Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah

2009

Managing the global purchasing: to achieve the quality, quantity, and delivery time of raw materials as desired

Author : SILVIA, FARAH

The phenomenon of suppliers who do not deliver materials in the quality, quantity and delivery time requested is a common phenomenon that has been the heart of many problems in purchasing management. If the supply problem continues, the company will find difficulties in carrying out its supply chain management and simultaneously, fail in serving its market. This paper emphasizes the global purchasing where the complexities of global purchasing have leveraged supply risks and accordingly, require special attention from the company. Basically, the continuous success in procuring globally lays on the company?s ability in select the right suppliers, continued with managing its relationship with its suppliers and unforgettably, leveraging its bargaining power. To select the right global suppliers, the purchasing company initially has to decide from what country it wants to source according to the assessment in the country environment that afterwards followed by analysis on the company?s internal environment in comparison to the purchasing company?s condition. Meanwhile, Supplier Relationship Management becomes the backbone in managing global suppliers, in which the SRM system characterized by the employment of exclusive purchasing professionals, constant communication, and coordination with the suppliers and meticulous evaluation system that aims to develop closer relationship with suppliers. With the consortium buying method, the purchasing company can expect to have stronger bargaining power in negotiating price as well as the purchasing terms.

Keyword : supply chain management, global purchasing management, supplier, purchasing company, supplier, supplier relationship management, global consortium buying

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1639/

Analisa pemilihan sistem pemesanan bahan baku selang karet di PT Indotama Megah Indah Rubber

Filed under: Uncategorized — Tags: — dvanhlast @ 7:31 am

Author : YUNITA, LIA

Di PT Indotama Megah Indah Rubber, penerimaan beberapa jenis bahan baku selang karet dari supplier luar kota sering mengalami keterlambatan. Bahan baku yang sering mengalami keterlambatan adalah karet sintetis SBR 1502, Carbon Black GPF, Carbon Black FEF, dan Kaolin Nichimen. Hal ini yang menyebabkan perusahaan juga memesan bahan baku dari supplier dalam kota walaupun dengan harga yang lebih mahal. Penelitian ini dirancang dengan tujuan mengetahui sistem mana, yaitu dengan membeli bahan baku dari supplier dalam dan luar kota seperti sekarang ini atau dengan membeli bahan baku dari supplier dalam kota saja agar total biaya menjadi minimum, dengan mempertimbangkan variabilitas leadtime. Penelitian ini dilakukan dengan cara simulasi sistem inventory. Pada simulasi awal, pemesanan bahan baku dilakukan dari supplier luar dan dalam kota. Sedangkan, pada simulasi usulan pemesanan bahan baku dilakukan dari supplier dalam kota saja. Dari hasil penelitian didapat bahwa sistem pemesanan bahan baku SBR yang dilakukan perusahaan sudah baik, tetapi perusahaan perlu menurunkan reorder point. Sedangkan sistem pemesanan bahan baku Carbon Black GPF dan Carbon Black FEF perlu dilakukan perubahan dengan memesan dan supplier dalam kota. Untuk bahan baku Kaolin Nichimen perlu dilakukan perubahan reorder point agar tidak terjadi penumpukan bahan baku di gudang.

Keyword : supplier

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1939/

Perencanaan kebutuhan bahan baku dan pemilihan supplier di PT.Indonesia Multi Colour Printing

