Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah

2009

Studi penelitian tentang pengaruh campuran fiber dan kapur bubuk hidup pada tanah lempung

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : GOSAL;, FREDRECK

Serangkaian percobaan Unconfined Compression Test dan California Bearing Ratio Test dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh campuran kapur bubuk hidup dan fiber polypropylene pada tanah lempung. Campuran lempung dan kapur dipersiapkan dengan kandungan kapur 7% dari berat tanah kering, karena dari percobaan yang telah dilakukan sebelumnya kandungan kapur 7% adalah campuran yang paling efektif. Benda uji dicuring selama 7, 14, dan 28 hari. Fiber yang digunakan adalah jenis polypropylene dengan panjang 3.7 cm, dengan kandungan 3% dan 5% dari berat tanah kering. Dari hasil percobaan dapat diketahui bahwa penambahan kapur meningkatkan nilai qu, dan nilai CBR. Sedangkan penambahan fiber juga akan meningkatkan nilai qu dan nilai CBRnya. Dari hasil percobaan ini didapatkan bahwa campuran yang paling efektif didapat pada campuran tanah lempung dengan 7% kapur, dan 3% fiber, dimana nilai qu nya meningkat sebesar 1927,96%. Sedangkan nilai CBRnya menigkat 5862.37% untuk kedalaman 0.1″, dan 5237.63% untuk 0.2″.

Keyword : soil, testing, california bearing ratio, unconfined compression, clay

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4620/

Pengaruh jumlah susunan preloaded bulp mortar terhadap daya dukung keseluruhan

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : DJENDOKO;, DWI

Preloaded-bulb dapat digunakan untuk meningkatkan daya sukung pada tanah liat lunak. Dengan sistem dongkrak (jacking), sebuah preloaded-bulb dapat dibentuk dengan gaya tekan maksimum sebesar kapasitas gaya dongkrak yang digunakan. Penggunaan beberapa preloaded-bulb yang disusun secara vertikal dapat memberikan daya dukung yang jauh lebih besar daripada kapasitas dongkrak yang digunakan. Penggunaan sistem ini diharapkan menghasilakan suatu pondasi dengan daya dukung keseluruhan yang merupakan akumulasi dari daya dukung masing-masing bulb secara individu. dalam penelitian ini dilakukan pembuatan beberapa model susunan preloaded-bulb mortar di lapangan. Model pondasi yang diteliti terdiri dari satu bulb tunggal serta susunan bulb yang meliputi dua, tiga, empat, dan lima susun. Masing-masing bulb dibantuk dengan gaya tekan 1 ton. Kemudian tes pembebanan sampai hancur dilaksanakan pada tiap-tiap model pondasi tersebut. Hasil tes pembebanan secara umum menunjukkan bahwa daya dukun pondasi yang terbentuk dari susunan bulb minimum sama dengan kumulasi gaya tekan yang digunakan untuk membuat masing-masing bulb. Ada kecenderungan bahwa makin sedikit jumlah susunan bulb dalam suatu pondasi makin besar kenaikan daya dukungnya.

Keyword : soil, mechanic, soil testing

Peningkatan daya dukung pondasi tiang dengan ujung bulb pada tanah liat lunak

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : INO, SUDARMAJI;

Untuk menghindari penurunan jangka panjang pada lapisan tanah liat lunak yang sangat dalam umumnya digunakan pondasi tiang yang sangat dalam yang tentunya sangat mahal. Untuk mengatasi masalah ini suatu jenis pondasi tiang dengan pembentukan bulb diujung bawahnya diteliti didalam suatu penelitian tugas akhir. Pembentukan bulb ini dibuat dengan proses tekanan sehingga daya dukungnya dapat diketahui langsung dan dimensinya dibuat setebal 3-5 diameter pondasi tiang seperti yang diperlukan. Dengan kata lain, lapisan pendukung dibawah ujung tiang dalam penelitian ini sengaja dibentuk dengan dimensi dan daya dukung yang diperlukan. Penelitian dilakukan di laboratorium dengan melakukan loading test pada model pondasi tiang yang berada di atas tanah liat lunak. Plat baja (timbel) digunakan sebagai beban untuk loading test yang dilakukan hingga terjadi keruntuhan dimana tanah liat yang digunakan sangat lunak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya dukung ultimate dari pondasi tiang dengan ujung bulb mencapai 300% dari gaya tekan yang digunakan saat pembuatan bulb. Selain itu didapatkan pula penurunan jangka panjang yang terjadi dapat dinetralisir oleh bulb yang dibuat dengan gaya tekan yang dikehendaki sehingga kecepatan penurunan yang terjadi mendekati atau sama dengan nol.

