Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah

2009

Studi perhitungan voltage drop dan losses per penyulang menggunakan Electric Transient Analyzer Program PLN APJ Surabaya Selatan

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : CHARLES, WIN

Peranan listrik sangat vital seiring dengan perkembangan suatu daerah. Kebutuhan akan listrik juga dapat dikatakan sebagai tolak ukur kemajuan suatu daerah. Daerah Surabaya Selatan merupakan daerah yang terdiri dari perumahan, industri, pertokoan, mal dan hotel, serta sekolah dan universitas memerlukan efisiensi operasional yang optimal Program ETAP Power Station versi 4.0 merupakan program untuk membantu perhitungan voltage drop dan losses dengan mudah. Dengan memasukkan data dan gambar single line diagram pada program dan disimulasikan maka sudah didapat hasil perhitungan voltage drop dan losses berupa data dan gambar Sebagai media pembelajaran, perhitungan voltage drop dan losses dengan menggunakan ETAP 4.0 diterapkan pada 18 penyulang APJ Surabaya Selatan. Rata-rata voltage drop 18 penyulang PLN APJ Surabaya Selatan adalah 0,43 kV (2,2 %) dengan tegangan operasi sebesar 20 kV. Losses total 18 penyulang PLN APJ Surabaya Selatan sebesar 893,3 kW dengan daya total 120491,80 kW maka % Losses adalah 0,7 %

Keyword : 20 kv feeders, voltage drop, losses, etap 4.0 version program, electric power, transmission, distribution

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3994/

Analisis pengaruh induksi sambaran petir tak langsung terhadap tegangan pada kawat saluran udara tegangan menengah 20 kV

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : ARIYANTO, YANUAR

Sambaran petir dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu sambaran petir langsung dan sambaran petir tak langsung. Ketinggian tiang saluran distribusi maupun kawat salurannya yang rendah menyebabkan saluran 20 kV tidak pernah terkena sambaran petir langsung. Bagi Saluran Udara Tegangan Menengah 20 kV sambaran petir tak langsung dapat mengakibatkan timbulnya tegangan induksi pada kawat saluran distribusi. Tegangan induksi ini dapat menyebabkan terjadinya tegangan berlebih yang dapat menyebabkan kerusakan pada peralatan listrik dan berbahaya bagi manusia. Dari hasil simulasi dengan menggunakan program MATLAB didapatkan hasil grafik yang menggambarkan respon perambatan tegangan dan arus pada saluran. Ketinggian saluran distribusi sangat berpengaruh terhadap besarnya tegangan yang dapat menginduksi saluran.

Keyword : lightning, induced, overvoltages, electric power, distribution, transmission

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4059/

Perancangan dan pembuatan aplikasi e-commerce untuk mendukung customer relationship management di supermarket Bonnet

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : , FATMANINGSIH

Saat ini persaingan dibidang bisnis semakin ketat, karena banyaknya usaha-usaha baru yang muncul dan berkembang. Bonnet yang bergerak dibidang bisnis supermarket tentunya bersaing dengan bisnis supermarket yang lainnya, seperti supermarket Hero, hypermarket Giant dan lain-lain. Dengan adanya persaingan dibidang bisnis yang semakin ketat ini, mendorong Bonnet untuk memperluas pemasaran dan meningkatkan pelayanan terhadap pelanggannya yaitu dengan merancang dan membuat aplikasi e-commerce yang menyediakan layanan 24 jam untuk mempertahankan pelanggan yang ada dan menarik pelanggan baru. Pembuatan aplikasi e-commerce dimulai dengan membuat desain dari sistem yang digunakan perusahaan saat ini. Setelah model terbentuk lalu dikonfirmasikan dengan user, untuk memperoleh kesatuan pandangan. Kemudian tahap selanjutnya adalah merancang database yang digunakan untuk menyimpan data. Program aplikasi e-commerce ini dibuat dengan menggunakan Macromedia Dreamweaver MX dengan PHP sebagai bahasa script dan MySQL Front sebagai penyimpan database. Hasil dari perancangan aplikasi yang dibuat adalah web e-commerce yang dapat membantu pelanggan untuk melakukan pembelian 24 jam dan membantu Bonnet untuk memperluas daerah pemasaran. Kesimpulan yang diperoleh dari pengujian program yang dilakukan oleh pelanggan dan administrator yaitu bahwa program ini sudah berjalan dengan baik sesuai dengan keinginan user.

