Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah

2009

Jam digital dengan output suara

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SUGIYANTO, ANTON

Pembuatan tugas akhir ini didasarkan dari keinginan untuk mempermudah orang buta untuk mengetahui waktu dengan mudah. Oleh karena itu dibuat jam digital yang dapat mengeluarkan suara. Dengan penambahan kemampuan untuk menyatakan hari, tanggal dan alarm membuat jam tersebut menjadi lebih lengkap. Jam ini dibuat dengan menggunakan sebuah mikrokontroler yang mengatur komponen lainnya, seperti LCD ( Liquid Crystal Display ), RTC ( Real Time Clock ) dan APR6008 ( IC suara ). Data waktu, hari dan tanggal diambil dari RTC ditampilkan pada LCD dan suara disimpan di APR6008. Jam ini menggunakan dua macam power supply, yaitu baterai 9 volt atau supply 9 volt. Jam ini dilengkapi dengan keypad untuk mengontrol jam tersebut, antara lain untuk mengatur jam, hari, tanggal maupun alarm, dan untuk membunyikan suara yang menunjukkan waktu atau tanggal sekarang. Dari hasil penelitian didapat ketepatan waktu yang cukup baik, sehingga tidak perlu sering mencocokkan jam maupun menitnya. Suara yang dikeluarkannya cukup keras sehingga dapat didengar pemakai hingga jarak lebih kurang dua meter.

Keyword : digital clock, apr6008, sound, output, microcontroller

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3894/

Advertisements

Sistem parkir prabayar

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : JAYA, EDWIN

Sistem parkir yang berlaku saat ini masih dilakukan secara manual dan memiliki beberapa kelemahan, antara lain sering terjadinya praktik korupsi yang dilakukan oleh juru parkir, penarikan biaya parkir secara serampangan, dan tingkat keamanan yang masih kurang. Dari permasalahan di atas timbul suatu gagasan untuk melakukan pembayaran parkir dengan sistem prabayar menggunakan kartu chip . Tujuan pembuatan tugas akhir ini adalah penggunaan kartu chip sebagai alat pembayaran parkir. Metode yang digunakan adalah penggunaan mikrokontroler untuk menghitung biaya parkir dan melakukan pengurangan saldo kartu chip, mencatat data-data yang diperlukan (seperti nomor pelat kendaraan, nomor ID alat, dan kode pengaman) ke dalam kartu chip, dan melakukan proses penyetoran secara elektronik dengan menggunakan komputer. Kartu chip yang digunakan adalah kartu chip ISO 7816 tipe AT24C08SC, namun pada tugas akhir ini diganti PCB yang berbentuk kartu chip ISO 7816 dengan Serial EEPROM. Sistem telah dapat berjalan dengan baik, hal ini dibuktikan dengan melakukan setiap proses yang diperlukan baik untuk perangkat pengisian maupun perangkat parkir. Sistem ini berukuran 199 x 175 x 48,5 mm, dengan berat 670 gram, menggunakan catu daya 9 volt DC.