Keyword : pile foundations, bulb, ultimate capacity, settlement velocity, settlement, soil, clay

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4622/

Pengaruh bola beton dibawah ujung pondasi tiang yang dibentuk dengan metode tumbukan terhadap peningkatan daya dukung

Filed under: Uncategorized — Tags: , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SINANTAN;, WIMPHY

Tanah liat lunak memiliki daya dukung yang sangat kecil dan akan mengalami penurunan yang besar dalam waktu yang sangat lama akibat beban yang bekerja di atasnya. Pada suatu lapisan tanah liat lunak yang sangat dalam, penggunaan pondasi tiang memberikan suatu daya dukung yang sangat kecil sehingga menjadi sangat mahal. Daya dukung tanah yang kecil ini dapat ditingkatkan dengan pembentukan bola beton yang dibentuk dengan gaya tekan tertentu (Doddy and Andi, 1997). Bola beton yang dibentuk di bawah ujung tiang juga ternyata memberikan peningkatan daya dukung yang cukup tinggi (Albert and Andi, 1999 ; Cicilia and Samsuri, 2000 ; Surya and Chandra, 2.001). Untuk mempercepat proses pembentukan bola beton di bawah ujung tiang ini, metode tumbukan dipelajari penggunaannya dalam penelitian ini. Patokan yang digunakan untuk penghentian proses pembentukan bola beton adalah data jumlah pukulan hammer yang menyebabkan suatu penurunan tertentu (20 cm) sama seperti final set pada pelaksanaan pondasi tiang pancang. Pada penelitian ini dibuat sebanyak 2 x 10 pondasi tiang yang bola betonnya dibentuk dengan jumlah tumbukan yang bervariasi mulai dari 5 sampai dengan 14 kali. Test pembebanan kemudian dilakukan pada setiap pondasi sehingga besarnya beban ultimate diketahui sehingga didapetkan hubungan antara final set dengan daya dukung ultimate dari pondasi tiang tersebut.

Keyword : soil, piling

Sumber : http://repository.petra.ac.id/742/

Pengaruh waktu pembebanan dalam pengunaan metode pra-pembebanan untuk memperbaiki kondisi suatu tanah liat lunak

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : NYOTO;, GERY

Pra pembebanan (preloading) umumnya direncanakan untuk mempercepat proses penurunan pada suatu lapisan tanah liat lunak dan tidak ada penelitian yang menyelidiki pengaruh waktu pembebanan yang digunakan sebagai surcharge terhadap daya dukung tanah liat lunak. Penelitian dilakukan di laboratorium dengan melakukan pembebanan pada suatu model bangunan berupa papan kayu yang disanggah oleh 4 kolom di tiap sisinya yang diletakkan di atas suatu lapisan tanah liat lunak. Beban untuk pra pembebanan diberikan di atas papan dengan periode waktu tertentu. Model bangunan yang telah diberi pra pembebanan dengan suatu periode waktu ini kemudian dibebani terus sampai runtuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan periode waktu pra pembebanan yang berbeda – beda, akan mengakibatkan perubahan pada daya dukung tanahnya walaupun dengan beban yang tetap. Semakin lama periode waktu pra pembebanan, maka daya dukung tanah akan meningkat. Hubungan yang terjadi antara periode waktu pra pembebanan dengan daya dukung tanah cenderung linier. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa semakin besar periode waktu preloading, maka semakin kecil rate of settlement yang terjadi.

