Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah

2009

Pengurangan waktu antrian dengan mengoptimalkan pelayanan di poliklinik Rumah Sakit Santo Vincentius A Paulo Surabaya

Filed under: Uncategorized — Tags: , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : PRANOWO, DANIEL

Santo Vincentius A Paulo Surabaya Hospital is a company in medical service sector. The main problem, which appears in the polyclinic department of the hospital, is the long queue line to wait for paying and getting the medicine. The queue exists at the counter of the cashier and the pharmacy, which affects the queueing time of each person becomes high. The purpose of the Final Paper is to design some alternatives to reduce the queueing time of a person in the system, at the cashier sector and the medicine (pharmacy) sector. The simulation helps a lot to simulate the situation in the hospital. The simulation is done by using the Promodel 3.0. By using the result of the simulation, then the model can be analyzed to know which sectors causes the main problem in the hospital. According to the analysis, the alternatives to fix the main problem are : to add some operators at the medicine sector (followed by adding extra room) or to build a computer network in the polyclinic. Then every alternative can be analyzed with time analysis and cost analysis. The conclusion is, the 3 added operators at the pharmacy sector with the computer network can be the best alternative to reduce the queueing time, while the second alternative, which costs cheaper, can reduce the queueing time is by adding 3 operators at the pharmacy sector.

Keyword : queue, simulation

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1992/

Simulasi pemilihan pahat untuk proses bubut silindris (turning)

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : WIJAYA, YULIANTO

Simulasi adalah kegiatan untuk melakukan suatu proses berdasarkan data masukan guna mendapatkan hasil keluaran. Pahat memegang peranan yang penting pada proses permesinan. Salah satu kegunaan dari mesin bubut adalah meratakan permukaan benda kerja silindris. Operasi permesinan pada mesin bubut dipengaruhi oleh berbagai parameter permesinan, seperti pemakanan, kedalaman pemotongan, kecepatan potong. Kesalahan pemilihan pahat yang digunakan diyakini akan memberikan dampak pada kekasaran permukaan benda kerja yang dihasilkan. Sistem pakar ini dirancang agar mampu melakukan proses simulasi, sehingga dari hasil simulasi ini akan didapatkan pilihan radius corner yang sesuai dengan kondisi operasi permesinan yang dilakukan, guna mendapatkan hasil sesuai yang diinginkan.

Keyword : simulation, machining parameters, surface roughness, major cutting edge, radius corner

Peningkatan produktifitas tenaga kerja di PT. Asian Profile Indosteel

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : YUWONO, FELIX

Penelitian tugas akhir ini dilakukan di P.T ASIAN PROFILE INDOSTEEL yang bergerak dalam bidang industri baja. Pembahasan yang dilakukan hanya pada tenaga kerja di lantai produksi saja yang berhubungan langsung dengan proses produksi. Permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan adalah bagaimana menentukan pengalokasian jumlah tenaga kerja yang lebih baik agar dapat meningkatkan produktifitas tenaga kerja. Metode yang digunakan dalam tugas akhir ini adalah pendekatan model simulasi dan perhitungan produktifitas parsial tenaga kerja. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan didapatkan bahwa terjadi pengoptimalan jumlah tenaga kerja di lantai produksi dari semula sebanyak 25 orang menjadi 15 orang. Dengan adanya pengoptimalan tersebut, maka utilitas tenaga kerjapun mengalami peningkatan dan produktifitas tenaga kerja meningkat sebesar 66.75%.

