Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah

2009

Transformerless tv power supply

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : EKO, DANAN

Berkembangnya teknologi computer vision dan image processing di dunia dewasa ini menyediakan kemungkinan baru untuk membuat suatu sistem yang dapat membantu manusia dalam pengenalan suatu citra digital. Face Recognition Menggunakan Metode Linear Discriminant Analysis (LDA) ini dibuat untuk mengenali wajah seseorang berdasarkan beberapa image dari orang tersebut yang sudah dimasukkan ke sebuah sistem database.Tugas akhir ini juga sekaligus ingin membandingkan antara 2 metode yang sering digunakan, yaitu PCA (Principal Component Analysis) dan LDA (Linear Discriminant Analysis). Selain itu, dalam tugas akhir ini akan digabungkan kedua metode tersebut untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal dengan waktu proses yang lebih singkat. Program face recognition ini dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman Borland Delphi 6.0. Pada akhir program, dibuat sebuah sub-program untuk melakukan testing mengenali wajah seseorang dengan menggunakan jumlah image training dan image test yang berbeda-beda. Dari data tersebut akan dilihat recognition percentage dari masing-masing algoritma. Recognition percentage maksimum didapat sebesar ? 80 %. Nilai ini akan berubah sesuai dengan jumlah image training yang dimiliki. Sistem ini dapat dikembangkan dengan menggabungkan program ini dengan program pelacak wajah (face tracking ) untuk sistem keamanan di bandara sebagai sistem keamanan dari teroris atau pembajak.

Keyword : transformerless, television, power suplly, computer vision, image processing

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3898/

Peningkatan produktivitas di PT. Panggung Electronic Corporation

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : DHARMADJI, FENNY

Magang kerja sebagai Tugas Akhir ini dilakukan di PT. Panggung Electric Corporation. Pembahasan yang dilakukan hanya meliputi departemen televisi khususnya Final / Packing Assembly Line. Perusahaan ingin meningkatkan produktivitas dengan upaya mengurangi idle time dan defect. Metode yang dipakai adalah keseimbangan lintasan dan pengendalian kualitas. Dari hasil perancangan keseimbangan lintasan didapat elemen kerja operator yang lebih seimbang, jumlah operator optimal dan peningkatan output produksi. Untuk 14 inch jumlah tenaga berkurang dari 32 operator menjadi 30. Sedangkan untuk 20 inch jumlah tenaga berkurang dari 34 operator menjadi 32. Pengendalian kualitas yang telah dilakukan menunjukkan adanya penurunan dari jenis penyebab defect yang terjadi, dimana hal ini merupakan salah satu cara dalam meningkatkan produktivitas.

Keyword : television, line balancing, quality control

Sumber : http://repository.petra.ac.id/849/

Evaluasi publik terhadap iklan komersial televisi (studi kasus di kota Surabaya dan kota Solo)

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SANTOSO;, LIENAWATI

Keberadaan sebuah televisi merupakan sarana transformasi informasi, namun di sisi lainnya juga dianggap sebagai media komersial sebagi media pengiklanan sebuah produk. Namun dari perspektif sosial, iklan yang ditayangkan televisi juga mengandung nilai-nilai yang bermanfaat bagi publik, dan di sisi lain juga memungkinkan terdapatnya dampak negatif. Berdasarkan pada nilai setiap indikator variabel bebas (laten eksogen) yang . 0 (nol), hipotesis penelitian yang menyatakan bahwa marketplace information, buying confidence, informasi citra sosial, nilai hiburan, materialisme, kesesuaian nilai, dampak terhadap anak-anak, dampak ekonomi, TV bebas, dan manipulasi mempengaruhi penilaian masyarakat terhadap iklan televisi dapat diterima. Berdasarkan pada nilai T-value yang paling tinggi diantara faktor-faktor lainnya (-5,75), maka hipotesis yang menyatakan bahwa faktor: “dampak iklan terhadap anak-anak” adalah faktor yang berpengaruh dominan terhadap penilaian masyarakat terhadap iklan televisi dapat diterima. Hal ini menunjukkan bahwa semakin berdampak negatif sebuah iklan terhadap anak-anak, maka penilaian publik semakin rendah.

