Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah

2009

Perancangan dan pembuatan sistem informasi administrasi di Continuing Education Centre Universitas Kristen Petra

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : RADJASA, FEBIANA

Continuing Education Centre (CE) atau Pusat Pendidikan Berkelanjutan yang berada di Universitas Kristen Petra adalah lembaga yang menyediakan jasa pendidikan berupa training, in house training, workshop, dan seminar. Target pesertanya adalah mahasiswa, alumni serta para praktisi. Saat ini sistem administrasi yang terdapat di CE masih manual dan belum terintegrasi sehingga sebagian besar penanganan proses administrasi tidak dapat dilakukan dengan cepat. Tujuan dari tugas akhir ini adalah untuk merancang dan membuat sistem informasi administrasi pada CE yang terintegrasi dan bersifat multi user. Selain itu juga untuk meningkatkan efisiensi dalam menangani seluruh kegiatan administrasi CE. Proses pembuatan program diawali dengan analisis kegiatan administrasi yang meliputi program yang diadakan oleh CE, keuangan, publikasi, surat, inventaris, perhitungan Break-Even Point. Kemudian dibuatlah desain sistem yang meliputi Flowchart, DFD, dan ERD, serta desain tabel sampai pada pemrograman. Sistem operasi yang digunakan adalah Windows 2000 Server. Pembuatan database menggunakan SQL Server 2000. Pembuatan program aplikasi menggunakan Borland Delphi 7. Dengan adanya program aplikasi yang menangani sistem administrasi di CE ini maka terdapat pencatatan mulai dari program-program CE, keuangan, surat, inventaris, dan publikasi. Pembuatan laporan dapat dilakukan secara otomatis. Keamanan lebih terjamin karena tiap pengguna dibatasi untuk mengakses data menurut tanggung jawab dan wewenangnya.

Keyword : administration information system, education, training

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1665/

Pengaruh materi dan metode training I-IV terhadap manfaat training I-IV bagi mahasiswa program Manajemen Perhotelan Universitas Kristen Petra

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : FRANCISCA, MARIA

Training I-IV yang diadakan oleh Program Manajemen Perhotelan didesain sebagai bentuk peningkatan kemampuan dan keahlian yang dibutuhkan dalam industri hotel dan restoran, seperti knowledge, skill dan attitude. Pembentukan karakter mahasiswa yang berjiwa perhotelan adalah tujuan utama diadakannya training I-IV. Oleh karena pentingnya tujuan tersebut, dalam pelaksanaannya perlu diperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi jalannya training. Materi dan metode merupakan dua faktor penting diantara beberapa faktor lain yang mempengaruhi pemberian manfaat dari training I-IV tersebut, dimana keduanya harus berjalan beriringan agar mencapai manfaat training I-IV secara maksimal.

Keyword : training, material, method, hotel management

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1797/

How Indonesian trainees deal with the culture shock toward the Dutch culture in Golden Tulip Schiphol

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SOEGIANTO;, ERIC

Every nation has its own culture, which influences the way of how they live their life everyday. Problems start to occur when certain people with certain culture meet with different cultures. These problems are well known as Culture Shock. It can cover, not just the way of living, but also the way of working. This is what Petra Christian University students batch 2000 – 2001 are experiencing at present. Within the writers? final year of study, the writers have the opportunity to have a traineeship at Golden Tulip Schiphol, Holland.

Keyword : hotel, management, personnel, golden tulip schiphol, training

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1976/

Pengaruh antara pemberian pelatihan dan pemberian kompensasi terhadap motivasi kerja karyawan The Westin Surabaya

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : FANI, LOEKITO;

