Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah

2009

Rancangan proses pengecoran cetakan pasir untuk produk kaki meja

Filed under: Uncategorized — Tags: , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : WICAKSONO, YANUAR

Pengecoran logam baik logam ferrous maupun non ferrous banyak berkembang di Indonesia. Salah satu home industry pengecoran di daerah Klaten, Jawa Tengah mempergunakan aluminium paduan untuk memproduksi sebuah produk berupa kaki meja. Tetapi tidak semua hasil pengecoran mendapatkan produk yang memuaskan sebab terdapat cacat berapa shrinkage pada kaki meja tersebut. Untuk mengatasi cacat shrinkage salah satunya dengan merancang sistem saluran yang sesuai. Dalam penelitian ini, variabel yang digunakan untuk mengeliminir cacat shrinkage adalah ukuran riser dan penempatan riser. Ukuran riser yang digunakan adalah diameter 7 cm dan 7,5 cm, dengan variasi penempatan jarak riser 5 cm, 6,5 cm dan 8 cm dari tepi kaki meja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran riser dengan diameter 7 cm dan 7,5 cm dan penempatan jarak 6,5 cm dari tepi kaki meja dapat mengeliminir cacat shrinkage.

Keyword : shrinkage, ferrous metal casting

Sumber : http://repository.petra.ac.id/674/

Pengaruh penggunaan fly ash pada beton ditinjau dari segi shrinkage

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : ARYANTO, DAVID

Fly-ash yang merupakan sisa-sisa pembakaran batu bara telah digunakan sebagai bahan campuran pada beton. Namun akhir-akhir ini, seringkali dijumpai kenyataan di lapangan yaitu timbulnya retak-retak pada beton yang komposisinya menggunakan fly-ash dimana mutu betonnya sudah memenuhi persyaratan mutu beton rencana. Penelitian ini meneliti bagaimana efek pemakaian fly-ash pada beton ditinjau dari segi shrinkage. Pengujiannya dilakukan pada dua mutu, yaitu mutu fc? 25 MPa dan mutu fc? 32 MPa, dengan masing ? masing mutu terdiri dari komposisi fly-ash 0%, 10%, 15%, 20%, 25%, 30%, 35%, 40%, 45%, dan 50% dari berat semen. Beton tanpa fly-ash (0%) digunakan sebagai acuan akan baik-buruknya hasil pengujian shrinkage dan strength pada masing – masing komposisi mutu. Pemakaian fly-ash pada beton mutu fc? 25 MPa dan fc? 32 MPa mempunyai shrinkage yang lebih besar dibandingkan pada beton normal tanpa menggunakan fly-ash. Pada beton mutu fc? 25 MPa dan fc? 32 MPa, pemakaian fly-ash mempunyai pengaruh memperlemah kekuatan awal beton, namun pada umur 28 hari keatas, kekuatan beton yang didapat dapat lebih tinggi dibandingkan dengan beton tanpa menggunakan fly-ash.

Keyword : fly ash, pozzolanic, cementitius, durability, shrinkage, strength

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1415/

Pembuatan keramik alumina dengan proces slip casting

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : EKO, DENNY

Penelitian ini mempelajari pengaruh variasi % berat alumina terhadap penyusutan, porositas, kekerasan, dan bulk density yang dihasilkan pada pembuatan keramik alumina. Metode pembuatan keramik alumina dilakukan dengan proses slip casting dengan variasi berat alumina dalam slip, yaitu 40%, 50%, dan 60% berat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bulk density maupun kekerasan yang dihasilkan sampel dengan 60% berat alumina paling tinggi yaitu 49,56% berat jenis teoritis dan 334,67 Kgf/mm? dibanding sampel dengan 50% berat alumina yaitu 46,72% berat jenis teoritis dan kekerasan 282,67 Kgf/mm?. Sampel dengan 40% berat alumina memiliki berat jenis teoritis paling rendah yaitu 40% berat jenis teoritis. Hal ini didukung oleh pangamatan struktur mikro dengan SEM yang menunjukkan porositas paling rendah pada 60% berat alumina. Hal yang sama diperoleh pada penyusutan yang juga menunjukkan paling rendah pada sampel dengan 60% berat alumina. Hasil diatas dikarenakan oleh sampel dengan 60% berat alumina memiliki kontak antar partikel paling banyak dibanding 50% dan 40% berat alumina sehingga proses difusi selama proses sinter terjadi paling efektif.