Keyword : work sampling, simulation, productivity, optimation, labor productivity, personnel management

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2708/

Optimasi lini produksi di P.T. Segoro Ecomulyo Textille melalui pendekatan simulasi

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SETYOWATI, YUKE

Segoro Ecomulyo Textille adalah suatu perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan benang. Permasalahan yang dijumpai di perusahaan ini adalah lini produksi yang kurang optimal yang menyebabkan hasil produksi tidak optimal. Dalam kenyataan, tidaklah mudah untuk melakukan langkah-langkah perbaikari yang bersifat trial and error dalam menyelesaikan masalah yang timbul, karena untuk melakukan perbaikan-perbaikan tersebut memerlukan biaya dan waktu yang tidak sedikit dengan resiko yang besar. Dalam hal seperti ini simulasi sangatlah membantu untuk menganalisa dan mendeteksi permasalahan-permasalahan yang timbul serta mencari jalan keluar dan permasalahan yang dihadapi. Oleh karena itu dalam pembuatan tugas akhir ini dibuat simulasi dengan menggunakan bantuan software Promodel 3.0 untuk menganalisa keadaan sistem yang ada mula-mula. Berdasarkan hasil analisa sistem mula-mula, maka dilakukan perbaikan-perbaikan yang bersifat usulan, baik berupa penambahan dan pengurangan operator maupun penambahan mesin. Di samping itu pula dilakukan analisa biaya terhadap perubahan-perubahan yang terjadi. Berdasarkan hasil analisa usulan diperoleh bahwa usulan 4, yaitu pengalihan operator Campur menjadi operator Carding mendatangkan profit yang lebih besar yaitu Rp. 23.760.000 jika dibandingkan dengan model awal yang hanya mendatangkan profit sebesar Rp. 19.800.000 begitu pula dengan produk yang dihasilkan oleh usulan 4 adalah 66 bal sedangkan model awal hanya menghasilkan 55 bal.

Keyword : optimation, line production, trial and error model, simulation, software promodel

Analisa produktivitas tenaga kerja cacat dan normal di PT. Sinar Mulia Harapan

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SULTANTO, HOKIYONO

Dalam tugas akhir ini dibahas mengenai peningkatan produktivitas tenaga kerja cacat dan normal di PT Sinar Mulia Harapan, sebuah perusahaan yang memproduksi barang-barang logam. Peningkatan produktivitas ini dilakukan dengan pengalokasian tenaga kerja pada tempat yang le bih sesuai. Pengukuran waktu proses dan allowance dilakukan untuk setiap proses, baik untuk tenaga kerja cacat maupun normal. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa waktu proses untuk tenaga kerja cacat lebih kecil dibandingkan waktu proses untuk tenaga kerja normal, sedangkan banyaknya allowance yang dibutuhakn sama. Model awal dibuat untuk mendapatkan informasi mengenai bottleneck dan output produksi. Selanjutnya, dibuat beberapa model usulan dengan menempatkan tenaga kerja normal di proses-proses yang memiliki waktu proses yang lebih kecil, sedangkan tenaga kerja cacat dialokasikan ke proses-proses dengan waktu proses yang lebih besar. Model usulan yang dipilih adalah model usulan yang menghasilkan profit terbesar dengan peningkatan produktivitas tenaga kerja sekitar 26%.

Keyword : industry, work measurement, productivity, simulation, bottleneck, handicapped

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2837/

Sistem pakar pemilihan pahat untuk mesin milling

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : BUDIONO, JONATHAN

Sistem pakar adalah sistem berbasis pengetahuan yang merupakan salah satu cabang dari ilmu komputer yang lebih dikenal sebagai kecerdasan buatan. Pahat memegang peranan yang penting pada proses permesinan. Salah satu kegunaan dari mesin milling adalah meratakan permukaan benda kerja. Operasi permesinan pada mesin milling dipengaruhi oleh berbagai parameter permesinan, seperti pemakanan per mata potong pahat, kedalaman pemotongan, kecepatan potong, laju penghasilan geram. Kesalahan pemilihan pahat yang digunakan diyakini akan memberikan dampak pada kekasaran permukaan benda kerja yang dihasilkan. Sistem pakar ini dirancang agar mampu melakukan proses simulasi, sehingga dari hasil simulasi ini akan didapatkan pilihan sudut potong utama pahat yang sesuai dengan kondisi operasi permesinan yang dilakukan.

