Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah

2009

Penggunaan single bulb dan double bulb sebagai pondasi dangkal pada tanah liat lunak

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : WICAKSANA;, CITRA

Bangunan yang didirikan di atas lapisan tanah liat lunak memiliki masalah daya dukung rendah dan penurunan yang besar. Pada umumnya, masalah ini diatasi dengan menggunakan pondasi dalam atau perbaikan tanah yang memerlukan banyak waktu dan biaya. Suatu alternatif yang diteliti pada penelitian ini adalah penggunaan preloaded bulb (single bulb dan double bulb) sebagai pondasi dangkal. Penelitian dilakukan di laboratorium dengan melakukan loading test pada model yang berada di atas tanah liat lunak. Rangka kayu dengan empat kolom diletakkan di atas empat preloaded bulb yang dibentuk dengan gaya tekan tertentu. Plat baja digunakan sebagai beban untuk loading test yang dilakukan hingga terjadi keruntuhan. Tanah liat yang digunakan sangat lunak hingga tidak dapat memikul berat sendiri rangka (14 kg). Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya dukung ultimate dari single bulb dan double bulb masing-masing adalah 225% dan 175% dari jumlah gaya tekan saat pembuatan bulb. Selain itu didapatkan pula bahwa pada beban kerja (50% dari gaya tekan pembentukan bulb), penurunan yang terjadi pada pondasi single bulb lebih besar dari penurunan yang terjadi pada pondasi double bulb.

Keyword : shallow foundations, single bulb, double bulb, ultimate capacity, settlement, soil, clay

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4605/

Permasalahan pelaksanaan galian basement di Surabaya

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : LINNI, SHERFI;

Perkembangan bangunan bertingkat akhir?akhir ini seringkali menggunakan basement yang umumnya digunakan sebagai tempat parkir, tempat penyimpanan (gudang) dan mall. Kedalaman galian yang digunakan didalam pembuatan basement ini tergantung dari perencanaannya dan umumnya berkisar antara 2?8 meter. Pada negara-negara maju kedalaman basement ini bahkan dapat mencapai lebih dari 10 m. Pada pelaksanaannya, permasalahan yang sering terjadi adalah: kelongsoran akibat kestabilan tanah yang tidak tercapai, keamanan dari kondisi dari bangunan-bangunan di sekitar rencana galian dan metode dewatering yang digunakan. Pada Penelitian ini dilakukan pengelompokan tipe tanah di Surabaya berdasarkan penelitian terdahulu. Dari data-data tanah yang telah dikelompokkan, dicari kedalaman maksimum yang dapat dicapai melalui program PLAXIS. Analisa ini terdiri dari : open cut, cantilever dan anchored. Hasil analisa tersebut dibandingkan dengan analisa perhitungan secara manual. Selain itu hasil penelitian ini dilengkapi dengan wawancara.

Keyword : basement, plaxis, excavation, retaining wall, soil

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4751/

Pengaruh pencampuran serat polypropilene terhadap kekuatan tanah liat

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : LUKITO;, ANDY

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh dari penambahan serat polypropylene terhadap kekuatan tanah liat dengan melihat pengaruh dari panjang serat, jumlah lapisan serat (layer), komposisi penambahan dan orientasi layer terhadap arah pengetesan. Hasil dari tes UCS menunjukkan bahwa sampel dengan penambahan fiber secara acak memberikan kekuatan yang terbesar. Penambahan fiber sebesar 3% memberikan pengaruh terhadap kekuatan tanah liat yang optimum. Pengaruh dari panjang fiber terhadap kekuatan tanah menunjukkan bahwa fiber dengan panjang 4,7 cm memberikan kekuatan yang lebih besar daripada fiber dengan panjang 1,4 cm. Berdasarkan orientasi layer terhadap arah pengetesan menunjukkan bahwa sampel dengan horisontal layer memiliki kekuatan yang lebih besar daripada sampel dengan vertikal layer. Dan juga menunjukkan bahwa sampel dengan dua layer fiber lebih kuat dibandingkan sampel dengan satu layer fiber. Hasil dari tes CBR menunjukkan bahwa sampel yang dibuat secara acak dengan penambahan 3% dan panjang fiber sebesar 1,4 cm memberikan nilai CBR yang terbesar. Penambahan persentase fiber dari 3% menjadi 5% tidak berpengaruh terhadap nilai CBR, bahkan mengurangi nilai CBR.

