Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah

2009

Pengaruh antara pemberian pelatihan dan pemberian kompensasi terhadap motivasi kerja karyawan The Westin Surabaya

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : FANI, LOEKITO;

Penulis melihat fenomena yang tejadi sewaktu penulis menjalani training di restoran “X”, The Westin Surabaya ada pernyataan bahwa kompensasi yang diberikan perusahaan kurang meinadai sehingga dapat menyebabkan penurunan terhadap motivasi kerja karyawan, selain itu karyawan juga kurang termotivasi untuk mengkuti pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan oleh perusahaan yang sifatnya tidak wajib. Pelatihan sendiri menurut Linda Jerris dibagi menjadi 2, yaitu: off The Job Training dan On The Job Training, Sedangkan kompensasi menurut Dittmer and Griffin dibagi menjadi 4 bagian, yaitu: Kompensasi finansial secara langsung, kompensasi fianansial secara tidak langsung, kompensasi non finansial yang berhubungan dengan pekerjaan, dan kompensasi non finansial yang berhubungan dengan lingkungan keja. Teori Motivasi itu sendiri menurut Dessler terbagi atas: motivasi finansial dan motivasi non finansial. Pada penelitian ini, sampel diambil berdasarkan teknik probability sampling tipe purposive random sampling, yaitu pengambilan sampel secara acak dan jumlah minimal sampel yang diambil berdasarkan jumlah keseluruhan populasi (karyawan) yang ada. Penelitian ini menggunakan riset konklusif deskriptif, yaitu penelitian yang menguraikan secara spesifik pola hubungan variabel-variabel yang mempengaruhi dan dipengaruhi dan dikembangkan atas dasar sampel random yang mewakili seluruh populasi. Untuk mengetahui faktor mana yang lebih dominan diantara kedua variabel bebas tersebut, maka digunakan uji F dan uji t. Uji F fungsinya untuk mengetahui pengaruh kedua variabel bebas tersebut terhadap variabel tergantung secara serempak. Uji t fungsinya untuk mengetahui salah satu dari kedua variabel bebas tersebut yang leblh dominan pengaruhnya terhadap variabel tergantung secara parsial. Dan analisis data tersebut didapat F hitung (78,840) > F tabel (3,093), maka Ho ditolak dan Hi diterima, yang berarti secara simultan atau keseluruhan variabel bebas yaitu pelatihan (X1) dan kompensasi (X2) berpengaruh secara nyata terhadap variabel tergantung yaitu motivasi kerja (Y). Dan perhitungan didapat t hitung sebesar 7,299. Karena t hitung 7,299 > t tabel 1,984, maka Ho ditolak pada level of significant 5 %. Sehingga secara parsial pelatihan (X1) berpengaruh secara nyata terhadap motivasi (Y). Dari perhitungan. juga didapat t hitung sebesar 8,170. Karena t hitung 8,170 > t tabel 1,984, maka Ho ditolak pada level of significant 5 %. Dengan demikian secara parsial kompensasi berpengaruh secara nyata terhadap motivasi . Motivasi kerja karyawan The Westin Surabaya dapat dilihat dari kontribusi variabel kompensasi sebesar 40,70 %, dimana pengaruhnya lebih besar daripada variabel pelatihan sebesar 35,40 % dan sebanyak 41% responden mengnginkan adanya outbond training Iagi dihubungkan dengan pertanyaan yang ada di kuisioner mengenai prioritas yang paling utama bagi responden dalam bekerja sebanyak 5 1% menganggap lingkungan kerja adalah yang paling utama.

Keyword : hotel, personnel, management, westin, training, motivation, surabaya

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1982/

Advertisements

Graha pendidikan musik klasik di Surabaya

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : WAHYUDI, MELINDA

Graha Pendidikan Musik Klasik di Surabaya ini merupakan proyek milik yayasan swasta yang bergerak di bidang kesenian, khususnya seni musik klasik. Fasilitas yang disediakan meliputi fasilitas pendidikan, fasilitas jasa dan perdagangan, serta fasilitas gedung konser. Konsep yang akan digunakan adalah dengan menganalogikan suatu partitur musik klasik ke dalam bangunan. Hal ini berdasarkan apa yang dilakukan oleh Don Vedorko. Sehingga dapat menunjukkan bahwa arsitektur merupakan musik yang tidak bersuara. Oleh karena itu dalam perancangan nantinya akan dibuat suatu bangunan yang akan memperhatikan unsur-unsur tersebut sehingga dapat mencerminkan bahwa bangunan tersebut adalah bangunan pendidikan musik.

