya perubahan data RFID). Dari pengujian terbaik diperoleh nilai induktansi antenna antara 1,5-1,7mH dengan faktor Q lebih dari 3, yang dibentuk dengan melilitkan kawat tembaga berdiameter 0,5mm sebanyak 41 lilitan.

Keyword : antenna reader, external, rfid, frequency

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4418/

Create a free website or blog at WordPress.com.