Keyword : soil, mechanics, polypropilene, clay

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4607/

Korelasi nilai CBR tanah kelempengan dengan kokoh geser undrained

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SOEGONDO, HENDRA

Perilaku material tanah urug dari tanah liat merupakan suatu permasalahan bagi para sarjana teknik sipil yang bekerja di bidang perencanaan jalan dan konstruksi. Sedikit saja peningkatan kadar air dari material tanah urug dapat menyebabkan kehilangan kekuatan geser yang besar. Ini membawa dampak yang serius pada pengaspalan jalan dimana kehilangan kekuatan ini mempengaruhi lapisan atas dari material subgrade. Berbagai percobaan proctor, CBR dan undrained shear strength dilakukan pada sampel-sampel tanah untuk mengetahui perilaku tanah urug dari tanah liat. Penelitian tentang penurunan kekuatan dari tanah urug seiring dengan peningkatan kadar air dilakukan. Angka korelasi antara nilai CBR dan kokoh geser undrained dicari.

Keyword : undrained shear, clay, soil, cbr

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4608/

Studi penelitian tentang pengaruh campuran fiber dan kapur bubuk hidup pada tanah lempung

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : GOSAL;, FREDRECK

Serangkaian percobaan Unconfined Compression Test dan California Bearing Ratio Test dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh campuran kapur bubuk hidup dan fiber polypropylene pada tanah lempung. Campuran lempung dan kapur dipersiapkan dengan kandungan kapur 7% dari berat tanah kering, karena dari percobaan yang telah dilakukan sebelumnya kandungan kapur 7% adalah campuran yang paling efektif. Benda uji dicuring selama 7, 14, dan 28 hari. Fiber yang digunakan adalah jenis polypropylene dengan panjang 3.7 cm, dengan kandungan 3% dan 5% dari berat tanah kering. Dari hasil percobaan dapat diketahui bahwa penambahan kapur meningkatkan nilai qu, dan nilai CBR. Sedangkan penambahan fiber juga akan meningkatkan nilai qu dan nilai CBRnya. Dari hasil percobaan ini didapatkan bahwa campuran yang paling efektif didapat pada campuran tanah lempung dengan 7% kapur, dan 3% fiber, dimana nilai qu nya meningkat sebesar 1927,96%. Sedangkan nilai CBRnya menigkat 5862.37% untuk kedalaman 0.1″, dan 5237.63% untuk 0.2″.

Keyword : soil, testing, california bearing ratio, unconfined compression, clay

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4620/

Pengaruh jumlah susunan preloaded bulp mortar terhadap daya dukung keseluruhan

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : DJENDOKO;, DWI

Preloaded-bulb dapat digunakan untuk meningkatkan daya sukung pada tanah liat lunak. Dengan sistem dongkrak (jacking), sebuah preloaded-bulb dapat dibentuk dengan gaya tekan maksimum sebesar kapasitas gaya dongkrak yang digunakan. Penggunaan beberapa preloaded-bulb yang disusun secara vertikal dapat memberikan daya dukung yang jauh lebih besar daripada kapasitas dongkrak yang digunakan. Penggunaan sistem ini diharapkan menghasilakan suatu pondasi dengan daya dukung keseluruhan yang merupakan akumulasi dari daya dukung masing-masing bulb secara individu. dalam penelitian ini dilakukan pembuatan beberapa model susunan preloaded-bulb mortar di lapangan. Model pondasi yang diteliti terdiri dari satu bulb tunggal serta susunan bulb yang meliputi dua, tiga, empat, dan lima susun. Masing-masing bulb dibantuk dengan gaya tekan 1 ton. Kemudian tes pembebanan sampai hancur dilaksanakan pada tiap-tiap model pondasi tersebut. Hasil tes pembebanan secara umum menunjukkan bahwa daya dukun pondasi yang terbentuk dari susunan bulb minimum sama dengan kumulasi gaya tekan yang digunakan untuk membuat masing-masing bulb. Ada kecenderungan bahwa makin sedikit jumlah susunan bulb dalam suatu pondasi makin besar kenaikan daya dukungnya.