Penulis melihat fenomena yang tejadi sewaktu penulis menjalani training di restoran “X”, The Westin Surabaya ada pernyataan bahwa kompensasi yang diberikan perusahaan kurang meinadai sehingga dapat menyebabkan penurunan terhadap motivasi kerja karyawan, selain itu karyawan juga kurang termotivasi untuk mengkuti pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan oleh perusahaan yang sifatnya tidak wajib. Pelatihan sendiri menurut Linda Jerris dibagi menjadi 2, yaitu: off The Job Training dan On The Job Training, Sedangkan kompensasi menurut Dittmer and Griffin dibagi menjadi 4 bagian, yaitu: Kompensasi finansial secara langsung, kompensasi fianansial secara tidak langsung, kompensasi non finansial yang berhubungan dengan pekerjaan, dan kompensasi non finansial yang berhubungan dengan lingkungan keja. Teori Motivasi itu sendiri menurut Dessler terbagi atas: motivasi finansial dan motivasi non finansial. Pada penelitian ini, sampel diambil berdasarkan teknik probability sampling tipe purposive random sampling, yaitu pengambilan sampel secara acak dan jumlah minimal sampel yang diambil berdasarkan jumlah keseluruhan populasi (karyawan) yang ada. Penelitian ini menggunakan riset konklusif deskriptif, yaitu penelitian yang menguraikan secara spesifik pola hubungan variabel-variabel yang mempengaruhi dan dipengaruhi dan dikembangkan atas dasar sampel random yang mewakili seluruh populasi. Untuk mengetahui faktor mana yang lebih dominan diantara kedua variabel bebas tersebut, maka digunakan uji F dan uji t. Uji F fungsinya untuk mengetahui pengaruh kedua variabel bebas tersebut terhadap variabel tergantung secara serempak. Uji t fungsinya untuk mengetahui salah satu dari kedua variabel bebas tersebut yang leblh dominan pengaruhnya terhadap variabel tergantung secara parsial. Dan analisis data tersebut didapat F hitung (78,840) > F tabel (3,093), maka Ho ditolak dan Hi diterima, yang berarti secara simultan atau keseluruhan variabel bebas yaitu pelatihan (X1) dan kompensasi (X2) berpengaruh secara nyata terhadap variabel tergantung yaitu motivasi kerja (Y). Dan perhitungan didapat t hitung sebesar 7,299. Karena t hitung 7,299 > t tabel 1,984, maka Ho ditolak pada level of significant 5 %. Sehingga secara parsial pelatihan (X1) berpengaruh secara nyata terhadap motivasi (Y). Dari perhitungan. juga didapat t hitung sebesar 8,170. Karena t hitung 8,170 > t tabel 1,984, maka Ho ditolak pada level of significant 5 %. Dengan demikian secara parsial kompensasi berpengaruh secara nyata terhadap motivasi . Motivasi kerja karyawan The Westin Surabaya dapat dilihat dari kontribusi variabel kompensasi sebesar 40,70 %, dimana pengaruhnya lebih besar daripada variabel pelatihan sebesar 35,40 % dan sebanyak 41% responden mengnginkan adanya outbond training Iagi dihubungkan dengan pertanyaan yang ada di kuisioner mengenai prioritas yang paling utama bagi responden dalam bekerja sebanyak 5 1% menganggap lingkungan kerja adalah yang paling utama.

Keyword : hotel, personnel, management, westin, training, motivation, surabaya

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1982/

Analisa pengaruh pelatihan kerja dan pendidikan terhadap peningkatan prestasi kerja karyawan bagian produksi pada PT Urip Sugiharto di Pekalongan

Filed under: Uncategorized — Tags: , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : NURALIM, EDDY

Penelitian ini akan menentukan kategori dari pelatihan kerja dan pendidikan terhadap prestasi kerja serta efeknya terhadap karyawan produksi PT Urip Sugiharto di Pekalongan dengan menggunakan tehnik pengambilan sampel berdasarkan jumlah karyawan yang sedang mengikuti pelatihan. Analisis data yang digunakan berupa uji -T. Hasil penelitian menunjukan bahwa karyawan produksi PT Urip Sugiharto mengalami perbedaan tingkat hasil sebelum diadakan pelatihan dan sesudah diadakan pelatihan. Efek dari pelatihan kerja yang dialami oleh karyawan produksi akan meningkatkan prestasi karyawan maupun perusahaan. Jadi teori yang menyebutkan bahwa pelatihan kerja berpengaruh terhadap prestasi kerja sangat sesuai dengan praktek yang ada di PT Urip Sugiharto Pekalongan.

Keyword : training, appraisal

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3236/

Perancangan interior gedung pelatihan pada rumah singgah bagi anak jalanan di Surabaya

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : DEWI, CHRISTINE

Gedung Pelatihan pada Rumah Singgah bagi Anak Jalanan ini merupakan salah satu fasilitas yang disediakan untuk memenuhi kebutuhan anak jalanan dalam bidang pendidikan dan ketrampilan nonformal. Ada beberapa ketrampilan yang diberikan, yaitu memasak, menjahit, daur ulang, sablon, musik, menggambar, drama / teater, dan tata rias/ tata rambut. Selain ketrampilan, juga disediakan fasilitas les untuk sekolah dasar hingga sekolah menengah umum. Berbagai penyuluhan tentang kesehatan, moral dan kewirausahaan juga sering diadakan pada gedung pelatihan tersebut. Sesuai dengan tujuannya sebagai fasilitas pendidikan maka konsep perancangannya mengacu pada keseimbangan peningkatan kecerdasan emosional dan kecerdasan intelijen yang merupakan prinsip dasar pendidikan. Berdasarkan konsep di atas maka dalam desainnya terdapat elemen-elemen interior yang diharapkan dapat menstimulasi semangat belajar, kreatifitas dan sosialisasi.

