Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah

2009

Pengaruh gradasi butir terhadap kokoh tekan pada campuran agregat dengan PVAC dan co-acrylic

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : GALIH, IDDO

Tema skripsi ini adalah pengaruh gradasi butir terhadap kokoh tekan pada campuran agregat dengan PVAC dan Co-Acrylic. Agregat yang digunakan adalah pasir cor dari Mojokerto. Pasir cor dipilih karena ukuran butirannya cukup variatif sehingga relatif mempermudah penentuan gradasi butirnya. Skripsi ini meneliti gradasi pasir kasar (lolos ayakan ukuran 9.5 mm), pasir halus (lolos ayakan no.4), dan pasir mix (pasir kasar : pasir halus = 50 : 50). Dengan menggunakan tiga macam gradasi butir tersebut dicoba untuk mengetahui seberapa besar pengaruh gradasi butir terhadap kokoh tekan pada campuran agregat dengan PVAC dan Co-Acrylic dalam usaha stabilisasi tanah yang non-kohesif menjadi tanah yang kohesif. Demikianlah secara garis besar kami memberikan gambaran secara abstrak tentang topik / tema skripsi ini.

Keyword : granule gradation, aggregate, PVAC, co-acrylic, unconfined compression strength, non-cohesive soil, cohesive soil

Sumber : http://repository.petra.ac.id/929/

Pengaruh fly ash terhadap sifat kembang susut tanah ekspansif

Filed under: Uncategorized — Tags: , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : CRISTANTO;, ANDY

Sifat kembang susut dari tanah ekspansif merupakan masalah yang cukup sulit dalam bidang teknik sipil. Beberapa metode untuk stabilisasi tanah ekspansif telah banyak dilakukan. Dalam studi ini dilakukan penelitian dari tanah ekspansif dengan fly ash. Fly ash ditambahkan pada tanah ekspansif masing-masing 10%, 15%, 20%, 25%, dan hasilnya dibandingkan dengan tanah asli. Percobaan yang dilakukan meliputi atterberg limit, distribusi butiran, Unconfined Compression Strength (UCS), dan sifat kembang susut. Dalam penelitian ini juga dilakukan percobaan tentang pengaruh lamanya waktu perawatan (curing) terhadap sifat kembang susut dan kekuatan tanah ekspansif. Dari hasil penelitian awal ini didapat bahwa penambahan 20% fly ash pada tanah ekspansif mampu menurunkan pengembangan sebesar 13.2%, demikian pula dengan penambahan 20% fly ash akan menyebabkan penurunan swelling pressure sebesar 0.57 kg/cm”. Kekuatan tanah makin meningkat dengan bertambahnya persentase fly ash yaitu dari 2.17 kg/cm? pada tanah asli menjadi 2.93 kg/cm? pada campuran 25% tanpa curing. Lamanya waktu curing dapat menambah kekuatan tanah campuran yaitu dari 2.93 kg/cm? menjadi 4.29 kg/cm? pada curing 7 hari.

Keyword : fly ash, unconfined compression strength

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1059/

Create a free website or blog at WordPress.com.