Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah

2009

Evaluasi aspek perpajakan pada penghasilan atas pengalihan hak tanah dan/atau bangunan dengan instrument tax planning pada PT Belirang Kalisari di Pasuruan

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : LING, MEI

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh PP No. 79 Tahun 1999 pada pajak penghasilan terutang pada PT. Belirang Kalisari di Pasuruan dan memberikan masukan bagi perusahaan agar dapat meminimalkan pajak yarig harus dibayar tanpa melanggar Undang-Undang yag berlaku melalui tax planning. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus yaitu meneliti kasus dengan membandingkan laba kena pajak tahun 2000 dengan PP No. 48 Tahun 1994 dan PP No. 79 Tahun 1999 kemudian melakukan tax planning pada laporan keuangan tahun 2000. Jenis data yang dikumpulkan adalah data kuantitatif berupa laporan rugi Iaba perusahaan dan wawancara serta data kualitatif yang berisi mengenai kebijakan perusahaan Sumber data berasal dari sumber internal perusahaan, sedangkan data eksternal berasal dari berbagai literatur. Hasil penelitian membuktikan bahwa Peraturan Pemerintah No 79 Tahun 1999 menyebabkan pajak penghasilan PT Belirang Kalisari atas penghasilan dari pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan tahun 2000 menjadi lebih besar dibandingkan dengan Peraturan Pemerintah Nu. 48 Tahun 1994. Sedangkan hasil penghematan pajak yang dilakukan dengan instrumen tax planning menunjukkan penghematan pajak untuk pajak penghasilan tahun 2000 sebesar Rp 20.658.194,00 dan beberapa kebijakan operasional bila diterapkan akan mernberikan penghematan pajak lagi dari sisi BPHTB, PBB dari PPN

Keyword : tax, accountingn belirang, kalisari, pasuruan, tax planning

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3183/

Advertisements

Pengakuan pendapatan dan beban menurut undang-undang perpajakan no. 10 tahun 1994 dalam rangka penyusunan laporan keuangan fiskal pada PT. Miraitech Cipta Machinery di Surabaya

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : , ANNI

PT. Miraitech Cipta Machinery, Surabaya adalah perusahaan industri yang bergerak dibidang pengolahan kayu dan berlokasi di jalan Tambak Oso Wilangon. Perusahaan diberikan kepercayaan untuk menghitung, memotong, menyetorkan pajak penghasilan perusahaan sehingga perusahaan harus benar-benar mengerti dan memahami UU no 10 tahun 1994 yaitu tentang Pajak Penghasilan. Perusahaan harus membuat laporan keuangan fiskal sebagai lampiran pengisian SPT PPh. Jenis penelitian yang digunakan adalah data kuantitatif yaitu berupa okumen, angka-angka yang terdapat dalam laporan keuangan serta data kualitatif yaitu data-data berupa cacatan perusahaan seperti gambaran umum perusahaan atau sejarah perusahaan. Sumber data diambil dari sumber internal yaitu melalui wawancara langsung dengan direktur serta dari data perusahaan yang ada. Berdasarkan Perhitungan Pajak Penghasilan perusahaan yaitu dalam hal pengakuan pendapatan dan beban. Pendapatan yang dimasukkan harus benar-benar merupakan obyek pajak penghasilan dan biaya-biaya yang dikeluarkan perusahaan merupakan biaya yang sesuai dengan undang-undang no 10 tahun 1994 pasal 6. Oleh karena itu perusahaan tetap menyusun laporan keuangan yang ditujukan kepada pihak luar selain pajak dengan menggunakan pedoman SAK seperti yang selama ini yang dilakukan perusahan. Sedangkan untuk melaporkan dan membayar pajak maka dapat diserahkan laporan keuangan komersial dengan menyertakan koreksi fiskal sehingga tidak menimbulkan kesalahan. Hasil pembahasan memberikan kesimpulan bahwa agar badan usaha dapat memberikan informasi yang sama atas laporan keuangannya kepada para pemakainya serta dapat memenuhi prinsip konsistensi dalam penyajian laporan keuangan, maka laporan keuangan tersebut disusun dengan tetap berdasarkan pada Standart Akuntansi Keuangan (SAK), sedangkan untuk keperluan perhitungan pajak penghasilan terutang diadakan koreksi fiskal atas laba sebelum kena pajak, mengenai pengaruh perbedaan waktu dan perbedaan tetap. Selain laporan keuangan juga dijelaskan mengenai metode penyusutan aktiva tetap yang dipakai, sehingga diperoleh laporan keuangan yang lengkap, benar serta relevan sesuai dengan kondisi badan usaha.