Keyword : training, emotional intelligence, intelectual intelligence, stimulation

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3529/

Peranan pelatihan kerja terhadap penilaian prestasi kerja karyawan non produksi di PT. Untung Bersama Sejahtera (UBS)

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SETIAWIJAYA;, TOMMY

Penelitian dilakukan di PT. Untung Bersama Sejahtera yaitu merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang industri perhiasan dari emas dengan pasar sasaran dalam negeri dan luar negeri. Data yang dipergunakan adalah data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner. Jumlah sampel yang digunakan adalah 128 orang karyawan bagian non produksi. Analisis dilakukan dengan menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel pelatihan yang meliputi waktu pelatihan, metode maupun materi pelatihan secara serempak berpengaruh signifikan terhadap prestasi kerja karyawan dengan kontribusi sebesar 57,0%. Hasil analisis dan pengujian secara parsial terbukti bahwa waktu pelatihan (X1) berpengaruh signifikan terhadap prestasi kerja karyawan dengan kontribusi sebesar 14,6%. Metode pelatihan (X2) berpengaruh signifikan terhadap prestasi kerja karyawan karyawan dengan kontribusi sebesar 12,0%. Demikian juga materi pelatihan (X3) berpengaruh signifikan terhadap prestasi kerja karyawan dengan tingkat pengaruh sebesar 26,3%, sedangkan variabel lain diluar pelatihan tidak berpengaruh signifikan terhadap prestasi kerja karyawan.

Keyword : training, evaluation, employee

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4565/

Kesiapan auditor kantor akuntan publik di Surabaya dalam melakukan audit berbantuan komputer (TABK)

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SETIAWAN, ROBBY

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi kesiapan auditor Kantor Akuntan Publik yang ada di Surabaya dalam melakukan Audit Berbantuan Komputer. Teknik analisis yang dipakai adalah analisis statistik deskriptif dan pengujian Friedman dengan memakai alat bantu berupa program SPSS. Menurut hasil pengujian faktor yang paling dominan dapat membuat auditor siap untuk melakukan TABK adalah pengalaman auditor. Faktor selanjutnya yang mempengaruhi adalah keahlian/ kompetensi di bidang komputer dan pendidikan. Dan faktor terakhir yang paling lemah pengaruhnya dapat membuat auditor siap untuk melakukan TABK adalah pelatihan.

Keyword : auditors readiness, education, experience, training, competence in computer area, computer assisted audit tools

Sumber : http://repository.petra.ac.id/5528/

Analisa pengaruh pelatihan dan pemberian insentif terhadap peningkatan prestasi kerja karyawan operasional food and beverage service Hotel Shangri-La Surabaya

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SAKSONO;, YUSTINA

Hotel Shangri-La Surabaya adalah hotel berbintang lima yang mengutamakan kualitas pelayanannya. Kualitas tersebut dapat dilihat dari prestasi kerja yang dimiliki oleh para karyawan. Dalam usaha untuk meningkatkan prestasi kerja karyawannya, Hotel Shangri-La mengadakan berbagai program pelatihan dan pemberian insentif. Pelatihan adalah usaha untuk meningkatkan ketrampilan karyawan. Sedangkan pemberian insentif adalah suatu bentuk pembayaran langsung yang dikaitkan langsung dengan kinerja atau prestasi kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari pelatihan dan pemberian insentif yang diterapkan oleh Hotel Shangri-La Surabaya terhadap prestasi kerja para karyawannya, khususnya karyawan operasional food and beverage service.

Keyword : Shangri-La Hotel Surabaya, performances, training, incentives, operational food and beverage service employees

Pengaruh pelatihan, insentif dan suasana kerja terhadap kinerja karyawan di PT. Sinar Indah Perkasa

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : GUNAWAN;, WILLIAM

Penelitian ini untuk difokuskan pada faktor pelatihan, insentif dan suasana kerja, dimana penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pelatihan, insentif dan susana kerja terhadap kinerja karyawan di PT. Sinar Indah Perkasa. Populasi serta sampel dalam penelitian ini adalah karyawan PT. Sinar Indah Perkasa dengan menggunakan metode sensus yaitu teknik pengambilan sampel dengan menyertakan seluruh populasi yang ada yaitu karyawan PT. Sinar Indah Perkasa. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda. Sedangkan hasil analisis didapatkan pelatihan yang diadakan pada PT. Sinar Indah Perkasa berpengaruh secara positif terhadap kinerja karyawan. lnsentif yang diberikan PT. Sinar lndah Perkasa berpengaruh secara positif terhadap kinerja karyawan. Suasana kerja yang ada dalam PT. Sinar Indah Perkasa berpengaruh secara posi tif terhadap kinerja karyawan.

Keyword : training, incentive, working condition, employees performance

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1514/

Older Posts »

Blog at WordPress.com.