Filed under: Uncategorized — Tags: — dvanhlast @ 7:31 am

Author : KURNIAWAN, STEVE

P.T. Indonesia Multi Colour Printing (IMCP) adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri kemasan dari logam (kaleng) dan percetakan metal. Karena adanya fluktuasi permintaan, maka dirasa perlu untuk membuat suatu peramalan permintaan untuk 12 periode ke depan. Kelancaran jalannya produksi di suatu perusahaan sangat menentukan apakah P.T. IMCP dapat memenuhi permintaan dengan baik. Kelancaran jalannya produksi tersebut ditunjang oleh adanya perencanaan kebutuhan bahan baku yang baik. Perencanaan kebutuhan bahan baku dilakukan dengan membandingkan 6 metode lot sizing, yaitu : Lot for Lot, Economic Order Quantity (EOQ), Silver Meal, Period Order Quantity (POQ), Least Unit Cost (LUC) dan Part Period Balancing (PPB). Dari keenam metode tersebut akan dipilih metode dengan total biaya yang paling minimal. Bahan baku utama yang digunakan dalam pembuatan kaleng adalah tin plate. P.T. IMCP mempunyai beberapa supplier tin plate dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Terdapat faktor subyektif dan obyektif yang harus dipertimbangkan dalam memilih supplier. Oleh karena itu metode yang digunakan dalam pemilihan supplier ini adalah Analytical Hierarchy Process (AHP). Penggunaan metode ini mampu memberikan nilai numerik pada faktor subyektif, sehingga dapat mensintesis faktor-faktor tersebut untuk menetapkan faktor mana yang memiliki prioritas paling tinggi dan bertindak untuk mempengaruhi hasil. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa metode lot sizing yang digunakan adalah metode Lot for Lot, EOQ, Silver Meal dan LUC. Faktor terpenting yang dipertimbangkan dalam memilih supplier adalah faktor kualitas. Dari keempat alternatif supplier, Tomen Corporation (Jepang), Fujian Tonyi Tinplate Co.Ltd. (China), Ssang Yong Corporation (Korea) dan Krakatau Steel (Indonesia), didapatkan supplier yang terbaik adalah Tomen Corporation (Jepang).

Keyword : supplier

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1953/

Pembuatan aplikasi pengambilan keputusan multikriteria untuk pemilihan supplier dengan menggunakan metode fuzzy preference relation pada PT “X”

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SETIAWATI, JANI

Supplier adalah salah satu bagian yang sangat penting bagi perusahaan. Dengan adanya supplier maka perusahaan dapat memenuhi kebutuhan akan barang-barang yang diperlukan. Pada PT. “X” untuk memilih supplier, setiap karyawan yang berwenang dalam menentukan supplier mengalami kesulitan untuk dapat langsung mengambil keputusan terutama pada saat terdapat beberapa supplier yang memiliki kualitas yang sama-sama baik. Untuk dapat mengatasi permasalahan tersebut maka perlu dibuat suatu aplikasi untuk membantu dalam penentuan supplier barang. Dimana dalam proses perhitungan digunakan metode fuzzy preference relation dan sebagai input menggunakan data dari hasil kuesioner pemilihan supplier. Sebagai hasil akhir didapatkan perankingan dari calon supplier untuk kemudian dipilih dan menjadi supplier. Selain itu, juga dapat digunakan untuk menyimpan data-data kriteria yang digunakan untuk masing-masing barang sehingga kriteria untuk setiap barang dapat terdefinisi dengan jelas. Dengan adanya aplikasi ini maka dapat memudahkan dalam menentukan supplier barang dan tidak memerlukan waktu yang lama. Selain itu juga dapat menyimpan data-data kriteria setiap barang.

Keyword : fuzzy preference relation, decision maker, supplier, servqual

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4865/

Implementasi kaizen di PT. FSCM Manufacturing Indonesia

Author : EDY, MULIAHADI;

PT FSCM Manufacturing Indonesia adalah perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan filter otomotif. Pada saat ini PT FSCM Manufacturing Indonesia belum melakukan implementasi 5S secara fokus, sehingga area kerja kurang bersih dan rapi. Permasalahan yang ada adalah operator dan karyawan tidak memiliki budaya 5S dalam bekerja. Selain itu terjadi peningkatan reject produk yang cukup signifikan di line painting yang didukung oleh pemakaian chemical washing yang boros. Tugas akhir ini disusun untuk melakukan implementasi 5S secara lebih fokus pada PT FSCM Manufacturing Indonesia dengan tujuan membudayakan 5S kepada para operator dan karyawan sehingga area kerja menjadi bersih dan rapi. Selain itu juga menerapkan prinsip Kaizen dalam hal pencarian akar permasalahan dalam menurunkan reject produk secara berkesinambungan, melakukan improvement-improvement dalam hal penurunan biaya dan pemilihan suplayer terbaik. Tolak ukur keberhasilan adalah melalui perbandingan foto area kerja sebelum dan sesudah implementasi 5S serta penurunan reject yang mengarah pada penurunan biaya.

Keyword : paint, painting line, reject, stain, testing, washing, 5S, seiri, seiton, seiso, seiketsu, shitsuke, cost down, standardization, design, SWOT, supplier, kaizen, countinous improvement, jidoka

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1582/

Create a free website or blog at WordPress.com.