Keyword : prepaid parking system, microcontroller, chip card

Sistem pembacaan kwh meter dengan metode bluetooth

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SUWITO, HERU

Saat ini pencatatan pemakaian listrik yang dilakukan oleh petugas PLN dilakukan secara manual yaitu dengan cara melihat langsung di kWh meter. Cara manual tersebut memiliki resiko terjadinya kesalahan penulisan (human error). Untuk mengatasi keadaan tersebut dibuat microcontroller dengan teknologi wireless. Dalam tugas akhir ini yang dibahas adalah teknologi bluetooth. Dengan cara ini petugas lapangan PLN dapat melakukan pencatatan dengan mudah. Selain itu penggunaan bluetooth lebih efektif, tidak membutuhkan media penulisan (buku tulis) dan dapat menghemat waktu. Pada hardware terdapat kWh meter type 2CMA180894R1000 yang diproduksi oleh DeltaPlus milik ABB. Pulse dari kWh meter diterima oleh microcontroller AT89C2051, kemudian disimpan dalam memori AT24C01A. Setelah diterima dan disimpan, kemudian dikelola oleh microcontroller AT89S51. Data yang diterima dari microcontroller AT89C2051 akan ditampilkan pada LCD. Pada microcontroller AT89S51 terdapat bluetooth module yang dapat langsung dihubungkan ke microcontroller yaitu EmbeddedBlue TM 500. Melalui Bluetooth module ini digunakan sebagai penghubung antara microcontroller AT89S51 dengan komputer. Untuk menampilkan pada komputer dibuat sebuah software dengan bahasa pemograman Borland Delphi 7. Hasil yang telah dikirim oleh microcontroller akan ditampilkan pada komputer . Ada 2 macam pengujian dalam tugas akhir ini. Pengujian pertama menggunakan rangkaian clock yang difungsikan sebagai pengganti kWh meter. Sedangkan pengujian kedua memakai kWh meter digital merek ABB. Jarak komunikasi EmbeddedBlue TM 500 dan USB Bluetooth Dongle pada hardware dapat berkomunikasi sampai jarak ?20 meter. Selain itu, komunikasi bluetooth sulit dilakukan apabila ada penghalang beberapa tembok. Sebab bluetooth mempunyai Frekwensi yang sangat rendah.

Keyword : kwh meter, bluetooth, microcontroller

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3344/

Pengatur temperatur ac otomatis dengan Input sensor penghitung orang menggunakan Mikrokontroler MCS-51

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : EKA, WAHYU

Penggunaan hardware pengatur AC otomatis dengan sensor penghitung orang ini, bertujuan agar dapat mengontrol temperatur atau suhu, berdasarkan banyaknya individu yang dideteksi sensor penghitung orang dan yang dikontrol dengan menggunakan mikrokontroler ATMEL keluarga MCS51. Dengan adanya pengatur temperatur AC otomatis ini maka diharapkan dapat mengurangi biaya pemakaian daya listrik yang tidak efisien. Perubahan temperatur pengatur AC otomatis dengan sensor penghitung orang ini, bekerja berdasarkan jumlah individu yang keluar dan masuk dalam ruangan yang dipasang pengatur temperatur AC tersebut, dan apabila jumlah individu yang dideteksi kosong dalam ruangan maka AC otomatis akan mati. Dari hasil pengujian, sistem ini dapat bekerja dengan baik apabila diberi input sensor dengan range 0 sampai 255, dan pada temperatur 16 derajat sampai 30 derajat. Error terjadi apabila ada input data yang tidak sesuai dengan prosedure data AC yang di- cloning..

Keyword : automatic control, computer program, temperatur control, microcontroller

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3904/

Modul editor dan parameter monitor PLC FESTO berbasis mikrokontroler MCS51

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : , HENDRA

Operator alat kontrol industri seringkali harus mengubah parameter program alat kontrol mereka. Umumnya operator akan menghubungi programmer, yang biasanya akan menggunakan laptop untuk mengubah parameter program tersebut. Modul Editor dapat mengatasi masalah tersebut. Operator dapat mengubah parameter program mereka langsung dari Modul Editor. Modul Editor ini juga dapat difungsikan sebagai display, yang secara aktif akan membaca kondisi parameter-parameter penting dari alat kontrol industri. Modul Editor mempunyai empat mode, yaitu User Mode, Command Interpreter Mode, Monitor Mode dan User Monitor Mode. Pengujian dilakukan dengan tiga kategori uji, yaitu Error Handling, Modes Switching dan Editing. Tiap kategori uji akan dibagi lagi dalam beberapa sub-kategori uji dimana masing-masing pengujian akan dilakukan dalam empat mode, yaitu User Mode, Command Interpreter Mode, Monitor Mode dan User Monitor Mode. Untuk kompatibilitas, masing-masing pengujian dilakukan pada tiga tipe PLC FESTO, yaitu FC30, FC34 dan FC640. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Modul Editor cukup layak operasi.

