Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah

2009

Minat konsumen terhadap aspek gaya desain interior oriental studi kasus : restoran Fajar dan Moi garden di Surabaya

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : , YANNI

Desain Interior dari masing-masing restoran merupakan salah satu daya tarik tersendiri bagi sebuah restoran, karena hal tersebut dapat menunjang kenyamanan para konsumen ketika berkunjung ke restoran tersebut. Desain restoran yang bergaya Oriental banyak memiliki keragaman serta elemen-elemen yang sangat menarik, seperti adanya ukiran-ukiran kayu pada dinding-dinding restoran, ornamen-ornamen yang bernafaskan Oriental seperti penempatan guci, lukisan-lukisan, maupun sentuhan warna-warna yang memperkuat kesan oriental. Restoran Fajar dan Restoran Moi Garden merupakan restoran yang menyediakan makanan Chinese Food, serta memiliki desain interior. Minat konsumen terhadap desain interior restoran oriental merupakan topik utama dalam penelitian. Oleh karena itu, pentingnya penelitian ini untuk mengtehui aspek dari desain oriental ini. Minat konsumen penting untuk diketahui karena akan menjadi dasar bagi penelitian atau sumbangan pemikiran terhadap desain interior di masa yang akan datang. Hasil yang diperoleh dalam penelitian adalah minat konsumen cenderung menyukai desain restoran Fajar, dimana seperti yang telah diketahui restoran Fajar memiliki desain oriental yang cukup kuat. Minat konsumen terhadap aspek gaya desain interior oriental cenderung mengarah kepada restoran Fajar dibandingkan restoran Moi Garden. Berdasarkan analisis kuesioner dikatakan bahwa restoran Fajar memiliki aspek oriental yang cukup kental yang terletak pada perabot, ornamen dan elemen dekoratif (ukiran dan lukisan). Sedangkan restoran Moi Garden memiliki kecenderungan desain oriental yang modern dengan aspek oriental yang paling menonjol adalah pada perabot .

Keyword : restaurant, decoration, consumer preferences, interior, oriental design

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3249/

Kajian fenomenologi pada interior auditorium Universitas Kristen Petra sebagai ruang kebaktian

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : , FERAWATI

Auditorium Universitas Kristen Petra digunakan untuk berbagai kegiatan antara lain sebagai tempat sebagai tempat pelantikan rektorat, kegiatan kemahasiswaan (seperti seminar, mahasiswa baru, dan sebagainya), kebaktian universitas, dan lain-lain. Umumnya, sebuah auditorium tidak digunakan sebagai tempat untuk kebaktian (kebutuhan rohani, kebaktian biasanya dilaksanakan di gereja). Namun, dalam penerapannya auditorium Universitas Kristen Petra digunakan untuk kegiatan tersebut. Hal diatas merupakan sesuatu hal yang tidak lazim, namun masih diterapkan. Sehingga dapat dikatakan penerapan kebaktian di auditorium Universitas Kristen Petra sudah sesuai dengan kebutuhan. Anggapan tersebut tidak dapat dipercaya begitu saja. Oleh karena itu, perlu dilaksanakan penelitian. Adapun penelitian yang cocok adalah penelitian dengan metode fenomenologi pengalaman manusia (pengalaman manusia dalam lingkup menggunakan ruang). Dalam hal ini, peneliti meninjau fenomena pengalaman jemaat dalam auditorium Universitas Kristen Petra Pertama-tama, peneliti akan menganalisis interior auditorium Universitas Kristen Petra dengan teori-teori tentang auditorium. Kemudian mengaitkan hasil dari analisis tersebut dengan pengalaman pemakai (jemaat) dan peneliti dalam mengikuti kebaktian di auditorium Universitas Kristen dan di gereja kristen. Dari kesemuanya tersebut kelak dapat diperoleh kesimpulan yang akan memperjelas realitas yang ada di dalam sebuah ruangan yang tidak dirancang untuk kebaktian.

Keyword : phenomenology, interior, auditorium, worship room

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4180/

Penerapan elemen hias pada interior masjid Al Akbar Surabaya

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : PRILLA, ARINTA

Masjid Al Akbar Surabaya merupakan masjid terbesar II di Indonesia setelah Masjid Istiqlal Jakarta sampai saat ini. Interior masjid tersebut menerapkan elemen hias. Dalam Islam ada larangan visualisasi manusia dan hewan, sehingga muncul jenis elemen hias khas Islam yang bisa dijadikan tolok ukur dalam penerapannya pada interior masjid. Penerapan elemen hias Islam pada masjid dapat dilihat dari unsur interior dan fasilitas penunjang kegiatan (perabot). Peletakkan pada tiap-tiap bidang tersebut mempunyai nilai/makna yang sesuai dengan konsep Islam. Oleh karena itu penelitian bertujuan mengetahui apakah elemen hias yang diterapkan pada interior Masjid Al Akbar Surabaya sudah sesuai dengan aturan-aturan Islam. Hasil yang diperoleh dari penelitian dapat memberikan manfaat berupa pengetahuan tentang bagaimana seharusnya menerapkan elemen hias pada masjid agar tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Hal itu diharapkan pula dapat memberikan masukan bagi perkembangan ilmu desain interior khususnya ruang masjid.