Keyword : expert system, machining parameters, simulation, surface roughness, major cutting edge

Upaya meminimasi bottle-neck di lini produksi PT. Halimjaya Sakti dengan pendekatan simulasi

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : , YENNY

Dalam tugas akhir ini dibahas mengenai upaya untuk mengatasi penimbunan barang setengah jadi di lantai produksi. Masalah ini dikenal dengan nama bottle-neck. Penyebab bottle-neck adalah ketidakseimbangan kecepatan proses-proses produksi yang ada dan pengaturan unit sumber daya yang kurang tepat. Pada umumnya, jika masalah bottle-neck dapat diatasi, maka output produksi juga akan meningkat. Cara yang digunakan adalah pendekatan simulasi dan dibantu oleh software Pro Model. Pertama-tama, dilakukan pengumpulan data waktu dan jarak yang akan menjadi input pada software. Dari general report simulasi didapatkan informasi mengenai bagian-bagian proses yang mengalami bottle-neck. Bagian-bagian proses yang bermasalah akan dianalisa untuk menentukan jumlah operator dan mesin yang dibutuhkan, sehingga dapat tercapai kesetimbangan lintasan. Bagian lokasi lain yang juga perlu dianalisa adalah conveyor. Berdasarkan model awal, disusunlah suatu usulan yang kemudian dikembangkan menjadi tiga usulan lain. Model usulan yang dipilih akan menjadi acuan untuk menentukan jumlah unit kerja di lokasi proses produksi yang mengalami masalah bottle-neck. Dengan upaya kesetimbangan lintasan, maka diperoleh penurunan jumlah antrian sebesar 1.4% dan peningkatan output produksi mingguan sebesar 4.05%

Keyword : production planning, simulation, bottleneck

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2849/

Perbandingan kinerja sistem lift dengan sistem eskalator pada Gedung P Universitas Kristen Petra Surabaya

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : LANDE, MILKA

Standar tingkat pelayanan untuk transportasi vertikal adalah penting untuk menjaga kelancaran pergerakan dalam suatu gedung. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja sistem lif pada Gedung P Universitas Kristen Petra. Selanjutnya melakukan studi perbandingan untuk kondisi dimana gedung P hanya dilayani oleh sistem eskalator. Hasil penelitian untuk kondisi saat ini (Do-Nothing) adalah sebagai berikut, Grup I : Percentage Population (%POP) = 14,5%, Average Waiting Time (AWT) = 12,1 detik, Percent Car Load (PCL) = 55% dan Grup H: %POP = 16,1%, AWT = 8,9 detik, PCL = 49%. Hasil menunjukkan bahwa kinerja sistem lif masih memenuhi standar tingkat pelayanan. Pada kondisi kapasitas tertinggi, %POP untuk Grup I dan Grup II adalah 6,6% dan 7,2% sedangkan untuk kondisi Do-Nothing 2013 adalah 6,3% dan 6,6%, pada kondisi ini kinerja sistem lif tidak lagi memenuhi standar pelayanan. Hasil simulasi sistem eskalator menunjukkan bahwa persentase volume pergerakan terhadap kapasitas efektif 1 unit eskalator, 5.361 orang perjam, untuk kondisi saat ini, kapasitas tertinggi dan Do-Nothing 2013 adalah 27,53%, 54,41%, dan 64,06%. Hasil simulasi biaya keseluruhan dalam satu tahun menunjukkan bahwa biaya yang dikeluarkan untuk sistem eskalator lebih besar dibanding sistem lif.