Keyword : preloading, time, ultimate strength, settlement, soil, clay

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4624/

Pengaruh pencampuran abu sekam padi dan kapur terhadap kestabilan tanah pada tanah ekspansif

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : TERISNA, AGUS

Stabilisasi adalah salah satu langkah untuk mengantisipasi sifat kembang susut pada tanah ekspansif. Beberapa usaha stabilisasi tanah expansif yang telah dilakukan antara lain adalah mencampur tanah asli dengan semen, kapur, Geosta, dan lain-lain, atau mengganti tanah expansif dengan tanah yang lebih stabil. Pada penelitian ini dicoba pemakaian abu sekam padi yang merupakan waste product dan kapur untuk menstabilisasi tanah expansif yang diambil dari kawasan Surabaya Barat. Dalam penelitian ini 60% sampai dengan 80% prosentase Kapur diganti dengan Abu Sekam Padi. Percobaan laboratorium yang dilakukan meliputi karakteristik tanah asli, perilaku swelling, dan strength tanah. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa campuran abu sekam padi dan kapur dapat menurunkan nilai Free Swell sehingga secara otomatis dapat menurunkan pula Swelling Pressurenya Hasil percobaan ini juga menunjukkan adanya peningkatan kekuatan tanah (strength) yang ditandai dengan peningkatan nilai UCS (Uncofined Compressive Strength). Dari hubungan antara nilai UCS dan lamanya perawatan (curing) tanah campuran didapat bahwa kekuatan tanah mencapai optimum setelah dilakukan curing 14 hari. Sedangkan swelling optimum dicapai setelah curing 7 hari. Berdasarkan hasil tersebut maka abu sekam padi sebagai waste product dapat digunakan untuk mereduksi penggunaan kapur sebagai stabilisasi tanah ekspansif, sehingga biaya untuk menstabilisasi tanah ekspansive akan lebih murah. Kata kunci : stabilisasi, tanah ekspansif, swelling, curing, optimum, strength.

Keyword : soil, stabilzation, mechanics, swelling, curing, optimum, strength

Sumber : http://repository.petra.ac.id/933/

Variasi tegangan geser tanah saat mengalami drying-wetting pada tanah pasir kelempungan kondisi inisial Kadara Air Optimum (OMC)

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : PRAMANA;, TEDDY

Perubahan cuaca dari hujan ke panas maupun sebaliknya mengakibatkan tanah pasir kelempungan menjadi tidak stabil karena mengalami kekeringanyang menyebabkan retak-retak (shrinkage) atau basah sehingga mengakibatkan pengembangan (swelling) yang cukup besar. Apabila suatu gedung atau bangunan dibangun di atas tanah lempung yang tidak stabil tersebut, maka akan timbul masalah. Melalui percobaan pengeringan dan pembasahan dengan sampel disturbed di laboratorium, akan dapat dipelajari perilaku tegangan geser tanah dari berbagai macam kondisi tanah pasir kelempungan, dimana tanah tersebut pada penelitian ini adalah biasa dipakai untuk embankment. Dari percobaan yang telah dilakukan, disimpulkan bahwa dalam kondisi drying tanah mengalami peningkatan tegangan geser yang lebih besar dibandigkan tanah dalam keadaan wetting. Dimana semakin besar kadar air (Wc) yang dikandung oleh tanah, tegangan geser tanah tersebut semakin kecil. Hal ini dapat dilihat dari besarnya nilai sudut geser (?) dari sampel tanah yang dikeringkan lebih besar dibandingkan dengan nilai ?dari sampel tanah yang dibasahi.

