Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah

2009

Perlakuan akuntansi PPN fasilitas pembebasan bea masuk dan PPN impor tidak dipungut dalam rangka ekspor terhadap harga perolehan bahan baku atas transaksi pembelian bahan baku impor : studi kaus pada

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : HAPSARI, RATIH

Dalam kaitannya dengan kegiatan usaha yang dilakukan oleh pengusaha kena pajak (PKP), kegiatan PKP bervariasi dari kegiatan perdagangan sampai pabrikasi. Dari berbagai macam kegiatan usaha tersebut, kegiatan usaha yang berkaitan dengan pihak di luar pabean salah satunya adalah usaha impor. Aktifitas impor berlangsung karena permintaan barang/ jasa yang tidak dapat dipenuhi oleh pihak dalam negeri sehingga harus mendatangkan dari luar negeri terutama untuk keperluan industri. PT. X, tempat penelitian ini dilakukan adalah perusahaan industri yang sebagian besar bahan bakunya diimpor dari luar negeri dan seluruh produksinya atas bahan baku impor digunakan untuk ekspor. Sebagai sumber penerimaan dalam negeri sektor perpajakan, telah diberikan kemudahan bagi para eksportir berupa fasilitas pembebasan Bea Masuk dan PPN Impor atas bahan baku asal impor. Dalam hal ini, penulis ingin menganalisis perlakuan akuntansi PPn atas transaksi dan kejadian yang berkenan dengan pembelian. Bahan baku impor sebelum menggunakan fasilitas dan sesudah menggunakan fasilitas. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif,dengan studi kasus pada PT. X sebagai perusahaan industri yang telah memanfaatkan fasilitas pembebasan Bea Masuk dan PPN Impor tidak dipungut, yang seluruh hasil produksinya digunakan untuk ekspor. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah perlakuan akuntansi PPN fasilitas pembebasan Bea Masuk dan PPN Impor tidak dipungut. Atas transaksi pembelian bahan-bahan baku impor pada PT. X sudah sesuai dengan standar. Akuntansi keuangan dikaitkan dengan pengukuran, definisi elemen, pengakuan, pengungkapan dan penyajian dalam laporan keuangan telah sesuai dengan akuntansi berterima umum. Adanya faktor resiko apabila PT. X sebagai penerima fasilitas tidak dapat mempertanggungjawabkan bahan baku impor eks fasilitas mengakibatkan PT. X wajib menyelesaikan kewajiban pada negara dengan membayar Bea Masuk (BM) dan PPN Impor serta denda 100% atas Bea Masuk (BM) dan PPN Impor terutang.

Keyword : tax, accounting, custom fee, import value, export

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2321/

Perbandingan pengenaan PPh berdasarkan tarif final dan tarif progressif pada perusahaan real estat : Studi pada PT. “X” di Surabaya

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : MARIA, GRACE

Sering terjadinya perubahan peraturan pajak terutama berkaitan dengan pajak penghasilan pada usaha real estat, tentunya akan menyulitkan bagi perusahaan. Oleh karena itu sejauhmana undang-undang perpajakan telah mengakomodasi permasalahan perpajakan yang dihadapi oleh perusahaan real estat, terutama dalam hal perhitungan pengenaan PPh berdasarkan tarif final dan tarif progressif selama tahun 1999 sampai dengan 2001, serta dampaknya bagi perusahaan real estat maupun bagi fiskal. Hasil akhir penelitian ini membuktikan bahwa perolehan pajak bagi fiskal mengalami penurunan yang sangat drastis, penyebabnya bukan disebabkan penjualan yang lesu namun disebabkan adanya perlakuan tarif progressif, dimana dengan tarif progresif perusahaan memiliki peluang untuk melakukan tax planing. Penelitian ini juga dihubungkan dengan analisa equalisasi yang bertujuan untuk mengetahui berapa jumlah peredaran usaha dan jumlah laba bersih yang mengakibatkan jumlah PPh terutang sama besarnya, baik dihitung dengan tarif final maupun tarif progressif. Selain itu analisa equalisasi digunakan untuk membuktikan bahwa tarif final tidak selalu menyebabkan jumlah taksiran PPh menjadi lebih kecil dibandingkan jumlah taksiran PPh berdasarkan tarif progressif. Demikian juga sebaliknya tarif progressif juga tidak selalu menyebabkan jumlah taksiran PPh menjadi lebih besar dibandingkan dengan jumlah PPh berdasarkan tarif final.