Keyword : sintering temperature, alumina, slip casting, shrinkage, porosity, hardness, bulk density

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3035/

Pengaruh penggunaan agregat kaca pada beton ditinjau dari segi kekuatan dan shrinkage

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SETIAWAN, BUDI

Glascrete merupakan suatu varian beton yang cukup baru dalam dunia konstruksi di Indonesia pada khususnya. Beton dengan agregat kaca merupakan suatu produk beton yang menggunakan agregat kaca sebagai pengganti agregat kasar maupun agregat halus. Penelitian ini meneliti bagaimana efek pemakaian agregat kaca pada beton ditinjau dari segi kekuatan dan shrinkage. Dalam penelitian ini digunakan 6 buah komposisi campuran beton. Pengujiannya dilakukan pada mutu fc? 20 MPa. Penambahan agregat kaca ini diberikan dengan dosis 0%, 10%, 20%, 30%, 50% dan 100%. Beton tanpa agregat kaca (0%) digunakan sebagai acuan akan baik-buruknya hasil pengujian shrinkage dan strength pada masing – masing komposisi. Sifat-sifat beton dengan agregat kaca didapatkan dengan pengujian shrinkage dan pengujian kuat tekan dari sample beton glascrete. Pengujian shrinkage dilakukan sampai umur beton 56 hari. Pengujian shrinkage pada penelitian ini berdasarkan ASTM. Sedangkan pengujian kuat tekan dilakukan pada saat umur beton 3, 7, 28 dan 56 hari. Dari hasil tes kuat tekan, beton glascrete dapat mencapai 20 MPa dan dengan biaya produksi yang kompetitif terhadap beton konvensional.

Keyword : glascrete, shrinkage, strength, alkali silica reaction, astm, conventional

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3494/

Pengaruh ukuran diameter cetakan terhadap kekasaran produk aluminium direct chill casting

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : IRAWAN, YOPPI

Proses Direct Chill Casting (DCC) pada umumnya digunakan untuk menghasilkan ingot. Profil permukaan ingot yang dihasilkan bergantung pada parameter-parameter pada proses DCC itu sendiri. Salah satu parameter yang berpengaruh adalah ukuran diameter cetakan. Disini digunakan parameter ukuran diameter cetakan untuk mengetahui sejauh mana pengaruhnya dalam menghasilkan produk cor dengan profil permukaan yang baik (lebih baik dari penelitian sebelumnya). Diameter cetakan yang digunakan disini mempunyai variasi ukuran 79 dan 80 mm. Sedangkan parameter-parameter lain yang juga berpengaruh pada produk cor di-setting secara konstan. Pengujian profil permukaan terhadap produk cor yang dihasilkan adalah pengujian kekasaran dengan menggunakan alat surface roughness dan perhitungan penyusutan dengan cara membandingkan diameter cetakan dengan diameter akhir produk cor. Dari hasil pengujian kekasaran permukaan menunjukkan bahwa cetakan diameter 80 mm mampu menghasilkan produk cor dengan kekasaran permukaan rata-rata 3,78 mm lebih kecil dibandingkan produk cor yang dihasilkan pada cetakan 79 mm. Sementara pada pengukuran penyusutan, hasil pengukuran penyusutan tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan antara cetakan 79 mm dan 80 mm.