Keyword : tax, accounting, miraitech cipta machinery, fiskal

Penerapan anggaran fleksibel dengan metode abc sebagai alat pengendalian biaya produksi di PT. “X”

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SUNYOTO, ILHAM

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah penerapan anggaran fleksibel dengan menggunakan metode ABC sebagai alat untuk pengendalian biaya produksi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan penelitian studi kasus pada PT. “X” yang berlokasi di kota Surabaya. Manajer bagian produksi merupakan unit analisis dalam penelitian ini. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa kuantitatif atas berbagai data yang terkumpul, diolah dan dibandingkan dengan landasan teori yang diperoleh dari kepustakaan. Penelitian membuktikan bahwa anggaran fleksibel dengan menggunakan metode ABC memiliki kelebihan sebagai alat pengendalian biaya produksi

Keyword : tax, accounting, flexible budget

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2343/

Perlakuan akuntansi pajak pertambahan nilai pada capital lease dalam rangka penyajian laporan keuangan fiskal PT. X Sidoarjo

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : WAHYUDI, ADI

Saat ini Penulis sedang melakukan penelitiandi PT.X mengenai Perlakuan Akuntansi Pajak Pertambahan Nilai terhadap Transaksi Sewa Guna Usaha dengan hak opsi. Penulis menggunakan jenis penelitian disknptif yaitu penelitian yang menggambarkan perencanaan, perhitungan dan pelaporan untuk mengetahui perlakuan PPN terhadap transaksi sewa guna usaha dengan hak opsi dalam PT.X, dengan desain penelitian studi kasus. Penelitian dilakukan di PT.X yang ada di kota Sidoarjo. Penulis melakukan penelitian karena ingin mengetahui perlakuan akuntansi PPN atas transaksi sewa guna usaha (financial lease), dalam kaitannya dengan pencatatan PPN untuk transaksi tersebut dalam rangka penyaj ian laporan keuangan PT.X. Adapun batasan masalah yang penulis bahas adalah mengenai perlakuan PPN yang dikenakan terhadap transaksi sewa guna usaha dengan hak opsi dalam rangka penyajian laporan keuangan PT.X yang wajar. Penulis membatasi penelitian dengan menetapkan jenis sewa guna usaha yaitu sewa guna usaha dengan hak opsi. PT.X bertindak sebagai pihak yang memiliki barang modal dan menyewa guna usahakan barang modal tersebut. PT.X berlaku sebagai supplier dan lessor. Penulis dalam melakukan perhitungan dan pencatatan transaksi sewa guna usaha dengan hak opsi menggunakan metode capital lease, yaitu pembelian suatu barang atau jasa yang telah disewa oleh orang lain yang akan membeli barang modal tersebut. Penulis juga memakai metode dengan beberapa cara yaitu dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Setelah penulis melakukan penelitian, ternyata perusahaan telah melakukan pencatatan PPN yang terutang dalam transaksi sewa guna usaha dengan hak opsi secara benar, tariff yang dikenakan sesuai dengan aturan Pemerintah yaitu sebesar 10% dan pengaruhnya di dalam laporan keuangan PT.X berpengaruh di laporan rugi laba yaitu menambah laba perusahaan dan di neraca menambah piutang serta mengurangi aktiva PT.X