Keyword : soil, mechanic, soil testing

Peningkatan daya dukung pondasi tiang dengan ujung bulb pada tanah liat lunak

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : INO, SUDARMAJI;

Untuk menghindari penurunan jangka panjang pada lapisan tanah liat lunak yang sangat dalam umumnya digunakan pondasi tiang yang sangat dalam yang tentunya sangat mahal. Untuk mengatasi masalah ini suatu jenis pondasi tiang dengan pembentukan bulb diujung bawahnya diteliti didalam suatu penelitian tugas akhir. Pembentukan bulb ini dibuat dengan proses tekanan sehingga daya dukungnya dapat diketahui langsung dan dimensinya dibuat setebal 3-5 diameter pondasi tiang seperti yang diperlukan. Dengan kata lain, lapisan pendukung dibawah ujung tiang dalam penelitian ini sengaja dibentuk dengan dimensi dan daya dukung yang diperlukan. Penelitian dilakukan di laboratorium dengan melakukan loading test pada model pondasi tiang yang berada di atas tanah liat lunak. Plat baja (timbel) digunakan sebagai beban untuk loading test yang dilakukan hingga terjadi keruntuhan dimana tanah liat yang digunakan sangat lunak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya dukung ultimate dari pondasi tiang dengan ujung bulb mencapai 300% dari gaya tekan yang digunakan saat pembuatan bulb. Selain itu didapatkan pula penurunan jangka panjang yang terjadi dapat dinetralisir oleh bulb yang dibuat dengan gaya tekan yang dikehendaki sehingga kecepatan penurunan yang terjadi mendekati atau sama dengan nol.

Keyword : pile foundations, bulb, ultimate capacity, settlement velocity, settlement, soil, clay

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4622/

Pengaruh bola beton dibawah ujung pondasi tiang yang dibentuk dengan metode tumbukan terhadap peningkatan daya dukung

Filed under: Uncategorized — Tags: , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SINANTAN;, WIMPHY

Tanah liat lunak memiliki daya dukung yang sangat kecil dan akan mengalami penurunan yang besar dalam waktu yang sangat lama akibat beban yang bekerja di atasnya. Pada suatu lapisan tanah liat lunak yang sangat dalam, penggunaan pondasi tiang memberikan suatu daya dukung yang sangat kecil sehingga menjadi sangat mahal. Daya dukung tanah yang kecil ini dapat ditingkatkan dengan pembentukan bola beton yang dibentuk dengan gaya tekan tertentu (Doddy and Andi, 1997). Bola beton yang dibentuk di bawah ujung tiang juga ternyata memberikan peningkatan daya dukung yang cukup tinggi (Albert and Andi, 1999 ; Cicilia and Samsuri, 2000 ; Surya and Chandra, 2.001). Untuk mempercepat proses pembentukan bola beton di bawah ujung tiang ini, metode tumbukan dipelajari penggunaannya dalam penelitian ini. Patokan yang digunakan untuk penghentian proses pembentukan bola beton adalah data jumlah pukulan hammer yang menyebabkan suatu penurunan tertentu (20 cm) sama seperti final set pada pelaksanaan pondasi tiang pancang. Pada penelitian ini dibuat sebanyak 2 x 10 pondasi tiang yang bola betonnya dibentuk dengan jumlah tumbukan yang bervariasi mulai dari 5 sampai dengan 14 kali. Test pembebanan kemudian dilakukan pada setiap pondasi sehingga besarnya beban ultimate diketahui sehingga didapetkan hubungan antara final set dengan daya dukung ultimate dari pondasi tiang tersebut.