Keyword : tax, accounting, income tax, final tariff and progressif tariff, tax planning, equalization analysis

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2380/

Penerapan akuntansi pajak pertambahan nilai dan pengaruhnya terhadap laporan neraca PT. Aneka Era Baru Sidoarjo

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : TRISNAWATI, MONITA

Beberapa tahun terakhir ini isu harmonisasi Standar Akuntansi Internasional telah menjadi topik yang banyak dibahas pada berbagai forum dalam profesi akuntansi. Globalisasi ekonomi telah menyebabkan para pemakai informasi akuntansi membutuhkan pelaporan keuangan yang dapat membantu pihak yang berkepentingan dalam pengambilan keputusan keuangan yang berskala internasional. Bentuk informasi perusahaan ini adalah laporan keuangan yang menyediakan informasi keuangan pelmahaan yang dibutuhkan pihak internal dalam pengambilan keputusan serta pihak eksternal dalam perusahaan. Jadi sebagai sumber informasi yang penting maka informasi tersebut harus relevan dan dapat diandalkan sebagai dasar pengambilan keputusan yang tepat. Bersamaan dengan pesatnya perkembangan perekonomian salah satu akibatnya adalah timbulnya persaingan. Perusahaan dalam hal ini, ingin selalu mendapatkan pelanggan yang setia, walaupun dengan cara menambah modal kerjanya. Tambahan modal kerja diperlukan untuk membayar PPN yang sudah terutang sejak penyerahan BKP kepada pelanggan. Sedangkan pelanggan sendiri tidak menghendaki pembukaan faktur pada saat penyerahan BKP, tetapi pada batas waktu yang melampaui dalam ketetapan Undang-Undang Perpaja- kan. Hasil pembahasan memberikan kesimpulan bahwa agar perusahaan dapat memberi informasi yang benar dan tepat kepada para pembacanya serta dapat memenuhi prinsip konsistensi dalam penyajian laporan keuangan, disusun berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan (S AK). Perusahaan hendaknya berpedoman pada UU No. 11 tahun 1994 untuk perhitungan PPN-nya, serta perlu untuk memenuhi tuntutan dunia usaha agar betul-betul mandiri dalam pengelolaan manajemen termasuk perpajakannya.

Keyword : accounting, tax, neraca, aneka era baru

Perlakuan akuntansi dan evaluasi terhadap hasil perhitungan pajak penghasilan pada perusahaan asuransi jiwa

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : AYUNINGTYAS, TITIS

Penelitian ini adalah studi kasus, yang dilakukan di perusahaan Asuransi Jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah perlakuan akuntansi terhadap pendapatan dan beban pada PT. “X” serta bagaimanakah perhitungan pajak penghasilan pada perusahaan Asuransi Jiwa. Hasil penelitian ini bahwa perlakuan akuntansi untuk beban khususnya beban klaim asuransi PT “X” menggunakan metode pencatatan dasar kas yang dimodifikasi yakni penggunaan metode pencatatan dasar kas mulai awal tahun, ssedangkan pada akhir tahun menggunakan dasar akrual sehingga beban yang masih harus dibayar dapat ditampakkan dalam laporan keuangan tahun berjalan serta menyimpulkan bahwa pajak penghasilan terutangnya lebih besar daripada perhitungan pajak penghasilan menurut perusahaan.

