Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah

2009

Perancangan dan pembuatan sistem informasi penggajian dan laporan SPT tahunan untuk karyawan di perusahaan konveksi CV. “X”

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : FREDDY, TJOA

CV. “X” adalah perusahaan yang bergerak di bidang konveksi dimana produksinya dilakukan sesuai dengan pesanan. Selama ini CV. “X” melakukan penghitungan gaji dan pembuatan laporan SPT tahunan secara manual yang membutuhkan waktu dan tenaga yang besar. Selain itu terkadang terjadi kesalahan penghitungan gaji baik karena kesalahan menghitung maupun kesalahan membaca / kehilangan data. Oleh karena itu dibutuhkan sistem yang terotomatisasi untuk mengatasi berbagai masalah yang terjadi pada sistem lama secara manual. Sistem informasi penggajian dan laporan SPT tahunan meliputi sistem absensi karyawan, sistem penghitungan gaji dan berbagai attributnya seperti lembur, cuti, potongan dsb secara terotomatisasi. Sistem ini juga mampu melakukan penghitungan dan pembuatan laporan SPT tahunan serta koreksi pajak secara terotomatisasi. Selain itu sistem juga mampu membuat berbagai laporan baik yang ditujukan untuk karyawan seperti slip gaji, laporan potongan pajak, surat peringatan, surat phk ataupun laporan yang ditujukan untuk direktur seperti laporan data karyawan, laporan histori karyawan, dan laporan gaji karyawan secara terotomatisasi. Dari hasil pengujian sistem informasi penggajian dan laporan SPT tahunan, dapat dilihat bahwa sistem mampu melakukan penghitungan gaji dan SPT tahunan dengan tepat serta menghemat waktu. Selain itu berdasarkan hasil kuisioner didapatkan bahwa persentase dari segi tampilan dan kemudahan program sebesar 70%, dari segi keakuratan dan kecepatan program sebesar 72,5% dan dari segi kelayakan program sebesar 72,5% sehingga dapat disimpulkan sistem ini layak digunakan di perusahaan untuk penghitungan gaji karyawan dan pembuatan laporan SPT tahunan.

Keyword : payroll, information systems, employment, income, tax

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4869/

Faktor-faktor yang mempengaruhi nilai jual objek pajak tambak udang

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : ONGKOWIDJOJO, FELIANY

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya peran pajak yang sangat penting dalam melaksanakan kebijakan negara dalam bidang ekonomi dan sosial, dan untuk mencapai tujuan tertentu dalam bidang keuangan. Dari berbagai macam pajak yang ada, Pajak Bumi dan Bangunan memiliki kontribusi dana yang sangat besar bagi pembangunan nasional, maka perlu diperhatikan pengenaan obyek pajaknya secara khusus. Penelitian ini difokuskan pada tambak udang di Probolinggo sebagai obyek pajaknya, sehingga masalah yang dapat dirumuskan adalah: apakah faktor perairan laut, emplasemen, bangunan secara bersama-sama mempengaruhi penentuan Nilai Jual Obyek Pajak terhadap tambak udang di Probolinggo. Jenis data yang dikumpulkan adalah data kuantitatif yang berisikan luas perairan laut, emplasemen, bangunan, dan data yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan mengenai Klasifikasi Penggolongan dan Ketentuan Nilai Jual Bumi dan Bangunan. Sumber data dari intern perusahaan dan kantor PBB di Probolinggo, yang dikumpulkan dengan survei, wawancara, dan dokumentasi dibuat menjadi Rekapitulasi Data. Unit analisis yang digunakan adalah tambak udang di Probolinggo. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor-faktor luas perairan laut, luas emplasemen, dan luas bangunan secara bersama-sama tidak mempengaruhi Nilai Jual Obyek Pajak Ketidaksesuaian antara teori dengan hasil temuan dari penelitian ini adalah tidak dilaporkannya faktor-faktor yang kontribusinya cukup besar dalam penentuan Nilai Jual Obyek Pajak, dan berbagai macam alasan lainnya.