Keyword : television, commercial advertisement, public evaluation

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4579/

Analisis pengaruh durasi dan pengulangan pada iklan di media televisi dengan efektifitas iklan (studi kasus iklan sandal New Era)

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : LING;, HOK

Globalisasi pang melanda dunia telah merubah tata cara berbisnis perusahaan- perusahaan nasional dan multinasional. Perkembangan dunia usahapun sekarang ini menyebabkan timbulnya persaingan dimana-mana. Perusahaan-perusahaan harus semakin kreatif dalam menciptakan produknya. Untuk mendukung bisnisnya, perusahaan tidak lepas dengan dunia periklanan yang merupakan suatu investasi untuk menunjang segala bentuk aktivitas perekonomian. Oleh karena itu, perusahaan harus semakin aktif dalam mempromosikan keunggulan produknya agar dapat bersaing. Para produsen harus mampu merebut pasar, untuk itu perusaham mengeluarkan berbagai jenis produk yang di harapkan dapat membuat konsumen tertarik, mengetahui, dan membeli produk perusahaan.

Keyword : sales, promotion, marketing, research, new era, television

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1042/

Persepsi pemirsa televisi Surabaya mengenai tayangan program acara “Sorot” di Global TV

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : DHARMAYUKTI, SAHISNU

Tayangan “Sorot” dikategorikan sebagai program informasi berjenis soft news. Pada bulan Agustus 2006 yang lalu “Sorot” merubah konsep liputannya menjadi sebuah News Documentary. Untuk itu peneliti tertarik untuk meneliti persepsi pemirsa Surabaya mengenai tayangan program “sorot” di global tv. Subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pemirsa Surabaya yang tersebar di 5 wilayah Surabaya yang berada di wilayah Surabaya Timur dengan jumlah 400 orang. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif, sedangkan teknik analisis datanya menggunakan statistik deskriptif dalam bentuk tabulasi silang dan tabulasi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pemirsa Surabaya mempunyai persepsi baik mengenai tayangan rogram “Sorot” di Global TV.

Keyword : television, information program, perception

Sumber : http://repository.petra.ac.id/5319/

Gus Dur speech styles in the Jaya Suprana’s show of the Televisi Pendidikan Indonesia station

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : WILANSARI, MEIZA

This study deals with the speech style used by Gus Dur in terms of television dialog. Gus Dur?s speech styles are considered unique since what he always says can cause controversy in different circles of society. His jokes and controversial statements are considered as `his own style?. This study wants to know the types of Gus Dur?s speech styles and his speech style, which occupies the highest occurrence. This is a qualitative study and she takes the data from Jaya Suprana?s show on November 2000 broadcast by Televisi Pendidikan Indonesia. The writer applied Martin Joos? theory of speech style, which is divided into five categories; frozen, formal, consultative, casual and intimate as her main theory completed by Gleason, Kridalaksana and Nababan. In analyzing the data, firstly the writer read and underlined Gus Dur?s sentences. Secondly she identified Gus Dur?s sentences based on the classification of speech styles whether they are frozen, formal, consultative, casual or intimate. Thirdly, she analyzes all the sentences based on the characteristics given by each style. Then, she put them on the tables that the characteristics shown clearly. At last she will see from each table which one occupies the highest occurrence. Through the analysis, the writer found that there are three speech styles produced by Gus Dur in Jaya Suprana show. They are formal styles, consultative styles and casual styles. Consultative styles occur mostly, followed by casual styles and at last, formal styles, which occupy the third rank. The findings of this research can show Gus Dur?s unique personality particularly in his way of speaking or his `speech styles?. Moreover, the writer concludes that Gus Dur?s speech styles are considered unique since they can reflect Gus Dur?s easygoing personality which don?t take serious important matters, can be considered satire which can cause pro and contra in society and can offend some certain circles of society. Admitedly, his jokes, which are a part of his speech styles, can also calm a strained situation in society.

Keyword : laguage, indonesian, sosiolinguistics, speech, gus dur, television

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2319/

Pengaruh iklan Pocari Sweat versi “Bangun Tidur” terhadap sikap pemirsa televisi Surabaya

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : KUSUMA, FRANSISCA

Televisi merupakan media massa yang memiliki kelebihan bila dibandingkan dengan media lainnya. Kelebihan televisi terletak pada komponen audio visualnya. Kelebihan yang dimiliki oleh televisi ini sering digunakan oleh perusahaan untuk menayangkan iklannya, hal ini digunakan sebagai salah satu cara untuk mengkomunikasikan pesan yang ingin disampaikan oleh perusahaan kepada publik tentang produknya. Begitu pula yang dilakukan oleh PT. Amerta Indah Otsuka, perusahaan ini menggunakan iklan Pocari Sweat dengan berbagai versi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh iklan pocari sweat versi bangun tidur terhadap sikap pemirsa televisi Surabaya, dengan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode eksplanasi. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah pengaruh iklan Pocari Sweat versi bangun tidur terhadap sikap pemirsa televisi Surabaya adalah signifikan.