Keyword : accounting, tax, insurance, income

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4945/

Perlakuan pajak penghasilan untuk pajak yang lebih bayar dan pengaruhnya terhadap laporan keuangan perusahaan konstruksi

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : TABITHA, JOY

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perlakuan pajak penghasilan untuk pajak yang lebih bayar dan pengaruhnya terhadap laporan keuangan perusahaan khususnya bagi perusahaan dibidang jasa konstruksi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, yaitu penelitian terhadap masalah-masalah atau fenomena berupa fakta-fakta yang saat ini ada dalam perusahaan dengan tujuan untuk menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan kondisi objek yang diteliti. Penelitian ini mencoba untuk mengetahui perlakuan Pajak Penghasilan yang lebih bayar dan pengaruhnya terhadap laporan keuangan perusahaan konstruksi dengan studi kasus pada PT “XYZ” Melalui penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa perlakuan Pajak Penghasilan oleh PT “XYZ” atas Pajak Penghasilan yang lebih bayar telah mempengaruhi laporan keuangannya.

Keyword : tax, accounting, income tax

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2340/

Evaluasi aspek perpajakan pada penghasilan atas pengalihan hak tanah dan/atau bangunan dengan instrument tax planning pada PT Belirang Kalisari di Pasuruan

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : LING, MEI

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh PP No. 79 Tahun 1999 pada pajak penghasilan terutang pada PT. Belirang Kalisari di Pasuruan dan memberikan masukan bagi perusahaan agar dapat meminimalkan pajak yarig harus dibayar tanpa melanggar Undang-Undang yag berlaku melalui tax planning. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus yaitu meneliti kasus dengan membandingkan laba kena pajak tahun 2000 dengan PP No. 48 Tahun 1994 dan PP No. 79 Tahun 1999 kemudian melakukan tax planning pada laporan keuangan tahun 2000. Jenis data yang dikumpulkan adalah data kuantitatif berupa laporan rugi Iaba perusahaan dan wawancara serta data kualitatif yang berisi mengenai kebijakan perusahaan Sumber data berasal dari sumber internal perusahaan, sedangkan data eksternal berasal dari berbagai literatur. Hasil penelitian membuktikan bahwa Peraturan Pemerintah No 79 Tahun 1999 menyebabkan pajak penghasilan PT Belirang Kalisari atas penghasilan dari pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan tahun 2000 menjadi lebih besar dibandingkan dengan Peraturan Pemerintah Nu. 48 Tahun 1994. Sedangkan hasil penghematan pajak yang dilakukan dengan instrumen tax planning menunjukkan penghematan pajak untuk pajak penghasilan tahun 2000 sebesar Rp 20.658.194,00 dan beberapa kebijakan operasional bila diterapkan akan mernberikan penghematan pajak lagi dari sisi BPHTB, PBB dari PPN

Keyword : tax, accountingn belirang, kalisari, pasuruan, tax planning

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3183/

Pengakuan pendapatan dan beban menurut undang-undang perpajakan no. 10 tahun 1994 dalam rangka penyusunan laporan keuangan fiskal pada PT. Miraitech Cipta Machinery di Surabaya