Keyword : accounting, fianncial statements, tax, sidoarjo, capital lease

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3205/

Tinjauan relevansi aktiva tetap menurut pajak serta pengaruhnya terhadap laba kena pajak perusahaan “X”

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : APRIYANTI, SUSY

PT “X” adalah perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang industri karpet. Sejak masa berdirinya hingga saat ini PT “X” telah memiliki aktiva tetap berupa tanah, bangunan , mesin dan peralatan, kendaraan serta inventaris dan instalasi yang telah menjadi faktor pendukung dalam operasi perusahaan. Dikarenakan krisi ekonomi yang melanda Indonesia akhir-akhir ini aktiva tetap tersebut dirasakan perlu untuk direvaluasi atau dilakukan penilaian kembali guna kewajaran penyajian laporan keuangan terutama dalam kaitannnya dengan biaya-biaya yang timbul akibat penggunaan aktiva dengan penghasilan. Dari sini penulis merumuskan permasalahan: Bagaimana PT “X” melakukan revaluasi aktiva tetap serta bagaimana pengaruhnya terhadap laba kena pajak perusahaan. Aktiva tetap yang boleh direvaluasi adalah aktiva tetap yang umurnya paling sedikit lima tahun, masih digunakan dalam operasi perusahaan, serta tidak dimaksudkan untuk dialihkan atau dijual. Sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam Keputusan Menteri Keuangan No.507/KMK.04/1996 tanggal 13 Agustus 1996, tentang Penilaian Kembali Aktiva Tetap Perusahaan, maka aktiva tetap PT “X” memenuhi syarat untuk dinilai kembali dan panilaian dilakukan oleh lembaga penilai yang diakui pemerintah (Appraisal Company). Dalam melakukan revaluasi akan timbul selisih antar nilai pasar wajar aktiva tetap yang direvaluasi dengan nilai bukunya. Selisih ini akan dimasukkan ke dalam neraca perusahaan golongan Modal Sendiri dengan nama perkiraan PPH final sebesar 10% setelah terlebih dahulu dikompensasikan dengna kerugian-kerugian tahun-tahun sebelumnya jika ada. Jenis penelitian yang digunakan penulis adalah penelitian deskriptif dengan tinjauan terhadap landasan teori dengan menggunkan obyek penelitian PT “X”. Jenis data dalam penelitian ini adalah data primer, yang diperoleh langsung dari PT “X” dan data sekunder, yang diperoleh dari sumber-sumber lain. Data-data ini bersifat kualitatif dan kuantitatif. Setelah dilakukan perhitungan estimasi laba kena pajak sebelum dan sesudah dilakukannya revaluasi aktiva tetap, maka hasil akhir analisa penelitian terhadap revaluasi aktiva tetap PT “X” dapat disimpulkan bahwa tindakan revaluasi pada saat tingkat suku bunga tinggi kurang menguntungkan jika dibandingkan keharusan untuk membayar PPh final sebesar 10% atas selisih lebih penilaian kembali aktiva tetap. Penurunan laba kena pajak akan mengakibatkan pajak penghasilan yang harus dibayar PT “X” manjadi berkurang.

Keyword : accounting, aktiva, tax

Penghitungan pajak penghasilan atas jasa konstruksi

Filed under: Uncategorized — Tags: , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : INDRASUBRATA, GINA

