Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah

2009

Perilaku mixed-clay sebagai core material untuk earth dams

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : WIBOWO, PAUL

Sejak dulu, tanah liat plastis murni telah sering digunakan sebagai material inti bendung dari kebanyakan bendungan urugan di seluruh dunia. Akan tetapi, perbedaan kekakuan antara material inti yang halus dan material luar inti yang berbutir kasar, telah menimbulkan berbagai macam kesulitan dalam pembangunan dan pendesainan. Penambahan sejumlah material berbutir kasar kedalam tanah liat plastis murni akan meningkatkan kekakuan dari tanah liat dan menurunkan perbedaan perilaku antara kedua zona bendungan urugan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari kekuatan campuran antara tanah liat lokal plastis dengan suatu persentase pasir atau sirtu sebagai material inti bendung, serta mengetahui kelayakan suatu campuran tanah liat plastis dengan pasir atau sirtu, untuk dipakai sebagai material inti bendung. Campuran yang diteliti adalah 50/50, 60/40, 70/30, dimana rasionya adalah tanah liat/pasir atau sirtu, dalam perbandingan berat kering. Campuran ini memberikan koefisien gesek yang cukup tinggi terhadap material bendung, kekuatan campuran tinggi sehingga stabilitas bendung terjamin. Koefisien permeabilitasnya cukup rendah sehingga dapat dianggap sebagai material kedap.

Keyword : core material, embankment dams, clay, sand

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1526/

Stabilisasi tanah pasir dengan abu ampas tebu, limbah karbit dan porland cement

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SUSANTO;, YOHAN

Bagasse ash and Carbide waste are the residues of industrial processed which are not used. Previous research shows that the mix of bagasse ash and carbide waste with ratio of 1:3 will increase the ability and strength of sand. This research presents the effect of addition of portland cement (PC) to the strength and durability of sands, bagasse ash and carbide waste mixture. The effect of curing method to the durability and strength of samples were also observed. The result shows that the strength of the sample increases with the addition of PC. Besides, by the addition of PC to the mixture also increases the durability of sample to weathering.

Keyword : bagasse ash, carbide waste, portland cement, stabilization, sand

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2842/

Studi kekuatan campuran pasir dengan limbah karbit dan fly ash

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : BASUKI;, LUKAS

Stabilisasi tanah adalah suatu usaha untuk meningkatkan kemampuan tanah agar stabil sebagai pendukung konstruksi diatasnya. Stabilisasi tanah pada dasarnya memperbaiki sifat-sifat tanah dan memperkuat daya dukung tanah yang ada dengan cara mencampur tanah dengan material lain seperti kapur, semen fly ash, dll. Limbah karbit merupakan pembuangan sisa-sisa produksi pembuatan gas tabung yang mempunyai kandungan CaO sebnyak ? 60 %. Sedangkan Fly ash adalah material yang sangat halus, serta mempunyai gradasi yang seragam yang berasal dari sisa pembakaran batu bara. Fly ash termasuk material yang disebut dengan pozzoianic material karena Fly ash mengandung bahan-bahan pozzolan. Penelitian ini mempelajari pengaruh campuran limbah karbit dan fly ash terhadap kekuatan dan kestabilan tanah pasir. Hasil penelitian yang dilakukan, menunjukkan terjadinya peningkatan kokoh tekan tanah pada usia perawatan 28 hari. Kombinasi optimum terjadi pada penambahan campuran limbah karbit dan fly ash 20 % dari berat total pasir dan campuran.

Keyword : carbide waste, fly ash, sand

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3674/

Penggunaan fly ash untuk pembuatan paving block

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : KRISTANTO;, ANTON

Dalam penelitian ini kami mencoba mempelajari pengaruh pemakaian fly ash dalam membuat paving block karena belum ada penelitian tentang hal ini. Kami mengambil contoh fly ash yang berasal dari Tjiwi Kimia sebagai contoh material yang digunakan untuk pembuatan paving block. Dalam penelitian ini formula dasar kami peroleh dari literature dan perusahaan paving. Komposisi awal dari penelitian ini menggunakan perbandingan sebagai berikut: Semen : pasir : kerikil = 1 : 2,11 : 2,63. Formula dasar ini kami kembangkan dengan menambahkan beberapa variasi komposisi fly ash sebagai pengganti pasir untuk memperoleh hasil yang maksimal dari penggunaan fly ash. Pengembangan penelitian selanjutnya dilakukan variasi komposisi paving dengan perbandingan semen : pasir : kerikil : fly ash = 1 : 1,3 : 2,6 : 0,8 dan kami pelajari pengaruh masing-masing faktor terhadap kuat tekan dengan menggunakan metode Fraksional faktorial desain. Hasil penelitian yang diperoleh mengambarkan bahwa fly ash dapat digunakan sebagai pengganti komponen pasir, dengan hasil tes kuat tekan rata-rata yang lebih baik sebesar 11,52 %. Komposisi fly ash yang paling efektif dalam menggantikan pasir adalah 40 %, dan peningkatan kekuatan yang dihasilkan sebesar 43,09 %. Faktor yang memiliki pengaruh terbesar bagi penyerapan air dan kuat tekan pada semua sampel paving adalah interaksi antara faktor Semen-Pasir-Kerikil. Komposisi terbaik dalam penelitian kami terdapat pada formula 12, dengan perbandingan semen : pasir : kerikil : fly ash = 0,9 : 1,2 : 2,8 : 0,76; dengan kuat tekan yang dihasilkan sebesar 617,40 kg/cm 2 . Pada umur 28 hari, kuat tekan paving masa curing 28 hari lebih besar 14,30% dibandingkan masa curing 7 hari. Pada masa curing yang sama (28 hari), kuat tekan paving umur 60 hari meningkat sebesar 32,58 % dibandingkan kuat tekan paving umur 28 hari.

Keyword : fly ash, paving block, cement, sand, aggregates

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4572/

Konduktivitas tanah pasir kelempungan yang memiliki variasi derajat kejenuhan yang berbeda

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : HIENDARTO;, BENNY

Beberapa masalah dalam bidang rekayasa geoteknik banyak diakibatkan oleh perubahan volume dan kadar air akibat tegangan air pori negatif, yang mana masalah ini seringkali menjadi penyebar utama kerusakan pondasi rumah, pondasi jalan, keruntuhan lereng serta struktur tanah yang lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara daya serap airdengan tegangan air pori negatif akibat proses naik turunnya air tanah. Untuk mengetahui dan memperoleh hasil yang diharapkan, diperlukan suatu riset di laboratorium mekanika tanah, dalam hal ini ada 4 macam percobaan yang dilakukan pada penelitian ini yaitu : pengujian kepadatan relatif (Casagrande), pengujian pemadatan (Reduced Proctor), pengukuran tegangan air pori negatif (Suction) menggunakan kertas filter dan pengujian daya serap air (Permeability). Hasil percobaan menunjukkan bahwa daya serap air maksimum terjadi pada kadar air dibawah kondisi tanah inisial.

Keyword : casagrande, reduced proctor, suction, permeability, soil, sand

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4594/

Create a free website or blog at WordPress.com.