Keyword : mosque, interior, ornament

Perancangan interior kelompok bermain dan taman kanak-kanak Kristen di GBI Bethany Graha Nginden Surabaya

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : EDINA, NOOR

Kelompok Bermain dan Taman Kanak-Kanak ini berlokasi di dalam bangunan gereja. Pada hari biasa fasilitas ini digunakan sebagai fasilitas pendidikan untuk kelompok bermain dan taman kanak-kanak, sedangkan pada hari minggu digunakan sebagai fasilitas sekolah minggu. Fasilitas yang disediakan juga disesuaikan dengan sistem pendidikan Full Day School. Anak-anak usia 2-5 tahun banyak belajar melalui warna oleh karena itu digunakan konsep “Learning with Color ” yang muncul dalam tema “Pelangi” Aplikasi konsep dan tema ini diterjemahkan baik secara filosofi maupun analogi. Selain muncul warna-wama pelangi seperti merah, kuning, hijau dan lain sebagainya, muncul pula bentuk-bentuk yang dinamis namun tetap harmonis seperti halnya pelangi. Bentuk-bentuk yang dinamis ini muncul pula sebagai perwujudan karakter anak-anak itu sendiri yaitu sebagai suatu pribadi yang unik dan senantiasa betumbuh. Selain menggunakan konsep pelangi sebagai konsep ide dasar, fasilitas yang dirancang juga disesuaikan untuk mencapai tujuan perkembangan anak secara maksimal. Dengan menggabungkan antara ide dengan tujuan maka diharapkan perancangan ini dapat mencapai hasil yang maksimal, sehingga dapat dipertanggungjawabkan baik secara desain maupun fungsinya.

Keyword : school, decoration, interior, kindergarten, nginden, surabaya, church

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3270/

Studi akulturasi budaya Jawa dengan tradisi Buddhist pada Maha Vihara Majapahit Trowulan, Jawa Timur

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : LIMANTO, KURNIAWAN

Maha Vihara Majapahit merupakan sebuah tempat beribadah umat beragama Buddha yang berlokasi di Desa Bejijong, Kota Mojokerto, Jawa Timur. Objek penelitian menggunakan desain interior dan arsitektur ruang Dhammasala yang mengacu pada akulturasi budaya Jawa dengan tradisi Buddhist. Interior ruang Dhammasala ini mengandung identitas budaya Jawa, antara lain arsitektur hingga ragam hias Jawa. Dalam penelitian ini yang dibahas ialah sejauh mana proses akulturasi budaya Jawa dengan tradisi Buddhist dapat diterapkan pada objek penelitian, pengumpulan data dilakukan dengan studi referensi,observasi, dan wawancara langsung dengan membandingkan antara budaya Jawa dengan tradisi Buddhist pada ruang Dhammasala Maha Vihara Majapahit, menggunakan metode deskriptif dengan tabel yang disertai gambar, dan foto, maka dapat diketahui pola akulturasi budaya Jawa dengan tradisi Buddhist pada ruang Dhammasala tersebut, kondisi yang paling dominan terjadi adalah absorbsi budaya Jawa kedalam tradisi Buddhist, hal ini terjadi karena adanya aplikasi budaya Jawa yang dominan kedalam sebuah Vihara yang menganut tradisi Buddhist.

Keyword : aculturation of culture, interior, majapahit wihara

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4224/

Pengaruh aspek sosial budaya pada interior hotel Niagara di Lawang

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SANJAYA, FERRY

Pengaruh Aspek Sosial Budaya Pada Interior Hotel Niagara di Lawang adalah sebuah penelitian yang mengambil perspektif kurun waktu fase kolonial (1900- 1942), fase dimana bangunan hotel Niagara mulai didirikan. Pada fase ini terdapat sistim pelapisan sosial yang melahirkan adanya persaingan antar individu untuk mendapatkan sebuah penghargaan atau pengakuan kehormatan sosial di kalangan masyarakat lapisan tengah (Cina). Bentuk interaksi persaingan (kompetitif) masyarakat Cina guna mendapatkan penghargaan atau pengakuan kehormatan sosial itu dihadapinya dengan mengacukan aspek kehidupannya pada golongan masyarakat lapisan atas, yaitu Eropa. Demikian pula dengan Liem Sian Yu yang merupakan bagian dari masyarakat lapisan tengah (Cina) sebagai subyek dalam perancangan bangunan hotel Niagara, apa yang dialaminya dalam berinteraksi, yaitu bersaing dalam mendapatkan sebuah ‘penghargaan’ atau pengakuan kehormatan aktualisasi dirinya dari masyarakat di sekitarnya pada masa itu, diwujudkan pada pengacuan gaya, pemilihan dan pengolahan bahan, pemakaian prinsip desain keseimbangan pada salah satu wujud benda hasil kebudayaan milik Liem Sian Yu, yaitu kondisi fisik desain ruang dalam bangunan hotel Niagara.