Keyword : tax, accounting, selling value tax object

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2312/

Penerapan metode gross-up dalam penghitungan pajak penghasilan pasal 21 pegawai tetap sebagai suatu cara untuk penghematan (efisiensi) pajak penghasilan pada PT. “XYZ” di Surabaya

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SANJAYA, LEO

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya penghematan Pajak Penghasilan bagi perusahaan yang ditimbulkan melalui penerapan metode Gross-up terhadap penghitungan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 pegawai tetap dengan cara memberikan tunjangan pajak. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan penelitian studi kasus pada PT. “XYZ” yang berlokasi di kota Surabaya. Penelitian ini mempertimbangkan faktor kebijakan pemerintah terbaru mengenai PPh Pasal 21 yang ditanggung pemerintah yang menyebabkan berkurangnya jumlah tunjangan pajak yang dikeluarkan perusahaan bagi pegawai tetapnya. Melalui penelitian ini diperoleh hasil bahwa metode Gross-up pada dasarnya memberikan penghematan pajak bagi perusahaan, tetapi jumlah penghematan yang dihasilkan tidak lebih besar dari biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam bentuk tunjangan pajak.

Keyword : tax, accounting, gross-up method

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2378/

Penentuan nilai jual objek pajak bumi dan bangunan pada pusat perbelanjaan “X”

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : , MEIDYLISA

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya pembangunan pusat perbelanjaan yang membawa keuntungan bagi penerimaan negara di sektor pajak yakni pajak bumi dan bangunan. Untuk menentukan besarnya PBB perlu ditentukan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang merupakan dasar pengenaan pajak bumi dan bangunan. Karena pusat perbelanjaan adalah jenis objek komersial atau diperuntukkan menghasilkan pendapatan, maka penentuan nilai jualnya dapat ditentukan dengan pendekatan biaya dan pendekatan kapitalisasi pendapatan. Tujuan penelitian adalah untuk menentukan nilai jual objek pajak bumi dan bangunan dengan pendekatan biaya dan pendekatan kapitalisasi pendapatan serta mengetahui seberapa besar selisih NJOP diantara kedua pendekatan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan studi kasus pada pusat perbelanjaan “X”. Pendekatan biaya menggunakan data tanah dan bangunan secara fisik sedangkan pendekatan kapitalisasi pendapatan menggunakan data pendapatan, biaya operasional, serta metode dan tingkat kapitalisasi yang sesuai. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu NJOP dengan pendekatan biaya sebesar Rp. 203.671.000.000,- dan NJOP dengan pendekatan kapitalisasi pendapatan sebesar Rp. 390.770.437.101,-. Terdapat selisih Rp. 187.099.437.101,- dimana NJOP dari pendekatan kapitalisasi pendapatan lebih tinggi.

Keyword : property, tax, accounting

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4941/

Perlakuan akuntansi PPN fasilitas pembebasan bea masuk dan PPN impor tidak dipungut dalam rangka ekspor terhadap harga perolehan bahan baku atas transaksi pembelian bahan baku impor : studi kaus pada

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : HAPSARI, RATIH

Dalam kaitannya dengan kegiatan usaha yang dilakukan oleh pengusaha kena pajak (PKP), kegiatan PKP bervariasi dari kegiatan perdagangan sampai pabrikasi. Dari berbagai macam kegiatan usaha tersebut, kegiatan usaha yang berkaitan dengan pihak di luar pabean salah satunya adalah usaha impor. Aktifitas impor berlangsung karena permintaan barang/ jasa yang tidak dapat dipenuhi oleh pihak dalam negeri sehingga harus mendatangkan dari luar negeri terutama untuk keperluan industri. PT. X, tempat penelitian ini dilakukan adalah perusahaan industri yang sebagian besar bahan bakunya diimpor dari luar negeri dan seluruh produksinya atas bahan baku impor digunakan untuk ekspor. Sebagai sumber penerimaan dalam negeri sektor perpajakan, telah diberikan kemudahan bagi para eksportir berupa fasilitas pembebasan Bea Masuk dan PPN Impor atas bahan baku asal impor. Dalam hal ini, penulis ingin menganalisis perlakuan akuntansi PPn atas transaksi dan kejadian yang berkenan dengan pembelian. Bahan baku impor sebelum menggunakan fasilitas dan sesudah menggunakan fasilitas. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif,dengan studi kasus pada PT. X sebagai perusahaan industri yang telah memanfaatkan fasilitas pembebasan Bea Masuk dan PPN Impor tidak dipungut, yang seluruh hasil produksinya digunakan untuk ekspor. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah perlakuan akuntansi PPN fasilitas pembebasan Bea Masuk dan PPN Impor tidak dipungut. Atas transaksi pembelian bahan-bahan baku impor pada PT. X sudah sesuai dengan standar. Akuntansi keuangan dikaitkan dengan pengukuran, definisi elemen, pengakuan, pengungkapan dan penyajian dalam laporan keuangan telah sesuai dengan akuntansi berterima umum. Adanya faktor resiko apabila PT. X sebagai penerima fasilitas tidak dapat mempertanggungjawabkan bahan baku impor eks fasilitas mengakibatkan PT. X wajib menyelesaikan kewajiban pada negara dengan membayar Bea Masuk (BM) dan PPN Impor serta denda 100% atas Bea Masuk (BM) dan PPN Impor terutang.