Keyword : classical, music, education, building, facility, design concept, conservatories of music, hall, surabaya

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3657/

Gereja Katolik dan wadah pembinaan mudika dan anak-anak di Surabaya

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : MARISKA, RENNY

Gereja Katolik dan wadah pembinaan para mudika dan anak-anak di Surabaya ini direncanakan untuk menanggapi rencana pembangunan Gereja Katolik yang sudah ada direncanakan sebelumnya, yaitu perluasan dari Paroki Santa Maria Tak Bercela yang sudak tidak mencukupi namun belum direlisasikan hingga sekarang, sedangkan untuk wadah mudika dan anak-anak adalah sebagai penunjang daripada gereja tersebut. Pada kesempatan kali ini, akan digunakan pendekatan vernakular dengan konsep perancangan yang bertitik tolak dari nilai-nilai arsitektur Renaissance dari sejarah gereja katolik, sehingga akan dihasilkan sebuah arsitektur gereja yang mudah dikenali oleh masyarakat karena mengambil nilai- nilai yang sudah tertanam dalam diri masyarakat mengenai ciri-ciri arsitektur Gereja Katolik

Keyword : catholic, chuch, youth, children centre, vernacular approach, renaissance architecture, surabaya

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4476/

Case study of corrosion of nails at PT.Surabaya Wire

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : WATIE, CRISTIANA

The purpose of this thesis is looking for the various kinds of corrison at each stage of production of nails in factory and seeking the cause(s) of corrosion. In addition, some suggestions will be given to improve the company?s production process to reduce corrosion loss. If the condition of the raw material (wire rod) is nisted, it will lead to corrosion of the final product. The polishing process plays an important role compared to other nail making processes to cause corrosion. The condition of nails to be polished moisture content of sawdust used, the duration of the polishing process and also the capacity of the barrel used play important roles in the final corrosion process.

Keyword : production, planning, manufacturing, corrosion, nails, surabaya, wire

Sumber : http://repository.petra.ac.id/815/

Stylistics and pragmatics approaches towards two sets of bumper-in and bumper-out of Hard Rock FM Surabaya

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : HENDRIANI, IRA

Most advertisers create unique advertisements to support the product that is represented by the advertisements. Radio advertisements have been great phenomena among the advertisers and the listeners. As the advertisements are being broadcasted through radio stations, they create interaction towards the listeners. It is either promoting the radio stations or the products by inserting attractive stories inside the advertisements. In order to make good advertisements, the advertisers needs to transmit the information, create interest, and make a desire to buy (Winardi, 1980). In creating advertisement, the advertisers have to think how to make good advertisements that will not make the listeners bored easily. The listeners tend to listen to the advertisements more and more. Hard Rock FM Surabaya creates interesting advertisements to promote its radio station. Concerning that, Stylistics and Pragmatics approaches are used to support and serve this purpose. The devices that are used in those approaches are Paralanguage and Presupposition. Since each advertisement contains a lot of meaning in it, the writer uses those theories in order to analyze the sound pattern that occurred, the writer uses theory, which is used by Trager and Halim (1974) to describe the sound and phonetic pattern. In addition, in order to find the intended meanings of the advertisements in Hard Rock FM Surabaya, Levinson (1983), Yule (1996), and Mey (1994) are used to describe the presuppositions that occurred in the selected advertisements, Furthermore, Qualitative approach is used in this study to describe the linguistic phenomenon in the radio advertisement as it investigates the intended meaning in the selected advertisements from Hard Rock FM Surabaya. However, quantitative approach is also used to describe the result of the respondents? answers through questionnaire.

Keyword : english, language, sociolinguistics, hard rock, surabaya

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3095/

Graha seni rupa kontemporer Surabaya

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : ANDRIE, MUSA

Laporan pertanggungjawaban akan gambar pra rencana Galeri Seni Rupa Kontemporer di Surabaya ini mencakup proses perencaan dan perancangan. Perencanaan dilakukan berdasarkan hasil survei dan literatur yang ada, sedangkan proses perancangan dilakukan berdasarkan pendekatan desain yang menitikberatkan pada arsitektur sebagai seni dimana keduanya saling melengkapi tanpa menghilangkan prinsip – prinsip dan kaidah arsitektur yang ada. Galeri Seni Rupa Kontemporer merupakan proyek yang bertujuan untuk memfasilitasi kebutuhan masyarakat dan para pecinta seni akan suatu wadah kegiatan bersama yang bersifat representatif dan rekreatif. Bentuk penataan massa dan ruang luar bersifat terbuka, dimana peletakan massa terdapat hubungan yang kuat antara ruang dalam dan ruang luar sebagai apresiasi dari keinginan para seniman.

Keyword : contempory art gallery, facilities, mass set, auditorium, surabaya

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3717/

Pengaruh perlakuan akuntansi atas biaya riset dan pengembangan (RandD) terhadap penyajian laporan keuangan pada PT HM Sampoerna Tbk di Surabaya