Keyword : data, transmission, database, design, telemarketing, e-commerce application, customer, relationship , mysql

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4140/

Perancangan dan pembuatan sistem informasi penelitian berbasis web di pusat penelitian Universitas Kristen Petra

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : PRAWIRO, TONY

Pusat Penelitian Universitas Kristen Petra ialah lembaga yang berdiri di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM). Dalam melakukan update isi situs Puslit, webmaster harus melakukan editing file HTML dan manipulasi file data secara manual, yaitu melalui transfer file (FTP). Sehingga, waktu webmaster banyak terbuang dan webmaster harus memiliki pengetahuan mengenai FTP dan HTML. Selain itu, sivitas akademik yang ingin mempublikasikan karyanya harus menunggu webmaster dari Puslit untuk melakukannya, sehingga memakan banyak waktu. Tujuan dari tugas akhir ini ialah : a. Meningkatkan kemudahan bagi pengguna-pengguna situs Puslit dalam mengakses informasi penelitian Puslit. b. Menyediakan solusi yang praktikal, efisien, dan efektif bagi webmaster Puslit dan sivitas akademik dalam melakukan update isi situs Puslit sehingga situs Puslit dapat lebih up-to-date dan memakan lebih sedikit waktu dan tenaga dalam melakukan update isi situs. c. Menyediakan suatu tool untuk keperluan analisa performance penelitian. Sistem ini akan dibangun pada komputer server dengan sistem operasi Linux, database MySQL, HTML sebagai bahasa mark-up, dan PHP sebagai scripting engine-nya.

Keyword : data, transmission, database design, web, information system, research

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4249/

Pengaruh perubahan arus saluran terhadap tegangan tarik dan andongan pada sutet 500 KV di zona Krian

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : CHANDRA, VICKY

Saluran transmisi udara umumnya menggunakan konduktor jenis ACSR (Alumunium Conductor Steel Reinforced) yang memiliki batas temperatur kerja yang diizinkan sebesar 90 ?C. Mempertimbangkan peningkatan kebutuhan tenaga listrik yang pesat akhir-akhir ini, maka usaha untuk meningkatkan kapasitas saluran transmisi dilakukan dengan mengoptimalkan kapasitas hantaran arus dari saluran transmisi yang telah ada. Permasalahan utama dari peng-optimalan saluran transmisi tersebut adalah tegangan tarik dan andongan yang timbul pada konduktor tersebut menjadi lebih besar, oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik perubahan arus saluran terhadap tegangan tarik dan andongan konduktor, dengan demikian diharapkan dari hasil penelitian ini akan berguna untuk membangun struktur konstruksi saluran transmisi yang sesuai dengan sifat dari konduktor tersebut. Sebagai model simulasi digunakan saluran transmisi tegangan ekstra tinggi 500 kV jalur Paiton-Krian dengan data-data konduktor ACSR yang sesuai dengan yang ada di lapangan. Temperatur konduktor dihitung berdasarkan persamaan keseimbangan panas. Metode Ruling Span digunakan untuk menentukan panjang span equivalen. Sementara itu metoda Catenary digunakan untuk menghitung tegangan tarik dan andongan konduktor tersebut. Berdasarkan hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan adanya perubahan arus saluran dari 10 Ampere menjadi 850 Ampere mengakibatkan terjadinya peningkatan temperatur konduktor sebesar 125.94 % dan penurunan tegangan tarik sebesar 36.38 % serta terjadi peningkatkan pada andongan sebesar 26.82 %.

Keyword : transmission, acsr (aluminium conductor steel reinforced), electric power

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3931/

Studi penggunaan cubicle 20 KV double incoming dengan ATS untuk pelanggan diatas 1 MVA pada PLN distribusi Jawa Timur

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : TANTYO, ANDY

Jawa Timur merupakan salah satu pusat perdagangan, peridustrian, pariwisata yang sedang berkembang. Dalam pengembangannya diperlukan faktor-faktro pendukung, salah satunya adalah sumber daya listrik yang kebutuhannya semakin lama semakin meningkat. Dalam industri besar terutama untuk Pelanggan Tegangan Menegah (TM), perlu diterapkan penggunaan cubicle. Cubicle ditinjau dari penggunaannya terdiri dari Cubicle Single Incoming dan Cubicle Double Incoming. Cubicle Single Incoming dicatu oleh satu penyulang. Jika penyulang tersebut ada gangguan, maka pelanggan akan padam selama penyulang tersebut masih ada gangguan. Cubicle Double Incoming dicatu oleh dua penyulang. Penyulang 1 sebagai penyulang normal dan penyulang 2 sebagai penyulang standby. Dimana penyulang normal akan bekerja terlebih dahulu dan penyulang standby akan bekerja jika penyulang normal ada gangguan di phasa S atau penyulang normal trip. Pindahnya catu daya yang bekerja dari penyulang normal ke penyulang standby melalui media ATS dalam waktu 0,1 detik. Jadi penggunaan Cubicle Double Incoming lebih andal daripada Cubicle Single Incoming karena adanya cadangan catu daya dari penyulang standby.

