Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah

2009

Perancangan sistem perencanaan produksi dan pengendalian bahan baku departemen spinning di PT Lotus Indah Textil

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : KOENTADI, DEVY

Departemen Spinning merupakan salah satu departemen yang ada di PT Lotus Indah Textile. Departemen Spinning memproduksi benang dengan menggunakan bahan baku polyester. Saat ini departemen Spinning belum memiliki sistem perencanaan produksi dan pengendalian bahan baku yang baik sehingga menyebabkan tingginya biaya inventori. Oleh karena itu dirancang suatu usulan sistem perencanaan produksi dan pengendalian bahan baku yang mengacu pada sistem Material Requirement Planning. Metode pemesanan bahan baku yang sekarang digunakan perusahaan menyebabkan biaya simpan yang tinggi. Metode lot sizing yang digunakan adalah Wagner-Within algorithm, yang mana metode ini memberikan biaya inventori paling minimum dengan penghematan sebesar Rp. 15.953.187,00 untuk bulan Mei 2004.

Keyword : system design, production planning, mrp, lot sizing, lotus indah textile, spinning

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2860/

Upaya peningkatan produktivitas pekerja bagian ring frame departemen spinning di PT Lotus Indah Textile Industri

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : CANDRA, LYDIA

Penyusunan tugas akhir ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pekerja di bagian Ring frame departemn Spinning. Untuk dapat memecahkan permasalahan tersebut maka perlu diketahui penyebabnya melalui kuisioner. Kuisioner dibuat berdasarkan kepuasan mereka terhadap faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pekerja. Dari hasil kuisioner diperoleh bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi pekerja adalah beban pekerjaan, tanggung jawab, masker dan kantongan, tunjangan hadir dan tunjangan produksi, kondisi mesin, hubungan rekan kerja, keseimbangan upah dengan tenaga, rutinitas pekerjaan dan mengenai cuti haid. Kemudian dari sini untuk membantu proses penganalisaan penyebab-penyebab tersebut digunakan affence diagram dan diperkuat dengan uji korelasi dan regresi. Dari affence diagram, tanggung jawab dan beban pekerjaan merupakan penyebab yang paling banyak mempunyai hubungan sebab akibat oleh karena itu perbaikan yang dilakukan tertuju pada kedua penyebab tersebut. Perbaikan yang dilakukan adalah perbaikan perlengkapan kerja, peningkatan GKM dan sebagainya. Namun dari usulan perbaikan yang dapat dilakukan adalah perbaikan perlengkapan kerja yaitu masker dan kantongan. Perbaikan ini mendapatkan respon yang baik dari pekerja. Sebagai penutup, diharapkan upaya perusahaan tidak berhenti sampai disini saja untuk meningkatkan produktivitas pekerja.

Keyword : worker, productivity, affence diagram, correlation test, linier regression test, spinning

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4886/

Blog at WordPress.com.