Keyword : tax, accounting, custom fee, import value, export

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2321/

Perbandingan pengenaan PPh berdasarkan tarif final dan tarif progressif pada perusahaan real estat : Studi pada PT. “X” di Surabaya

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : MARIA, GRACE

Sering terjadinya perubahan peraturan pajak terutama berkaitan dengan pajak penghasilan pada usaha real estat, tentunya akan menyulitkan bagi perusahaan. Oleh karena itu sejauhmana undang-undang perpajakan telah mengakomodasi permasalahan perpajakan yang dihadapi oleh perusahaan real estat, terutama dalam hal perhitungan pengenaan PPh berdasarkan tarif final dan tarif progressif selama tahun 1999 sampai dengan 2001, serta dampaknya bagi perusahaan real estat maupun bagi fiskal. Hasil akhir penelitian ini membuktikan bahwa perolehan pajak bagi fiskal mengalami penurunan yang sangat drastis, penyebabnya bukan disebabkan penjualan yang lesu namun disebabkan adanya perlakuan tarif progressif, dimana dengan tarif progresif perusahaan memiliki peluang untuk melakukan tax planing. Penelitian ini juga dihubungkan dengan analisa equalisasi yang bertujuan untuk mengetahui berapa jumlah peredaran usaha dan jumlah laba bersih yang mengakibatkan jumlah PPh terutang sama besarnya, baik dihitung dengan tarif final maupun tarif progressif. Selain itu analisa equalisasi digunakan untuk membuktikan bahwa tarif final tidak selalu menyebabkan jumlah taksiran PPh menjadi lebih kecil dibandingkan jumlah taksiran PPh berdasarkan tarif progressif. Demikian juga sebaliknya tarif progressif juga tidak selalu menyebabkan jumlah taksiran PPh menjadi lebih besar dibandingkan dengan jumlah PPh berdasarkan tarif final.

Keyword : tax, accounting, income tax, final tariff and progressif tariff, tax planning, equalization analysis

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2380/

Penerapan akuntansi pajak pertambahan nilai dan pengaruhnya terhadap laporan neraca PT. Aneka Era Baru Sidoarjo

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : TRISNAWATI, MONITA

Beberapa tahun terakhir ini isu harmonisasi Standar Akuntansi Internasional telah menjadi topik yang banyak dibahas pada berbagai forum dalam profesi akuntansi. Globalisasi ekonomi telah menyebabkan para pemakai informasi akuntansi membutuhkan pelaporan keuangan yang dapat membantu pihak yang berkepentingan dalam pengambilan keputusan keuangan yang berskala internasional. Bentuk informasi perusahaan ini adalah laporan keuangan yang menyediakan informasi keuangan pelmahaan yang dibutuhkan pihak internal dalam pengambilan keputusan serta pihak eksternal dalam perusahaan. Jadi sebagai sumber informasi yang penting maka informasi tersebut harus relevan dan dapat diandalkan sebagai dasar pengambilan keputusan yang tepat. Bersamaan dengan pesatnya perkembangan perekonomian salah satu akibatnya adalah timbulnya persaingan. Perusahaan dalam hal ini, ingin selalu mendapatkan pelanggan yang setia, walaupun dengan cara menambah modal kerjanya. Tambahan modal kerja diperlukan untuk membayar PPN yang sudah terutang sejak penyerahan BKP kepada pelanggan. Sedangkan pelanggan sendiri tidak menghendaki pembukaan faktur pada saat penyerahan BKP, tetapi pada batas waktu yang melampaui dalam ketetapan Undang-Undang Perpaja- kan. Hasil pembahasan memberikan kesimpulan bahwa agar perusahaan dapat memberi informasi yang benar dan tepat kepada para pembacanya serta dapat memenuhi prinsip konsistensi dalam penyajian laporan keuangan, disusun berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan (S AK). Perusahaan hendaknya berpedoman pada UU No. 11 tahun 1994 untuk perhitungan PPN-nya, serta perlu untuk memenuhi tuntutan dunia usaha agar betul-betul mandiri dalam pengelolaan manajemen termasuk perpajakannya.