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : , ANNI

PT. Miraitech Cipta Machinery, Surabaya adalah perusahaan industri yang bergerak dibidang pengolahan kayu dan berlokasi di jalan Tambak Oso Wilangon. Perusahaan diberikan kepercayaan untuk menghitung, memotong, menyetorkan pajak penghasilan perusahaan sehingga perusahaan harus benar-benar mengerti dan memahami UU no 10 tahun 1994 yaitu tentang Pajak Penghasilan. Perusahaan harus membuat laporan keuangan fiskal sebagai lampiran pengisian SPT PPh. Jenis penelitian yang digunakan adalah data kuantitatif yaitu berupa okumen, angka-angka yang terdapat dalam laporan keuangan serta data kualitatif yaitu data-data berupa cacatan perusahaan seperti gambaran umum perusahaan atau sejarah perusahaan. Sumber data diambil dari sumber internal yaitu melalui wawancara langsung dengan direktur serta dari data perusahaan yang ada. Berdasarkan Perhitungan Pajak Penghasilan perusahaan yaitu dalam hal pengakuan pendapatan dan beban. Pendapatan yang dimasukkan harus benar-benar merupakan obyek pajak penghasilan dan biaya-biaya yang dikeluarkan perusahaan merupakan biaya yang sesuai dengan undang-undang no 10 tahun 1994 pasal 6. Oleh karena itu perusahaan tetap menyusun laporan keuangan yang ditujukan kepada pihak luar selain pajak dengan menggunakan pedoman SAK seperti yang selama ini yang dilakukan perusahan. Sedangkan untuk melaporkan dan membayar pajak maka dapat diserahkan laporan keuangan komersial dengan menyertakan koreksi fiskal sehingga tidak menimbulkan kesalahan. Hasil pembahasan memberikan kesimpulan bahwa agar badan usaha dapat memberikan informasi yang sama atas laporan keuangannya kepada para pemakainya serta dapat memenuhi prinsip konsistensi dalam penyajian laporan keuangan, maka laporan keuangan tersebut disusun dengan tetap berdasarkan pada Standart Akuntansi Keuangan (SAK), sedangkan untuk keperluan perhitungan pajak penghasilan terutang diadakan koreksi fiskal atas laba sebelum kena pajak, mengenai pengaruh perbedaan waktu dan perbedaan tetap. Selain laporan keuangan juga dijelaskan mengenai metode penyusutan aktiva tetap yang dipakai, sehingga diperoleh laporan keuangan yang lengkap, benar serta relevan sesuai dengan kondisi badan usaha.

Keyword : tax, accounting, miraitech cipta machinery, fiskal

Penerapan anggaran fleksibel dengan metode abc sebagai alat pengendalian biaya produksi di PT. “X”

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SUNYOTO, ILHAM

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah penerapan anggaran fleksibel dengan menggunakan metode ABC sebagai alat untuk pengendalian biaya produksi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan penelitian studi kasus pada PT. “X” yang berlokasi di kota Surabaya. Manajer bagian produksi merupakan unit analisis dalam penelitian ini. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa kuantitatif atas berbagai data yang terkumpul, diolah dan dibandingkan dengan landasan teori yang diperoleh dari kepustakaan. Penelitian membuktikan bahwa anggaran fleksibel dengan menggunakan metode ABC memiliki kelebihan sebagai alat pengendalian biaya produksi

Keyword : tax, accounting, flexible budget

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2343/

Perlakuan akuntansi pajak pertambahan nilai pada capital lease dalam rangka penyajian laporan keuangan fiskal PT. X Sidoarjo

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : WAHYUDI, ADI

Saat ini Penulis sedang melakukan penelitiandi PT.X mengenai Perlakuan Akuntansi Pajak Pertambahan Nilai terhadap Transaksi Sewa Guna Usaha dengan hak opsi. Penulis menggunakan jenis penelitian disknptif yaitu penelitian yang menggambarkan perencanaan, perhitungan dan pelaporan untuk mengetahui perlakuan PPN terhadap transaksi sewa guna usaha dengan hak opsi dalam PT.X, dengan desain penelitian studi kasus. Penelitian dilakukan di PT.X yang ada di kota Sidoarjo. Penulis melakukan penelitian karena ingin mengetahui perlakuan akuntansi PPN atas transaksi sewa guna usaha (financial lease), dalam kaitannya dengan pencatatan PPN untuk transaksi tersebut dalam rangka penyaj ian laporan keuangan PT.X. Adapun batasan masalah yang penulis bahas adalah mengenai perlakuan PPN yang dikenakan terhadap transaksi sewa guna usaha dengan hak opsi dalam rangka penyajian laporan keuangan PT.X yang wajar. Penulis membatasi penelitian dengan menetapkan jenis sewa guna usaha yaitu sewa guna usaha dengan hak opsi. PT.X bertindak sebagai pihak yang memiliki barang modal dan menyewa guna usahakan barang modal tersebut. PT.X berlaku sebagai supplier dan lessor. Penulis dalam melakukan perhitungan dan pencatatan transaksi sewa guna usaha dengan hak opsi menggunakan metode capital lease, yaitu pembelian suatu barang atau jasa yang telah disewa oleh orang lain yang akan membeli barang modal tersebut. Penulis juga memakai metode dengan beberapa cara yaitu dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Setelah penulis melakukan penelitian, ternyata perusahaan telah melakukan pencatatan PPN yang terutang dalam transaksi sewa guna usaha dengan hak opsi secara benar, tariff yang dikenakan sesuai dengan aturan Pemerintah yaitu sebesar 10% dan pengaruhnya di dalam laporan keuangan PT.X berpengaruh di laporan rugi laba yaitu menambah laba perusahaan dan di neraca menambah piutang serta mengurangi aktiva PT.X

