Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah

2009

Studi penggunaan aspal emulsi untuk lapis permukaan perkerasan jalan

Author : G, CHRISTIAN

Berkembangnya isu mengenai lingkungan hidup dan penghematan energi secara global, serta makin berkembangnya teknologi mengenai konstruksi jalan, telah memberikan peluang untuk berkembangnya bahan-bahan lain sebagai tanggapan terhadap isu-isu tersebut. Pemakaian aspal emulsi adalah salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti karakteristik sifat campuran DGEM (Dense Graded Emulsion Mixes) type V dan VI serta OGEM (Open Graded Emulsion Mixes), yaitu kadar aspal optimum, kadar bitumen, kekuatan (stability), air void, penyerapan air, tebal film bitumen, tingkat penyelimutan, pengaliran air dan jumlah tercuci. Dari penelitian disimpulkan bahwa DGEM Type VT menghasilkan nilai stabilitas sebesar 1208,4 kg dan air void sebesar 6,2 % serta kadar aspal optimum sebesar 12,6 % yang lebih baik daripada DGEM Type V yang memiliki nilai stabilitas sebesar 1147,7 kg dengan kadar air void sebesar 8,4 % serta nilai kadar asipal optimum sebesar 10,2 % dan OGEM yang memiliki nilai stabilitas sebesar 345,4 kg dan kadar air void sebesar 11,2 % serta kadar aspal optimum sebesar 8%.

Keyword : OGEM, DGEM, optimum asphalt content, bitumen content, stability, air void, water absorption, bitumen film thick, coating, water runoff and washoff

Sumber : http://repository.petra.ac.id/738/

Penelitian awal penggunaan sodium silicate Be 34 R 3,3 dalam meningkatkan mutu beberapa properties campuran mortar

Author : BUDI, GUNAWAN

Penambahan sodium silicate bertujuan untuk meningkatkan beberapa propertis dari campuran mortar antara lain compressive strength, tensile strength, linear shrinkage, water absorpiion, density, dan initial surface absorption. Penelitian ini menggunakan metode taguchi ‘s fractional factorial design untuk membuat 4 variasi mix dengan perbandingan semen: pasir dan kadar sodium silicate yang berbeda. Dari hasil percobaan, didapatkan nilai compressive strength terbesar 7,87 MPa dan terkecil 3,60 MPa, tensile strength terbesar 2,02 MPa dan terkecil 0,30 MPa, linear shrinkage terkecil 0,02 mm dan terbesar 0,10 mm, water absorption terkecii 4,78 % dan terbesar 8,14 %, density terbesar 2,09 gr/cm 3 dan terkecil 1,92 gr/cm 3 , initial surface absorption terkecil 4,53 ml/m 2 s dan terbesar 16,19 ml/m 2 s. Nilai propertis dari 4 macam mix tersebut kemudian dibandingkan terhadap mortar normal. Dari hasil analisa yang dilakukan dapat diketahui bahwa penambahan sodium silicate dapat meningkatkan compressive strength sampai 28 %, tensile strength sampai 80 %, linear shrinkage sampai 79 %, water absorption sampai 30 %, dan initial surface absorption sampai 51 %. Sedangkan untuk density penambahan sodium silicate tidak memberikan manfaat yang berarti. Mix design dengan komposisi semen : pasir = 5:17 dan kadar sodium silicate 2,50 % menghasilkan mortar dengan mutu propertis paling baik.

Keyword : sodium silicate, compressive strength, tensile strength, linear shnnkage, water absorption, density, initial surface absorption

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1571/

Blog at WordPress.com.