Keyword : influence, culture, social aspect, colonial phase, interior, hotel niagara

Perancangan interior full time training in Jakarta (FTTJ) di Bukit Sentul – Bogor

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : LAKSONO, TRI

Proyek perancangan ini merupakan proyek yang bergerak dalam bidang kerohanian. Tujuan lembaga ini adalah untuk memperlengkapi orang-orang muda dengan pengetahuan yang benar kepada iman Kristen. Perancangan ini dilakukan khusus pada Ruang Kelas dan ruang Multifungsi. Sesuai dengan teladan dalam Alkitab yang mengajarkan tentang Tubuh Kristus, maka konsep perancangan Interior ini mengacu pada “Kawanan domba” dengan tema “Kehangatan dan Keakraban”. Oleh karena itu dalam perancangannya, Interior FTTJ menggunakan bahan-bahan yang “hangat dan akrab” serta komposisi garis dan bidang yang tetap memiliki kesatuan.

Keyword : full time, interior, design concept, bukit sentul, jakarta

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3282/

Kajian fenomenologi pada interior Gereja Maria Assumpta di Klaten

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : , FARISA

Gereja Maria Assumpta di Klaten merupakan salah satu gereja karya Romo Mangun yang berkonsep Rumah Jawa. Konsep ini diterapkan untuk mewujudkan gereja Pasca Konsili Vatikan II, di mana gereja sebagai Paguyuban Akrab Para Beriman yang Serba Sederhana. Secara umum gereja ini dianggap telah memenuhi persyaratan arsitektural dan desain interior. Anggapan ini menjadi berbeda bila ditinjau dari fenomenologi. Peneliti bermaksud mengungkap fenomena yang ada dari sudut pandang pengalaman umat dalam menggunakan ruang dengan menggunakan metode keterlibatan dan eksplorasi bersama (joint encounter and exploration) untuk proses analisis datanya. Dalam metode ini, peneliti (sebagai orang yang memiliki pengetahuan tentang arsitektur/desain interior) dan orang-orang yang diteliti bersama-sama mengungkap dan menggali pengalaman bersama. Pengalaman bersama ini akan mengungkap fenomena berbeda dari anggapan umum yang cenderung menganggap Gereja Maria Assumpta sebagai sebuah bangunan yang berkonsep rumah Jawa telah memenuhi persyaratan arsitektural dan desain interior.

Keyword : phenomenology of experience, interior, maria assumpta church

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4229/

Perancangan Interior museum gamelan di Surabaya

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : LISTYANI, ELVIRA

Perancangan Inlerior Museum Gamelan di Surabaya ini dibuat untuk memberikan suatu wadah yang dapat membangkitkan minat masyarakat akan kebudayaan daerah khususnya alat musik gamelan Jawa. Museum Gamelan ini merupakan museum yang memberikan informasi, pendidikan ,dan rekreasi, dimana harus memperhatikan organisasi ruang, sirkulasi ruang, fasilitas yang mendukung fungsi ruang untuk penyampaian informasi kepada masyarakat, dan estetika ruang. Sarana yang terdapat didalamnya meliputi area pamer utama, area pamer temporer, ruang karawitan, toko souvenir, dan kafe. Konsep perancangan berawal dari tujuan museum gamelan itu sendiri, yaitu dengan menciptakan suasana yang memadukan budaya jawa dengan komposisi modern. Konsep tersebut dapat mempengaruhi perancangan perabot, elemen-elemen interior, dan unsur-unsur dekoratifnya.

Keyword : gamelan museum, interior, design concept

Sumber : http://repository.petra.ac.id/709/

Studi interior pada rumah abu Han di Surabaya

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : ERNAWATI, MARIA

Rumah Abu Han yang terletak di Jalan Karet 72 Surabaya merupakan salah satu bangunan peninggalan Cina pada masa penjaja han Belanda di Surabaya. Rumah ini dibangun pada tahun 1843 oleh Han Bwee Koo, salah seorang anak Han Siong Kong yang menjadi Kapitein der Chineezen pada masa kolonial Belanda. Sampai sekarang, kondisi fisik rumah ini masih utuh dan terpelihara dengan baik. Rumah Abu Han ini bersifat private dan menjadi milik bersama seluruh keturunan keluarga Han Siong Kong saja, digunakan oleh keturunan keluarga Han sebagai rumah sembahyang kepada para leluhur keluarga mereka yang telah meninggal, pada peringatan hari tertentu atau acara tertentu. Perwujudan fisik interior Rumah Abu Han merupakan refleksi nilai-nilai sosial budaya, tradisi, dan gaya hidup pemiliknya dan juga masyarakat setempat, sebagai faktor nonfisik dominan. Namun, pengaruh kondisi lingkungan alam sekitar dan iklim setempat pada masa itu sebagai faktor fisik juga tidak dapat diabaikan. Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa wujud fisik interior Rumah Abu Han secara keseluruhan memperlihatkan adanya perpaduan pengaruh yang harmonis antara unsur gaya Cina, Belanda, dan Jawa.

Keyword : dusty house of han, Interior, cultural influence, decoration, chiness home

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3317/

Older Posts »

Blog at WordPress.com.