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana cara penghitungan Pajak Penghasilan baik untuk pengusaha golongan kecil maupun pengusaha golongan menengah dan besar khususnya bagi pengusaha dibidang jasa konstruksi. Hal ini sesuai dengan KMK no 559/KMK.04/2000, serta Keputusan Dirjen Pajak no Kep-176/PJ./2000 yang terakhir diubah dengan Keputusan Dirjen Pajak no Kep-96/PJ./2001 Metode yang digunakan yaitu penghitungan pajak final untuk pengusaha yang kemampuan pengadaan sampai dengan Rp 1 miliar (kualifikasi K1, K2 dan K3) dan penghitungan pajak tidak final untuk pengusaha yang kemampuan pengadaan diatas Rp 1 miliar (kualifikasi M1, M2 dan B). Penelitian selanjutnya menyangkut penghitungan tarif pajak penghasilan final dan pajak penghasolan tidak final yang penulis bandingkan untuk mengetahui tarif yang seimbang serta adil baik untuk fiskus, perusahaan klasifikasi kecil, menengah dan besar.

Keyword : tax, accounting

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2351/

Koreksi fiskal pajak penghasilan dan koreksi pajak pertambahan nilai terhadap transaksi transfer pricing di PT. “X”

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : , SUGIHARTO

Persaingan yang ketat di era globalisasi menuntut perusahaan memenuhi permintaan pasar yang selalu meningkat dari tahun ke tahun. Dalam menunjang kegiatan bisnis, PT. “X” melakukan transaksi, baik dengan pihak yang memiliki hubungan istimewa, maupun dengan pi hak yang tidak memiliki hubungan istimewa. Perlakuan istimewa yang diberikan oleh PT. “X” kepada pihak yang memiliki hubungan istimewa menimbulkan nilai transaksi transfer pricing menjadi tidak wajar. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu adanya koreksi fiskal pajak penghasilan dan koreksi pajak pertambahan nilai atas transaksi transfer pricing tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui koreksi fiskal pajak penghasilan dan koreksi pajak pertambahan nilai terhadap transaksi transfer pricing yang dilakukan oleh perusahaan. Metode yang dilakukan dalam menilai kewajaran transaksi transfer pricing yang dilakukan perusahaaan adalah metode Comparable Uncontrolled Price. Data perbandingan yang digunakan dalam metode ini adalah data perbandingan harga kepada pihak yang tidak memiliki hubungan istimewa. Perlakuan istimewa yang dilberi kan oleh PT. “X” membawa pengaruh terhadap meningkatnya pajak penghasilan kurang bayar. Selain itu PT. “X” harus membayar kekurangan dari pajak pertambahan nilai yang seharusnya dipungut dari pembeli pada saat melakukan transaksi.

Keyword : tax, accounting, transfer, pricing, income, transaction

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3216/

Implementasi manajemen pajak sebagai upaya legal untuk meminimalkan pajak yang terutang bagi wajib pajak badan (Studi kasus pada PT. PAR Sidoarjo)

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SURADJI, JOHANNA

Pembangunan nasional di suatu negara diselenggarakan oleh masyarakat bersama dengan pemerintah. Untuk menunjang Pembangunan nasional tersebut, sumber penerimaan dalam negeri merupakan faktor yang sangat mendukung. Selama ini, sumber penerimaan dalam negeri terpusat pada penerimaan sektor pajak. Pada tahun 2000, komposisi penerimaan sektor pajak dalam negeri non migas mencapai 82%. Oleh karena itu, komposisi penerimaan sektor perpajakan diupayakan terus meningkat tiap tahunnya. Kenaikan peranan penerimaan sektor perpajakan dapat diwujudkan karena adanya pembaruan sistem perpajakan disertai dengan partisipasi yang konstruktif dari masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan adanya kesadaran masyarakat akan kewajibannya untuk membayar pajak atas penghasilan yang diterimanya. Demikian pula dengan PT. PAR selaku Wajib Pajak Badan. Untuk meningkatan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak secara jujur dan bertanggung jawab harus disertai dengan peningkatan pelayanan yang baik. Tidak dipungkiri, bahwa masih ada wajib pajak (WP) yang menganggap pajak sebagai biaya yang dapat merugikan ataupun mengurang jumlah pendapatan perusahaannya. Untuk mengantisipasi hal tersebut, dapat dilakukan suatu tindakan manajemen pajak secara legal. Manajemen pajak ditujukan untuk upaya meminimalkan pajak. Pada umumnya manajemen pajak adalah suatu tindakan atau pemikiran yang merujuk hepada proses merekayasa usaha dan transaksi WP atau kelompok WP sedemikian rupa sehingga utang pajaknya berada dalam jumlah minimal dengan cara memanfaatkan keelemahan-kelemahan (loopholes) tanpa melanggar ketentuan perpajakan yang ada untuk tujuan mengurangi beban pengeluaran perusahaan yang tidak lebih dari jumlah yang seharusnya. Dengan demikian Wajib Pajak Orang Pribadi maupun Wajib Pajak Badan dapat meminimalkan jumlah pajak yang terutangnya tanpa harus melanggar UU perpajakan yang ada. Berbagai penghematan pajak dapat dilakukan atas perkiraan yang terdapat di dalam Neraca maupun Laporan Laba Rugi, seperti perkiraan dalam lingkup biaya penyusutan, pengadaan aktiva, persediaan, serta biaya gaji dan kantor.