Keyword : plc, microcontroller, modul editor

Sumber : http://repository.petra.ac.id/785/

Aplikasi steepest ascent hill climbing pada robot mobil

Filed under: Uncategorized — Tags: , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : NINABER, FERDI

Tugas akhir ini dibuat dengan tujuan untuk mengaplikasikan kecerdasan buatan dengan menggunakan metode steeepest ascent hill climbing pada robot mobil. Metode ini digunakan untuk penerapan dalam mencari rute yang terpendek. Dalam aplikasinya posisi tujuan dan posisi awal dari robot harus diketahui terlebih dahulu. Robot yang dipakai dilengkapi dengan penjepit dengan tujuan menjepit dan mengangkat benda yang ada pada posisi tujuan. Benda tersebut kemudian akan dibawa pada posisi awal robot. Dalam pembuatan robot ini menggunakan sebuah mikrokontroler tipe AT89S52 yang berfungsi sebagai pengatur dan pengolah data. Setiap titik persimpangan dalam area dihitung nilai jarak lurus titik tersebut terhadap titik tujuan. Metode steepest ascent hill climbing digunakan untuk mengevaluasi nilai jarak lurus tersebut. Nilai yang didapat merupakan acuan robot untuk mengambil keputusan di setiap titik persimpangan. Pada pengujian yang dilakukan, robot dapat menentukan rute berdasarkan metode steepest ascent hill climbing. Rute yang didapat bukan merupakan rute yang terpendek dikarenakan jarak antar titik persimpangan yang identik.

Keyword : hill climbing, microcontroller

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3365/

Perencanaan dan pembuatan kompas dengan output suara

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : WIJAYA, DAVID

Dewasa ini, dibutuhkan peralatan-peralatan elektronik yang dapat memudahkan / membantu manusia untuk melakukan sesuatu. Untuk itu timbullah ide untuk membuat alat yang dinamakan Kompas Dengan Output Suara. Output suara dari kompas dapat membantu seseorang untuk dapat mengetahui arah medan magnet yang ada pada kompas (tidak hanya dengan indera penglihatan namun juga dapat melalui indera pendengaran). Konsep perancangan alat ini mengacu pada sensor magnet tipe HMC series buatan Honeywell dan Microcontroller AT89C51. Selain itu rancangan ini meliputi rangkaian Instrumentasi Amplifier, Analog To Digital Converter, IC Suara dan Liquid Cristal Display, yang dikomposisikan sedemikian rupa sehingga dinamis tetapi masih memiliki satu kesatuan. Berdasarkan hasil pengujian, didapatkan error rata-rata sebesar 1,407? pada sumbu A (Utara) dan 1,391? pada sumbu B (Barat). Output suara dari kompas menghasilkan 16 arah kompas yang berbeda.

Keyword : compass, voice, design concepts, microcontroller, digital

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3920/

Programmable logic controller berbasis MCS-51

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : FAULIA, ANTHONI

Dewasa ini Programmable Logic Controller (PLC) tidak asing lagi di dunia industri. PLC adalah suatu alat pengontrolan yang dapat diprogram. Penggunaan PLC pada industri sangat memudahkan dalam pengontrolan mesin-mesin besar. Pada tugas akhir ini dibuat sebuah PLC dengan menggunakan mikrokontroler MCS-5 1 yang bertipe AT89C52 dan sebuah compiler. Hasil dari PLC yang dibuat ini memiliki input sebanyak 8 channel (1slot) dan output sebanyak 16 channel (2 slot). Paand bagian komputer dibuat program editor dalam bentuk mode teks yang bahasanya hampir mendekati bahasa ladder, program compiler yang berfungsi menerjemahkan bahasa ladder ke-code binary yang dapat dikenali oleh mikrokontroler, dan program serial yang berfungsi sebagai sarana komunikasi antara komputer dengan PLC. Program ini memiliki 8 instruksi dasar seperti LD, LDNOT, AND, ANDNOT, OR, ORNOT, OUT, OUTNOT dan memiliki 7 instruksi khusus seperti TIM, TIMH, CNT, CNTK, DIFU, DIFD, KEEP. Sistem PLC yang dibuat berjalan dengan baik, karena PLC ini telah diuji dengan membuat suatu program aplikasi dan disimulasikan. Program aplikasi yang dibuat adalah alat kontrol otomatis pada pintu gudang dan operasi kontrol pengisian/pengosongan PLC yang dibuat pada tugas akhir ini memiliki keuntungan yaitu relatif murah karena menghabiskan biaya kurang lebih sebesar Rp 750.000,00 dibandingkan dengan PLC OMRON dengan tipe CPMl yang harganya berkisar antara US $200 – US $400. PLC ini juga memiliki kelemahan yaitu instruksinya terbatas sehingga tidak mampu mengerjakan ladder yang rumit dan kompleks.

