Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah

2009

Alat pengukur kelembaban berbasis AVR menggunakan sensor RHK1AN

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : LIMANTORO, DJOKO

Pengontrolan kelembaban udara sangat penting dalam penyimpanan bahan baku industri tertentu, karena kadar air yang berlebihan akan mempengaruhi kualitas bahan tersebut. Alat ukur kelembaban (higrometer analog) yang ada mempunyai banyak kelemahan, selain tidak dapat digabungkan dengan alat kontrol lain, juga mempunyai respon yang lambat. Tujuan dari tugas akhir ini adalah membuat alat pengukur kelembaban elektronik yang cukup presisi, namun ditinjau dari segi ekonomisnya lebih terjangkau. Disamping itu dapat digabungkan dengan alat kontrol lainnya untuk membantu kelancaran proses produksi. Sensor RHK1AN yang digunakan mempunyai output berupa resistansi, dimana sensor ini membutuhkan tegangan AC 1 Volt dan frekuensi 1 kHz. Oleh karena itu diperlukan rangkaian pengkondisi sinyal untuk menganalisa sensor. Konsep perancangan alat ini mengacu pada Mikrokontroler ATmega8535 yang di dalamnya terdapat ADC. Selain itu rancangan ini meliputi sensor suhu LM35 dan LCD sebagai tampilannya. Alat ukur kelembaban elektronik mampu mengukur kelembaban dari 20% RH sampai 80% RH untuk suhu 28 derajat C dengan ketelitian 1 %RH. Alat ini juga dapat mengukur suhu antara 0 derajat C sampai 100 derajat C dengan ketelitian 1 derajat C. Alat ukur yang dibuat mampu mendeteksi perubahan kelembaban lebih cepat dibanding dengan higrometer analog.

Keyword : humidity, sensor, resistance

Sumber : http://repository.petra.ac.id/879/

Perencanaan dan pembuatan aplikasi animasi tangan virtual tiga dimensi dengan menggunakan alat 5DT data glove 5 ultra

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : EDDY, WIRADINATA

Semakin berkembangnya teknologi perangkat lunak dan teknologi informasi di era globalisasi ini, komputer bisa memenuhi kebutuhan manusia untuk belajar, bermain, bekerja dan berpikir. Perkembangan teknologi yang terakhir sudah mencapai tahap virtual reality (VR) yang bisa menjadi sebuah simulasi sebuah kegiatan di dunia virtual. Namun perkembangan VR di negara Indonesia sangat jauh tertinggal dari negara lain seperti Amerika Serikat dan Jepang yang sudah memproduksi alat simulasi VR. Untuk memajukan perkembangan VR di Indonesia, diperlukan aplikasi VR yang bisa dijadikan pelopor VR di Indonesia. Tujuan Tugas Akhir ini adalah untuk membuat aplikasi yang dapat menerima animasi gerakan tangan dengan menggunakan 5DT Data Glove 5 Ultra dan mengeluarkan output animasi yang dapat digunakan untuk desain dan permainan tiga dimensi. Pada aplikasi yang dibuat akan memakai bahasa pemrograman Microsoft Visual C++ 6.0 dan alat 5DT Data Glove 5 Ultra untuk menampilkan animasi tiga dimensi pada layar dengan menggunakan OpenGL dan animasi tersebut akan ditampilkan dalam empat sudut pandang. Dalam data glove tersebut terdapat lima sensor yang mengirimkan sinyal ke komputer dan diterima oleh aplikasi yang dibuat. Dari lima sensor tersebut akan mengirimkan sinyal ke aplikasi untuk dipakai dalam penggambaran sudut semua jari sehingga bisa menghasilkan animasi gambar tangan tiga dimensi yang bisa digunakan di empat window OpenGL pada aplikasi utama dan window OpenGL permainan. Dengan menggunakan alat tersebut, aplikasi bisa menampilkan animasi gerakan tangan virtual yang sealami dan seakurat mungkin untuk gerakan tangan membuka dan menutup dan gaya tangan yang bermacam-macam. Namun dari semua gaya ada beberapa gaya yang berbeda secara fisik tetapi diinterpretasikan sama oleh aplikasi yang dikarenakan keterbatasan sensor pada data glove yang digunakan.