Keyword : tax, accounting, legal

Evaluasi perhitungan pajak penghasilan karyawan pada perusahaan home industri di Surabaya

Filed under: Uncategorized — Tags: , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : KURNIANINGSIH, ERMIN

Home Industri “X” adalah suatu bidang usaha yang bergerak di bidang manufaktur. Dalam usahanya home industri “X” memproduksi barang-barang pecah belah, perlengkapan dapur mulai dari plastik sampai dengan yang terbuat dari stainless, kompor, alat/peralatan listrik, dan juga sebagai supplier untuk pedagang eceran. Dan dalam kaitannya dengan pajak, home industri ini diharuskan untuk menghitung, memotong, dan menyetorkan pajak penghasilan pasal 21 pengembalian hasil karyawan. Telah diambil suatu kebijakan dalam perusahaan bahwa beban pajak penghasilan karyawan ditanggung oleh karyawan perusahaan. Melalui evaluasi perhitungan ya ng dilakukan oleh peneliti dalam menghitung pajak penghasilan pasal 21 penghasilan karyawan akan dapat dilihat apakah perhitungan yang sudah dilakukan oleh home industri sudah sesuai dengan undang-undang perpajakan atau tidak yaitu undang-undang nomor 17 tahun 2000. Jadi dapat diambil kesimpulan bahwa penerapan sangat penting sekali khususnya bagi kebijakan perusahaan dimana pajak penghasilan karyawan pasal 21 ditanggung oleh perusahaan.

Keyword : tax, accounting

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2353/

Perlakuan pajak pertambahan nilai atas impor inden serta pengaruhnya terhadap laporan keuangan fiskal PT. “X” di Surabaya

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : NYOTO, VILIA

PT.”X” adalah perusahaan distribusi kompresor pendingin dengan merek “Mycom” dari Jepang di Surabaya. Kegiatan utama PT.”X” adalah bergerak di bidang usaha perdagangan impor, terutama perdagangan impor untuk kompresor pendingin. Selain melaksanakan impor untuk perusahaan sendiri PT.”X” juga melaksanakan impor inden dengan mendapatkan jasa impor sebesar 0,5% – 1% dari nilai impornya. Transaksi seperti ini menimbulkan pengaruh terhadap laporan keuangan perusahaan pada pos persediaan, sehingga harus dihitung besarnya Harga Pokok Penjualannya. Hasil akhir analisa penelitian terhadap PT.”X” dapat disimpulkan bahwa dengan mempertimbangkan keuntungan dan kerugian dari impor inden dan impor sendin, maka dimasa yang akan datang impor inden dapat menjadi salah satu alternatif usaha yang menguntungkan.

Keyword : tax, accounting, financial report

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3291/

Older Posts »

Create a free website or blog at WordPress.com.