Keyword : soil, piling

Sumber : http://repository.petra.ac.id/742/

Pengaruh waktu pembebanan dalam pengunaan metode pra-pembebanan untuk memperbaiki kondisi suatu tanah liat lunak

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : NYOTO;, GERY

Pra pembebanan (preloading) umumnya direncanakan untuk mempercepat proses penurunan pada suatu lapisan tanah liat lunak dan tidak ada penelitian yang menyelidiki pengaruh waktu pembebanan yang digunakan sebagai surcharge terhadap daya dukung tanah liat lunak. Penelitian dilakukan di laboratorium dengan melakukan pembebanan pada suatu model bangunan berupa papan kayu yang disanggah oleh 4 kolom di tiap sisinya yang diletakkan di atas suatu lapisan tanah liat lunak. Beban untuk pra pembebanan diberikan di atas papan dengan periode waktu tertentu. Model bangunan yang telah diberi pra pembebanan dengan suatu periode waktu ini kemudian dibebani terus sampai runtuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan periode waktu pra pembebanan yang berbeda – beda, akan mengakibatkan perubahan pada daya dukung tanahnya walaupun dengan beban yang tetap. Semakin lama periode waktu pra pembebanan, maka daya dukung tanah akan meningkat. Hubungan yang terjadi antara periode waktu pra pembebanan dengan daya dukung tanah cenderung linier. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa semakin besar periode waktu preloading, maka semakin kecil rate of settlement yang terjadi.

Keyword : preloading, time, ultimate strength, settlement, soil, clay

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4624/

Pengaruh pencampuran abu sekam padi dan kapur terhadap kestabilan tanah pada tanah ekspansif

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : TERISNA, AGUS

Stabilisasi adalah salah satu langkah untuk mengantisipasi sifat kembang susut pada tanah ekspansif. Beberapa usaha stabilisasi tanah expansif yang telah dilakukan antara lain adalah mencampur tanah asli dengan semen, kapur, Geosta, dan lain-lain, atau mengganti tanah expansif dengan tanah yang lebih stabil. Pada penelitian ini dicoba pemakaian abu sekam padi yang merupakan waste product dan kapur untuk menstabilisasi tanah expansif yang diambil dari kawasan Surabaya Barat. Dalam penelitian ini 60% sampai dengan 80% prosentase Kapur diganti dengan Abu Sekam Padi. Percobaan laboratorium yang dilakukan meliputi karakteristik tanah asli, perilaku swelling, dan strength tanah. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa campuran abu sekam padi dan kapur dapat menurunkan nilai Free Swell sehingga secara otomatis dapat menurunkan pula Swelling Pressurenya Hasil percobaan ini juga menunjukkan adanya peningkatan kekuatan tanah (strength) yang ditandai dengan peningkatan nilai UCS (Uncofined Compressive Strength). Dari hubungan antara nilai UCS dan lamanya perawatan (curing) tanah campuran didapat bahwa kekuatan tanah mencapai optimum setelah dilakukan curing 14 hari. Sedangkan swelling optimum dicapai setelah curing 7 hari. Berdasarkan hasil tersebut maka abu sekam padi sebagai waste product dapat digunakan untuk mereduksi penggunaan kapur sebagai stabilisasi tanah ekspansif, sehingga biaya untuk menstabilisasi tanah ekspansive akan lebih murah. Kata kunci : stabilisasi, tanah ekspansif, swelling, curing, optimum, strength.

Keyword : soil, stabilzation, mechanics, swelling, curing, optimum, strength

Sumber : http://repository.petra.ac.id/933/

Older Posts »

Create a free website or blog at WordPress.com.