Keyword : accounting, tax, neraca, aneka era baru

Perlakuan akuntansi dan evaluasi terhadap hasil perhitungan pajak penghasilan pada perusahaan asuransi jiwa

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : AYUNINGTYAS, TITIS

Penelitian ini adalah studi kasus, yang dilakukan di perusahaan Asuransi Jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah perlakuan akuntansi terhadap pendapatan dan beban pada PT. “X” serta bagaimanakah perhitungan pajak penghasilan pada perusahaan Asuransi Jiwa. Hasil penelitian ini bahwa perlakuan akuntansi untuk beban khususnya beban klaim asuransi PT “X” menggunakan metode pencatatan dasar kas yang dimodifikasi yakni penggunaan metode pencatatan dasar kas mulai awal tahun, ssedangkan pada akhir tahun menggunakan dasar akrual sehingga beban yang masih harus dibayar dapat ditampakkan dalam laporan keuangan tahun berjalan serta menyimpulkan bahwa pajak penghasilan terutangnya lebih besar daripada perhitungan pajak penghasilan menurut perusahaan.

Keyword : accounting, tax, insurance, income

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4945/

Perlakuan pajak penghasilan untuk pajak yang lebih bayar dan pengaruhnya terhadap laporan keuangan perusahaan konstruksi

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : TABITHA, JOY

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perlakuan pajak penghasilan untuk pajak yang lebih bayar dan pengaruhnya terhadap laporan keuangan perusahaan khususnya bagi perusahaan dibidang jasa konstruksi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, yaitu penelitian terhadap masalah-masalah atau fenomena berupa fakta-fakta yang saat ini ada dalam perusahaan dengan tujuan untuk menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan kondisi objek yang diteliti. Penelitian ini mencoba untuk mengetahui perlakuan Pajak Penghasilan yang lebih bayar dan pengaruhnya terhadap laporan keuangan perusahaan konstruksi dengan studi kasus pada PT “XYZ” Melalui penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa perlakuan Pajak Penghasilan oleh PT “XYZ” atas Pajak Penghasilan yang lebih bayar telah mempengaruhi laporan keuangannya.

Keyword : tax, accounting, income tax

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2340/

Evaluasi aspek perpajakan pada penghasilan atas pengalihan hak tanah dan/atau bangunan dengan instrument tax planning pada PT Belirang Kalisari di Pasuruan

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : LING, MEI

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh PP No. 79 Tahun 1999 pada pajak penghasilan terutang pada PT. Belirang Kalisari di Pasuruan dan memberikan masukan bagi perusahaan agar dapat meminimalkan pajak yarig harus dibayar tanpa melanggar Undang-Undang yag berlaku melalui tax planning. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus yaitu meneliti kasus dengan membandingkan laba kena pajak tahun 2000 dengan PP No. 48 Tahun 1994 dan PP No. 79 Tahun 1999 kemudian melakukan tax planning pada laporan keuangan tahun 2000. Jenis data yang dikumpulkan adalah data kuantitatif berupa laporan rugi Iaba perusahaan dan wawancara serta data kualitatif yang berisi mengenai kebijakan perusahaan Sumber data berasal dari sumber internal perusahaan, sedangkan data eksternal berasal dari berbagai literatur. Hasil penelitian membuktikan bahwa Peraturan Pemerintah No 79 Tahun 1999 menyebabkan pajak penghasilan PT Belirang Kalisari atas penghasilan dari pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan tahun 2000 menjadi lebih besar dibandingkan dengan Peraturan Pemerintah Nu. 48 Tahun 1994. Sedangkan hasil penghematan pajak yang dilakukan dengan instrumen tax planning menunjukkan penghematan pajak untuk pajak penghasilan tahun 2000 sebesar Rp 20.658.194,00 dan beberapa kebijakan operasional bila diterapkan akan mernberikan penghematan pajak lagi dari sisi BPHTB, PBB dari PPN

Keyword : tax, accountingn belirang, kalisari, pasuruan, tax planning

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3183/

Older Posts »

Blog at WordPress.com.