Keyword : data glove, animation, openGL, sensor, gesture, virtual reality

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2207/

Aplikasi digital temperature-humidity sensor pada mesin penetas telur

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SUGIARTO, OENTOENG

Temperatur dan kelembaban merupakan 2 faktor utama (selain sirkulasi udara dan pemutaran telur) yang menentukan keberhasilan penetasan telur. Berdasarkan referensi, temperatur optimal dalam mesin tetas yaitu 37,6 C dan kelembaban yang optimal yaitu 52%RH ? 55%RH. Namun kebanyakan mesin penetas telur konvensional yang berada di pasaran hanya memperhitungkan satu faktor saja yaitu temperatur. Dengan memperhatikan lebih banyak faktor seharusnya akan menghasilkan daya tetas telur yang lebih besar. Untuk alasan tersebut dibuat mesin tetas yang dilengkapi alat kontrol temperatur dan kelembaban yang akurat. Untuk mewujudkan sistem tersebut diperlukan pemilihan sensor dan microcontroller yang tepat karena 2 hal tersebut memberi dampak yang besar terhadap kualitas mesin ini. Sensor kelembaban and temperatur SHTxx memiliki banyak kelebihan yang membuatnya menjadi pilihan tepat untuk aplikasi ini. Pemilihan microcontroller yang menjadi otak dari kontroler ini jatuh pada Atmel ATmega8 yang memiliki performa dan fleksibilitas yang lebih tinggi dibandingkan keluarga MCS-51. Untuk pemanas inkubator digunakan 8 buah lampu 40 Watt dan pelembabnya menggunakan ultrasonic water mister. Ruangan inkubator juga dilengkapi dengan 2 buah fan untuk sirkulasi udara. Desain layout kontroler yang kompak dan ruang inkubator modern yang dilengkapi mekanisme pembalik telur secara manual memberi kemudahan dalam pengoperasian mesin penetas ini. Mesin tetas yang memiliki kapasitas maksimal 576 butir ini telah diuji coba untuk menetaskan telur ayam dan memiliki prosentase keberhasilan sebesar 78,88%, sedangkan mesin tetas konvensional yang digunakan sebagai pembanding memiliki prosentase keberhasilan sebesar 76,22%.

Keyword : egg hatching machine, humidity, temperature, sensor, microcontroller

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3367/

Mobile robot penjejak bau dengan menggunakan Taguchi Gas Sensor (TGS)

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : BUNTORO, ANTONIUS

Robot penjelajah merupakan mobile robot kecil yang mampu mengikuti jejak bau yang ditinggalkan oleh zat-zat tertentu. Perkembangan sensor yang semakin maju menghasilkan adanya suatu sensor yang memiliki kemampuan seperti indera penciuman pada manusia. Dalam tugas akhir ini akan dibuat sebuah robot berdasarkan ide untuk membantu manusia dalam menjelajahi medan-medan beradiasi tinggi guna mencari kebocoran gas. Perencanaan perilaku robot mengacu pada pergerakan semut (zig-zag). Konstruksi dari robot menggunakan microcontroller AT89C2051 sebagai pusat kontrol dan menggunakan roda sebagai sistem gerak yang dihasilkan oleh stepper motor. Adapun sensor gas yang digunakan adalah model Taguchi Gas Sensor (TGS) tipe 2620 yang merupakan produk dari Figaro Inc. Dari hasil pengujian didapatkan bahwa sensor ini memiliki respon terhadap keberadaan suatu zat yang relatif cepat yaitu sekitar 5 detik dan memiliki respon terhadap penurunan konsentrasi yang relatif lamban yaitu sekitar 1 menit. Penggunaan sensor ini untuk aplikasi mobile robot dirasa kurang efektif mengingat sensor memiliki respon yang lambat sedangkan mobile robot membutuhkan gerak yang cepat.

Keyword : odour, sensor, mobile robot, microcontroller

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3887/

Implementasi remote radio frekuensi (RF) pada sistem alarm kendaraan bermotor

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : APRIANTO, PUNGKAS

Tingkat kriminalitas curanmor di negara ini semakin tinggi saja. Khususnya angka kriminalitas untuk pencurian kendaraan bermotor roda dua. Hal ini disebabkan karena alarm security sepeda motor masih kurang aman terhadap kondisi sekarang ini. Oleh karena itu melihat dari beberapa fakta dan masih tingginya tingkat pencurian sepeda motor, perlu adanya perbaikan terhadap sistem alarm security sepeda motor yang telah ada saat ini. Sistem Alarm security sepeda motor ini dilengkapi dengan sistem password serta dapat melakukan cut ignition mode dari jarak jauh melalui modul remote RF. Selain itu sistem alarm security sepeda motor ini dilengkapi dengan battery-backup. Sistem ini menggunakan mikrokontroler AT89C2051 sebagai pengolah data dan controller dari alarm security system sepeda motor. Digunakan shock sensor pada bodi sepeda motor dan sensor posisi kunci kontak sepeda motor. Dari hasil pengujian, alarm security system sepeda motor ini mampu memonitoring kondisi sepeda motor dari jarak 43,3m (pada area yang tidak terdapat halangan) sedangkan pada area yang terdapat halangan dapat memonitoring kondisi sepeda motor pada jarak 33,5m. Sistem alarm sepeda motor dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan dan diharapkan dapat menekan angka kriminalitas khususnya angka pencurian sepeda motor.

Keyword : alarm system, remote rf, cut ignition, sensor

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4381/

Create a free website or blog at WordPress.com.