Keyword : level of service, movement, simulation

Studi keseimbangan lintasan di PT Inti Duta Lestari Plasindo dengan simulasi

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : HENRY, MICHAEL

PT Inti Duta Lestari Plasindo berkeinginan memperbaiki keseimbangan lintasan proses perakitan keempat produk alat semprot utamanya, yaitu Asena tipe 3A, FS, HD, S7060 yang diharapkan mampu menciptakan keseimbangan lintasan yang lebih baik yang terlihat dari penurunan jumlah antrian, utilitas operator yang ideal, dan output yang dihasilkan menjadi lebih banyak. Perancangan model awal disesuaikan dengan kondisi lantai produksi yang diperoleh melalui pembelajaran aliran proses perakitan dan pengumpulan data yang kemudian dituangkan dalam program simulasi. Perancangan model awal ini digunakan untuk menguji kevaliditasan model yang nantinya akan dibuat landasan model usulan perbaikan keseimbangan lintasan. Perancangan model usulan perbaikan dilakukan dengan metode trial and error guna mendapatkan keseimbangan lintasan yang lebih baik. Hasil analisa dari usulan perbaikan yang telah dibuat mampu menurunkan 37.32% jumlah antrian, menurunkan utilitas operator sebesar 0.9% serta meningkatkan jumlah output sebesar 50.06%. Dengan demikian usulan perbaikan ini terbukti mampu menciptakan keseimbangan lintasan yang lebih baik dan output yang dihasilkan mengalami peningkatan bagi kepentingan perusahaan untuk nantinya diimplementasikan pada pertengahan tahun ini.

Keyword : line balancing, simulation, production management, production control

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2884/

Pengoptimalan lini produksi di PT.”X” melalui pendekatan simulasi

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : PRAWIRO, GUSTAV

Dalam suatu industri sering dijumpai suatu masalah-masalah yang kasat namun dapat memberikan suatu dampak yang besar bagi kelangsungan suatu perusahaan. Hal ini pulalah yang terjadi di P.T “X” yaitu suatu perusahaan yang berada di Sidoarjo yang bergerak dalam bidang pembuatan aksesoris sepatu. Sistem produksi yang tidak lancar di P.T “X” menyebabkan tejadinya bottleneck pada beberapa departemen. Suatu pennasalahan tentulah harus dicari jalan keluarnya. Namun, dalam suatu dunia industri nyata tidak dapat dilakukan suatu langkah perbaikan yang bersifat trial and error untuk menyelesaikan masalah tersebut. Simulasi merupakan suatu alat bantu yang sangat berguna untuk mendeteksi terjadinya permasalahan dalam dunia industri dan mencari jalan keluar suatu pennasalahan yang tejadi pada perusahaan-perusahaan industri. Oleh karena itu dalam tugas akhir ini digunakan simulasi dengan bantuan software Promodel 3.0 untuk menganalisa keadaan sistem awal. Berdasarkan hasil analisa simulasi awal dilakukan langkah-langkah perbaikan yang bersifat suatu usulan, yaitu melalui perubahan layout dengan menggunakan metode Craft dan metode Blocplan, penambahan tenaga kerja pada departemen packing dan departemen perakitan serta analisa biaya terhadap keuangan P.T “X” apabila dilakukan penambahan tenaga kerja. Hasil analisa simulasi usulan menunjukkan penambahan tenaga kerja di P.T “X” terutama di departemen perakitan dan packing dapat mengurangi terjadinya bottleneck di P.T “X’ sehingga dapat dihasilkan suatu produksi yang lancar. Perubahan jumlah tenaga kerja sebanyak 7 orang di departemen perakitan dan 12 orang di departemen packing menghasilkan keuntungan yang paling besar yaitu Rp 63. I 12.01 1,- setiap bulan. Perubahan layout dari Blocplan maupun Craft dapat mengurangi nilai momen perpindahan, namun output per bulan yang dihasilkan dari perubahan layout tersebut masih tidak dapat memenuhi rata-rata peramalan demand per bulan.

Keyword : production, planning, research, simulation, methods

Sumber : http://repository.petra.ac.id/828/

Older Posts »

Create a free website or blog at WordPress.com.