Keyword : wetting, drying, clay sand, shear stress, angel of friction, soil

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4626/

Perhitungan pondasi mesin di kawasan Rungkut Surabaya

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : RIWONG;, RONALD

Pada saat ini tenaga kerja manusia banyak digantikan oleh tenaga mesin, dimaksudkan agar mengoptimalkan, mengefesienkan serta mengefektifkan pekerjaan. Namun mesin-mesin tersebut tidak dapat berjalan dengan baik apabila tidak memiliki pondasi yang tepat karena ketika mesin bekerja, mesin-mesin tersebut mengeluarkan getaran yang dapat menyebabkan kerusakan pada pondasi serta pada mesin itu sendiri. Oleh karena itu diperlukan perhitungan pondasi mesin agar landasan mesin-mesin tersebut tepat, serta dapat difungsikan dengan baik (tidak menghambat kelancaran produksi). Penelitian dilakukan di kawasan Rungkut Surabaya. Yang mana kawasan tersebut merupakan sentral industri pabrik-pabrik. Dari data-data tanah dan mesin yang telah dianalisa didapatkan daya dukung tanah, penurunan tanah dengan menggunakan program PLAXIS serta perhitungan amplitudo dengan menggunakan program SAP. Hasil analisa tersebut dibandingkan dengan perhitungan secara manual sehingga diketahui dimensi pondasi yang tepat untuk mesin gerakan rotasi dan vertikal. Hasil analisa penurunan dengan menggunakan program PLAXIS dan SAP lebih kecil daripada hasil analisa manual. Hal ini disebabkan karena pada perhitungan dengan program SAP menggunakan finite elment dan SAP menggunakan shell element, sehingga tingkat ketelitiannya lebih tinggi dibandingkan dengan perhitungan manual. Jadi, pondasi yang digunakan adalah pondasi dangkal dengan jenis pondasi plat.

Keyword : foundation, machine, soil , plaxis, SAP

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3452/

Perbandingan hasil uji konsolidasi incremental loading (IL) dengan constant strain loading (CSL)

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SIANTO;, BENY

Pada penelitian ini dicoba untuk mempercepat konsolidasi, biasanya konsolidasi standar ( Incremental Loading ) memakan waktu selama kurang lebih 10 hari, tetapi dengan menggunakan cara Contant Strain Loading hasil konsolidasi dapat diperoleh dalam waktu yang sangat singkat hanya dalam beberapa hari ataupun hanya dalam beberapa jam, selain itu juga untuk membandingkan maximum past pressure antara percobaan IL dengan CSL. Kecepatan CSL yang digunakan sebanyak 3 macam kecepatan yaitu : 0.076 mm/min, 0.003 mm/min, dan 0.0018 mm/min. Dari hasil percobaan didapatkan bahwa kecepatan pada uji CSL ( 0.076 mm/min – 0.0018 mm/min ) ternyata tidak terlalu berpengaruh terhadap strain dan pengujian CSL masih dapat dipakai untuk menentukan maximum past pressure.

Keyword : incremental loading, constant strain, strain, pressure, soil

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4673/

Korelasi California Bearing Ratio dengan dynamic cone penetrometer (studi di lapangan pada tanah urugan)

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SANTOSO;, ROBBY

Tes CBR sudah amat dikenal pada kebanyakan proyek di Indonesia, baik pada proyek pembuatan jalan maupun pada proyek pengurugan. Bahkan dapat dikatakan bahwa tes CBR merupakan standar tes untuk mengetahui kekuatan tanah. Padahal tes CBR ini mempunyai kekurangan yang relatif lebih banyak dibandingkan dengan tes DCP. Untuk itu digunakan tes DCP sebagai alternatif. Pada penelitian yang terdahulu, telah dihasilkan beberapa grafik hubungan antara CBR dengan DCP. Tetapi grafik-grafik hubungan tersebut memiliki hasil perhitungan yang berbeda antara satu dengan yang lain. Sehingga dengan penelitian ini akan ditentukan grafik yang menghasilkan harga yang paling mendekati nilai CBR yang sebenarnya. Sejumlah data didapatkan dengan melakukan tes CBR lapangan dan tes DCP pada berbagai lokasi. Dari hasil analisa data, akhirnya dipilih grafik IV sebagai grafik yang menghasilkan harga yang mendekati nilai CBR yang sebenarnya.

Keyword : dynamic cone penetrometer, soil, california bearing ratio

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4535/

Older Posts »

Create a free website or blog at WordPress.com.