Keyword : accounting, fianncial statements, tax, sidoarjo, capital lease

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3205/

Tinjauan relevansi aktiva tetap menurut pajak serta pengaruhnya terhadap laba kena pajak perusahaan “X”

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : APRIYANTI, SUSY

PT “X” adalah perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang industri karpet. Sejak masa berdirinya hingga saat ini PT “X” telah memiliki aktiva tetap berupa tanah, bangunan , mesin dan peralatan, kendaraan serta inventaris dan instalasi yang telah menjadi faktor pendukung dalam operasi perusahaan. Dikarenakan krisi ekonomi yang melanda Indonesia akhir-akhir ini aktiva tetap tersebut dirasakan perlu untuk direvaluasi atau dilakukan penilaian kembali guna kewajaran penyajian laporan keuangan terutama dalam kaitannnya dengan biaya-biaya yang timbul akibat penggunaan aktiva dengan penghasilan. Dari sini penulis merumuskan permasalahan: Bagaimana PT “X” melakukan revaluasi aktiva tetap serta bagaimana pengaruhnya terhadap laba kena pajak perusahaan. Aktiva tetap yang boleh direvaluasi adalah aktiva tetap yang umurnya paling sedikit lima tahun, masih digunakan dalam operasi perusahaan, serta tidak dimaksudkan untuk dialihkan atau dijual. Sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam Keputusan Menteri Keuangan No.507/KMK.04/1996 tanggal 13 Agustus 1996, tentang Penilaian Kembali Aktiva Tetap Perusahaan, maka aktiva tetap PT “X” memenuhi syarat untuk dinilai kembali dan panilaian dilakukan oleh lembaga penilai yang diakui pemerintah (Appraisal Company). Dalam melakukan revaluasi akan timbul selisih antar nilai pasar wajar aktiva tetap yang direvaluasi dengan nilai bukunya. Selisih ini akan dimasukkan ke dalam neraca perusahaan golongan Modal Sendiri dengan nama perkiraan PPH final sebesar 10% setelah terlebih dahulu dikompensasikan dengna kerugian-kerugian tahun-tahun sebelumnya jika ada. Jenis penelitian yang digunakan penulis adalah penelitian deskriptif dengan tinjauan terhadap landasan teori dengan menggunkan obyek penelitian PT “X”. Jenis data dalam penelitian ini adalah data primer, yang diperoleh langsung dari PT “X” dan data sekunder, yang diperoleh dari sumber-sumber lain. Data-data ini bersifat kualitatif dan kuantitatif. Setelah dilakukan perhitungan estimasi laba kena pajak sebelum dan sesudah dilakukannya revaluasi aktiva tetap, maka hasil akhir analisa penelitian terhadap revaluasi aktiva tetap PT “X” dapat disimpulkan bahwa tindakan revaluasi pada saat tingkat suku bunga tinggi kurang menguntungkan jika dibandingkan keharusan untuk membayar PPh final sebesar 10% atas selisih lebih penilaian kembali aktiva tetap. Penurunan laba kena pajak akan mengakibatkan pajak penghasilan yang harus dibayar PT “X” manjadi berkurang.

Keyword : accounting, aktiva, tax

Older Posts »

Create a free website or blog at WordPress.com.