Keyword : cubicle, 20 kv, double incoming, ats, electric power, transmission, transformer

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3938/

Studi perencanaan penambahan (double) jumper SUTM 20 kV pada penyulang Pondok Chandra GI Rungkut PLN UJ Rungkut APJ Surabaya Selatan

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : MESTIKO, YUDO

Pondok Candra merupakan suatu wilayah/kawasan perumahan yang cukup padat. Oleh karenanya harus direncanakan suatu sistem kelistrikan yang baik dari PLN agar pendistribusian listrik kepada konsumen dapat terlayani dengan sebaik – baiknya. Analisa data menunjukkan perbedaan nilai tahanan pada double jumper lebih kecil sebesar 16% daripada tahanan pada single jumper. Dengan perbedaan nilai tahanan tersebut, pemakaian double jumper pada sistem jaringan penyulang Pondok Candra bisa menekan 0.30% losses yang terjadi, khususnya pada jumperan yang masih memakai sistem single jumper. Dengan losses yang lebih kecil pada jaringan Penyulang Pondok Candra, maka kontinuitas pendistribusian listrik kepada konsumen dapat terlayani lebih baik.

Keyword : jumper, electric power, distribution, transmission, transformer, pondok chandra, rungkut, surabaya

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3944/

Studi perencanaan sistem operasi penyulang 20 kv akibat penambahan tiga GIS baru di PLN APJ Surabaya Selatan

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SANTOSO, YUDI

Dengan penambahan tiga GIS baru menyebabkan sistem operasi penyulang berubah, karena penyulang yang semulanya panjang dipotong menjadi pendek. Hal ini menyebabkan voltage drop semakin kecil demikian juga losses-nya, karena jarak antar penyulang semakin pendek. Tiga GIS baru yang ditambahkan adalah GIS Wonokromo, GIS Simpang, GIS Kupang. Dengan penambahan tersebut maka voltage drop rata-rata turun dari 5,6% menjadi 3,75% dan losses rata-rata turun dari 1,97% menjadi 1,26%. Dengan Voltage Drop yang lebih kecil pada jaringan Penyulang, maka kontinuitas pendistribusian listrik kepada konsumen dapat terlayani lebih baik.

Keyword : 20 kV feeder, substation, electric power, distribution, transmission

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3953/

Studi perencanaan penyediaan catu daya 10,3 MVA bandara internasional Juanda Surabaya dengan sistim 2 penyulang 20 kV PLN APJ Surabaya Selatan

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : YAPI, WELLY

Jawa Timur merupakan pusat perdagangan dan pariwisata yang sedang berkembang pesat. Salah satu obyek pengembangan adalah Bandara Internasional. Dalam pengembangannya diperlukan faktor-faktor pendukung, salah satunya adalah catu daya listrik ke Bandara Internasional. Beban listrik diperkirakan akan naik mencapai 2x beban semula, yaitu 5540 kVA menjadi 10300 kVA. Oleh sebab itu akan ditambah suplai listrik baru untuk memenuhi keperluan Bandara Internasional tersebut. Suplai listrik di catu dari Gardu Induk (GI) Rungkut dengan sistim 2 penyulang 20 kV menggunakan Cubicle Double Incoming dengan Automatic Transfer Switch (ATS). Penyulang Utama adalah Penyulang Rencana Bandara Juanda (SKTM sepanjang 2,097 kms) dan Penyulang Standby adalah Penyulang Eksisting Angkasa Pura (SUTM sepanjang 2,614 kms). Voltage Drop Penyulang Angkasa Pura sebesar 0,21 (1,05 %) dan Penyulang Rencana Bandara Juanda sebesar 0,2 (1 %), terjadi perbedaan 0,05 % lebih bagus di Penyulang Rencana Bandara Juanda (Voltage drop lebih kecil), sedangkan Losses untuk Penyulang Rencana Bandara Juanda lebih kecil dibandingkan dengan Penyulang Angkasa Pura dengan selisih 0,1 %. Ditinjau dari segi keandalan dengan standar, Penyulang Rencana Bandara Juanda memiliki keandalan SAIDI sebesar 2,04 jam / tahun (standar SKTM = 4,36 jam / tahun) dan SAIFI sebesar 0,56 kali / tahun (standar SKTM = 1,2 kali / tahun), berarti untuk SAIDI dan SAIFI masih memenuhi standar.

Keyword : planning, international airport, feeder 20 kV, juanda, electric power, distribution, transmission

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3990/

Create a free website or blog at WordPress.com.