Keyword : intel mcs-51, microcontroller, programmable, automatic, logic controller

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1099/

Aplikasi digital temperature-humidity sensor pada mesin penetas telur

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SUGIARTO, OENTOENG

Temperatur dan kelembaban merupakan 2 faktor utama (selain sirkulasi udara dan pemutaran telur) yang menentukan keberhasilan penetasan telur. Berdasarkan referensi, temperatur optimal dalam mesin tetas yaitu 37,6 C dan kelembaban yang optimal yaitu 52%RH ? 55%RH. Namun kebanyakan mesin penetas telur konvensional yang berada di pasaran hanya memperhitungkan satu faktor saja yaitu temperatur. Dengan memperhatikan lebih banyak faktor seharusnya akan menghasilkan daya tetas telur yang lebih besar. Untuk alasan tersebut dibuat mesin tetas yang dilengkapi alat kontrol temperatur dan kelembaban yang akurat. Untuk mewujudkan sistem tersebut diperlukan pemilihan sensor dan microcontroller yang tepat karena 2 hal tersebut memberi dampak yang besar terhadap kualitas mesin ini. Sensor kelembaban and temperatur SHTxx memiliki banyak kelebihan yang membuatnya menjadi pilihan tepat untuk aplikasi ini. Pemilihan microcontroller yang menjadi otak dari kontroler ini jatuh pada Atmel ATmega8 yang memiliki performa dan fleksibilitas yang lebih tinggi dibandingkan keluarga MCS-51. Untuk pemanas inkubator digunakan 8 buah lampu 40 Watt dan pelembabnya menggunakan ultrasonic water mister. Ruangan inkubator juga dilengkapi dengan 2 buah fan untuk sirkulasi udara. Desain layout kontroler yang kompak dan ruang inkubator modern yang dilengkapi mekanisme pembalik telur secara manual memberi kemudahan dalam pengoperasian mesin penetas ini. Mesin tetas yang memiliki kapasitas maksimal 576 butir ini telah diuji coba untuk menetaskan telur ayam dan memiliki prosentase keberhasilan sebesar 78,88%, sedangkan mesin tetas konvensional yang digunakan sebagai pembanding memiliki prosentase keberhasilan sebesar 76,22%.

Keyword : egg hatching machine, humidity, temperature, sensor, microcontroller

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3367/

Aplikasi GPS pada kapal penangkap ikan

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : KUMALA, FILIX

Pada proses penangkapan ikan dengan menggunakan bubu, kapal membawa bubu kosong yang kemudian ditebarkan pada daerah tempat berkumpulnya ikan-ikan. Kemudian dilakukan pengambilan bubu lama yang telah ditebarkan pada hari sebelumnya. Pada proses pengambilan bubu lama, nelayan seringkali bingung untuk menentukan posisi bubu yang telah ditebarkan. Dari permasalahan tersebut, timbulah ide untuk membuat Aplikasi GPS pada Kapal Penangkap Ikan. Metode yang digunakan adalah menggunakan module GPS TFAG-10 untuk memberikan data-data posisi lintang dan bujur dari posisi bubu yang telah ditebarkan, kemudian data-data yang diberikan GPS TFAG-10 akan dibaca oleh mikrokontroler dan disimpan dalam serial EEPROM serta ditampilkan pada Graphic LCD berupa koordinat. Alat ini dapat menyimpan 100 data bubu yang ditebarkan dengan asumsi 50 data untuk bubu baru dan 50 data untuk bubu lama yang sudah ditebarkan pada hari sebelumnya. Pada simulasi pengujian di darat dengan menggantikan posisi bubu yang ditebarkan dengan indikator nomer rumah tertentu didapatkan perbedaan posisi sebesar 5-15 meter saat penebaran bubu dan pengambilan bubu. Perbedaan posisi tersebut dikarenakan kepresisian GPS TFAG-10 sejauh 25 meter.

Keyword : gps, fish trap, record, microcontroller

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4298/

Older Posts »

Create a free website or blog at WordPress.com.