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : ARIYANI, ANNI

PT HM Sampoerna Tbk adalah salah satu perusahaan besar di Surabaya yang bergerak di bidang industri rokok. Sebagai perusahaan yang sudah go public, PT HM Sampoerna Tbk selalu melakukan terobosan baru untuk menghasilkan produk-produk yang lebih unggul. Oleh karena itu kegiatan riset dan pengembangan dilakukan secara berkesinambungan dalam rangka meningkatkan penjualan produknya. Biaya Riset dan Pengembangan yang dikeluarkan PT HM Sampoerna Tbk sangat besar jumlahnya. Perusahaan selama ini membebankan seluruh pengeluaran riset dan pengembangan sebagai biaya pada periode terjadinya dengan alasan kepraktisan. Perusahaan tidak menggolongkan biaya riset dan biaya pengembangan secara terpisah dan tidak memperhatikan masa manfaat yang diterima dari kegiatan riset dan pengembangan tersebut. Hal itu tidak sesuai dengan PSAK No.20 yang mengakui biaya pengembangan sebagai aktiva apabila dipenuhi kriteria-kriteria yang telah ditetapkan. Kriteria-kriteria tersebut adalah: Produk atau proses didefinisikan dengan jelas dan biaya-biaya yang dapat diatribusikan kepada produk atau proses dapat diidentifikasi secara terpisah dan diukur secara andal; kelayakan teknis dari produk atau proses dapat ditunjukkan; perusahaan bermaksud untuk memproduksi dan memasarkan atau menggunakan produk atau proses tersebut, adanya pasar untuk produk atau proses tersebut, atau jika akan digunakan sendiri, kegunaannya untuk perusahaan dapat ditunjukkan; terdapat sumber daya yang cukup, atau ketersediannya dapat ditunjukkan, untuk menyelesaikan proyek dan memasarkan atau menggunakan produk atau proses tersebut. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan menunjukkan bahwa biaya-biaya untuk pengembangan produk memenuhi syarat untuk dikapitalisasi. Dampak penerapan perlakuan akuntansi atas biaya riset dan pengembangan menurut PSAK No.20 pada perusahaan ialah laba pada tahun 1999 meningkat sebesar Rp 9.3 52.000.000,00. Meskipun jumlah penghematan tersebut tidak cukup material jika dibandingkan dengan total aktiva perusahaan namun penghematan tersebut sejalan dengan program ?cost saving? yang dicanangkan oleh perusahaan sejak tahun 1998.

Keyword : accounting, financial, report, cost, riset, hm sampoerna, surabaya

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1227/

Fasilitas bermain bola sodok di Surabaya

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : PANCA, EKA

Fasilitas Bermain Bola Sodok di Surabaya ini merupakan proyek yang bergerak di bidang olahraga dan hiburan. Fasilitas yang akan disediakan meliputi ruang bermain, ruang berlatih dan bertanding, ruang studio, ruang VIP, dan cafe. Proyek ini terletak di daerah jalan Mayjen Sungkono, yang mempunyai banyak ikon dan tidak mempunyai suatu gaya bangunan tertentu, sehingga hal ini memunculkan suatu ekspresi lokal yang tersendiri. Desain akan berusaha manampilkan ekspresi lokal, kemudian perancangan akan didekati dengan pendekatan geometri dan pendalaman struktur.

Keyword : billiard, surabaya, local expression, geometry approach, pool (game)

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3510/

Perancangan interior pusat informasi pariwisata kota Surabaya

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : PURNAMA, LISA

Gagasan perencanaan proyek tersebut adalah untuk menyediakan sebuah fasilitas yang dapat memberikan informasi mengenai pariwisata dan objek wisata yang ada di kota Surabaya bagi masyarakat dan turis (domestik dan mancanegara). Dengan adanya pusat informasi tersebut, dapat lebih mengenalkan keberadaan dan potensi daerah yang dimiliki kota Surabaya kepada berbagai kalangan untuk meningkatkan sektor pariwisata kota. Dengan konsep desain yang memiliki relevansi kuat dengan pariwisata, diharapkan dapat memecahkan berbagai masalah seperti masalah interior, psikologis, karakter, dan sirkulasi yang ada di pusat informasi tersebut.

Keyword : design, interior, tourism, surabaya, information

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4170/

Analisa perilaku konsumen dalam membeli produk KFC Gelael Surabaya setelah adanya himbauan dari sebagian masyarakat untuk memboikot produk-produk Amerika di Indonesia

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : LUSI, SURIANI;

Perilaku konsumen dalam membeli produk KFC Gelael setelah adanya himbauan dari sebagian masyarakat untuk tnemboikot produk-produk Amerika di Indonesia dianalisis secara deskriptif, diperoleh hasil bahwa dari 172 orang yang mengetahui adanya ancaman sebanyak 135 orang. Dan dari jumlah tersebut diperoleh hasil sebanyak 8 orang (5.9%) yang mengurangi kunjungan ke KFC Gelael. Ini membuktikan perilaku konsumen tetap sama dalam membeli produk KFC setelah adanya himbauan dari sekelompok masyarakat untuk inemboikot produk-produk Amerika di Indonesia. Dari segi usia dapat dilihat sebayak 65.1% adalah konsumen berusia 15-25 tahun. Selain itu hari berkunjung ke KFC banyak dilakukan pada hari minggu atau hari besar dan waktu berkunjung dilakukan pada malam hari. Dari 8 orang yang menyatakan mengurangi kunjungan mayoritas mengurangi kunjungan menjadi satu kali dalam satu bulan.

Keyword : restaurant, consumer, management, marketing, research, surabaya, kentucy fried chicken, gelael

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1984/

Older Posts »

Create a free website or blog at WordPress.com.