Keyword : advertising, television, attitude

Sumber : http://repository.petra.ac.id/5339/

The function of conversational code switching in episodes “bancak Doyok” and “Setyawati” of RCTI “Ketoprak Humor”

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : , JOSEPHINE

This thesis is a study of code switching in one of the traditional play programs in RCTI, one of the Indonesian private television channels. The program that is chosen for this study is a popular traditional play `Ketoprak Humor?. The writer is interested in code switching because she notices that the use of code switching has made the performance more interesting. Moreover, this program usually contains many code switchings that need to be discussed. Therefore, this study is an attempt to make a description of the functions of conversational code switching occuring in the episodes of Ketoprak Humor entitled ‘Bancak Doyok’ and ‘Setyawati’ by analysing the languages used by the characters in their dialogues. Several theories of sociolinguistics such as theory of bilingual linguistic repertoire and Gumperz? theory of conversational code switching are employed as they help to understand conversational code switching. From the analysis, the writer finds that there are six function of conversational code switching, i.e. Quotation, Addressee Specification, Interjection, Reiteration, Message Qualification, Personalization vs Objectivization. Among the six functions of code switching, Personalization vs Objectivization has the highest occurrence. It is more dominant than other functions because the characters in `Ketoprak Humor? usually try to contrast their personal and objective message to the television audiences. Since the players perform the play in a spontaneous way and they are free to express themselves, so the characters used six types of conversational function of code switching.

Keyword : sociolinguistics, conversation, ketoprak, doyok, bancak, setyawati, television

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2557/

Sikap pemirsa kelurahan Airlangga Surabaya terhadap iklan Djarum Super Mezzo di televisi

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : DIANA, VANNY

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sikap pemirsa di Kelurahan Airlangga Surabaya terhadap tayangan iklan Djarum Super Mezzo melalui Televisi. Penelitian ini melibatkan 250 responden yang berjenis kelamin laki-laki dan merupakan kalangan eksekutif muda. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Hasil statistik deskriptif menunjukkan bahwa mayoritas responden menilai bahwa komponen-komponen dalam iklan ditampilkan dengan baik yaitu sebesar 59.2%. Selanjutnya, sikap responden terhadap iklan juga positif yang ditunjukkan dari besarnya pemirsa yang memiliki sikap bagus atau mendukung terhadap iklan tersebut yaitu sebesar 57,6%. Berdasarkan analisis ketergantungan menunjukkan bahwa sikap pemirsa dan komponen iklan memiliki hubungan ketergantungan yang ditunjukkan dari besarnya koefisien kontingensi sebesar 0,594 dengan expected count less than 5 pada 44,4% dan pada tingkat signifikansi 0,000.

Keyword : attitude, advertisement, television, advertisement component

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4896/

The study of speech acts in Dawson’s Creek tv serial

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : YAP, MELDA

Speech acts play an important role in human?s interaction because when we say something, we do not deliver only the meaning of the utterance but also the intended meaning beyond it. We can find speech acts in daily conversation even in a TV serial. The writer is interested in analyzing speech acts on TV serial because TV serial presents complete forms of speech acts. This study uses Searle?s speech acts theory as well as Hurford and Heasley to investigate the conversations used by Dawson’s Creek serial. She also uses Hymes? context of the situation to determine the propositional meaning and the illocutionary act. She used Internet web side to search the script. The data was divided into scenes and then described the scene based on context of the situation. She identified speech act utterances of the conversations produced by the characters to analyze the propositional meaning and the illocutionary act then the results were put into a table. The writer found that most of the utterances in Dawson?s Creek serial had propositional meanings except three utterances bye, hello, and hi that categorized as non propositional meaning. A variety of illocutionary acts occurred in this film such as apologizing, complimenting, complaining, assuring, advising, etc. In this case, context of the situation played a significant part to determine the propositional meaning and the illocutionary act.

Keyword : english, spoken, dawson, creek, serial, television

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3148/

Older Posts »

Blog at WordPress.com.