Keyword : direct chill casting, diameter, roughness, shrinkage

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3640/

Penelitian awal mortar yang menggunakan admixture berupa superplasticizer, polypropylene fiber dan styrenne butadienne rubber

Author : CHANDRA;, ADITYA

Penelitian awal mortar yang menggunakan admixture berupa superplasticizer, polypropylene fiber dan styrenne butadienne rubber dilakukan untuk meningkatkan ketahanan mortar terhadap retak pada bangunan yang menggunakan dinding batu bata dan plesteran. Penelitian tentang properties mortar yang baik di Indonesia masih terbatas, padahal banyak terjadi masalah keretakan pada bangunan yang menggunakan batu bata dan plesteran. Penelitian ini menggunakan Fractional Factorial Design dari Taguchi?s Array Orthogonal Method. Untuk menunjang penelitian di laboratorium dibuat Initial Surface Absorption Test Apparatus, kemudian dilakukan beberapa tes pada umur 28 hari untuk mengetahui properties dari mortar seperti compressive strength, tensile strength, linear shrinkage, water absorption dan initial surface absorption. Dari hasil analisa data yang dilakukan diketahui beberapa properties, seperti compressive strength, yang terkecil 5.78 MPa, sedangkan yang terbesar 17.19 Mpa, tensile strength yang terkecil 0.392 MPa, sedangkan yang terbesar 1.871 MPa, shrinkage yang terkecil 0.34 mm, sedangkan yang terbesar 0.83 mm, density yang terkecil 1.75 gr/cm? sedangkan yang terbesar 1.99 gr/cm?, water absorption yang terkecil 6.264 %, sedangkan yang terbesar 9.883 %, initial surface absorption-nya pada waktu 30 detik pertama, yang terkecil adalah 3.75ml/m?.s, sedangkan yang terbesar 17.25 ml/m?.s. Mix dengan komposisi paling baik adalah mix dengan komposisi semen : pasir = 1:5, superplasticizer 0.4%, pp fiber 0.025 %, latex 0.5%.

Keyword : crack, composition, mortar, compressive strength, tensile strength, initial surface absorption test, absorption, shrinkage, superplasticizer, polypropylene fiber, styrenne butadienne rubber

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4568/

Durabilitas beton fly ash yang diaktivasi dengan larutan alkali

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SETYAWAN;, RUDY

Penggunaan fly ash sebagai pengganti sebagian semen disertai dengan larutan alkali pada campuran beton merupakan suatu hal yang baru. Fly ash memiliki sifat pozzolanic yang dapat meningkatkan kekuatan beton pada usia lanjut, tetapi lambat dalam peningkatan kekuatan awalnya. Kelemahan dari penggunaan fly ash ini dicoba diatasi dengan penambahan alkali, yang dapat mempercepat dan menghasilkan ikatan polimer yang kuat antar partikel fly ash. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana keefektivitasan penggunaan fly ash dan larutan alkali terhadap durabilitas beton, yang difokuskan pada besarnya susut dan penetrasi ion klorida. Jenis fly ash yang dipakai pada penelitian ini adalah tipe C dan F, sedangkan alkali yang digunakan ialah sodium hidroksida (NaOH) dan sodium silikat (Na2SiO4). Dari hasil penelitian ini didapatkan penggunaan fly ash yang diaktivasi larutan alkali dapat mereduksi penetrasi ion klorida yang terjadi dengan lebih baik, bila dibandingkan dengan beton normal. Sedangkan untuk pengujian susut, penggunaan fly ash yang diaktivasi memberikan reduksi susut yang lebih kecil maupun lebih besar daripada beton normal, tergantung pada kadar alkalinya.

Keyword : fly ash, alkali activated, shrinkage, ion chloride penetration

Sumber : http://repository.petra.ac.id/5587/

Pengaruh degasser dan flux terhadap cacat penyusutan produk cor cetakan pasir

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : ARIANTO, DAVIT

Kualitas produk cor dipengaruhi oleh proses pengecoran yang digunakan. Penelitian ini akan mengkaji pengaruh penggunaan flux dan degasser terhadap cacat shrinkage pada produk cor dengan metode proses pengecoran cetakan pasir dengan variasi open riser dan blind riser. Produk cor hasil proses ini akan dibandingkan terhadap terjadinya cacat shrinkage untuk tiap percobaan yang dilakukan. Hasil penelitian menyatakan bahwa flux dan degasser berpengaruh banyak terhadap hasil pengecoran dengan menge liminir cacat shrinkage pada produk cor.

Keyword : sand casting, flux , degasser, open riser, blind riser, shrinkage

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4820/

Create a free website or blog at WordPress.com.