Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah

2009

Perancangan dan pembuatan embedded web cam dengan mikrokontroller MCS-51

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : JAYADI, SAPTO

Dewasa ini teknologi internet berkembang sangat pesat sehingga mendukung kemunculan peralatan yang embedded. Dengan teknologi embedded ini akan memudahkan untuk menghubungkan berbagai macam peralatan ke jaringan internet. Salah satunya aplikasinya adalah peralatan monitoring untuk tempat kerja. Umumnya pada jaman ini pada gedung-gedung perusahaan, baik pabrik maupun kantor sudah terpasang jaringan ethernet untuk menghubungkan komputer-komputer yang ada di perusahaan itu. Dengan memanfaatkan jaringan itu bisa digunakan untuk memasang embedded web cam untuk memudahkan monitoring suatu tempat. Embedded Web Cam itu terdiri dari embedded web server SitePlayer, kamera CMUcam, dan mikrokontroler MCS-51. SitePlayer digunakan untuk menghubungkan mikrokontroler ke jaringan ethernet. Akses ke peralatan tersebut menggunakan komputer untuk memudahkan interface dan fleksibilitas. Pengguna mengakses web pages di embedded web server SitePlayer melalui web browser. Dari browser yang terdapat Java Applet untuk interface dengan sistem. Embedded Web Cam ini dapat menampilkan gambar dalam satu subnet (pada jaringan lokal) dengan menggunakan protokol UDP dengan waktu sekitar 56 detik. Bila digunakan untuk aplikasi keamanan yang membutuhkan pengamatan secara kontinyu, sistem ini kurang dapat diandalkan karena jeda waktu antar pengambilan gambar cukup lama.

Keyword : internet, embedded web cam, site player, ethernet, pc, browser, local network, java applet, microcontroller

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3807/

Advertisements

Penggunaan pc untuk wartel dengan koneksi RS-485

Filed under: Uncategorized — Tags: , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : WIJANARKA, BAMBANG

Kemajuan teknologi elcktronika dan kumputer memungkinkan orang untuk berkomunikasi melalui telepon dan berbicara dengan orang lain meskipun jarak antara kedua orang tersebut sangat jauh. Karena kebutuhan akan komunikasi tersebut maka adanya usaha jasa Wartel. Wartel yang umum ialah wartel yang hanya tergantung pada satu PC saja, baik pendeteksian telepon sampai penghitungan pulsa. Wartel seperti ini kurang efisien karena jika ada penambahan KBU, harus mendesain ulang caid yang ada di dalam komputer, selain itu sistem pengkabelan yang rumit. Untuk mengatasi kekurangan itu, maka digunakan sistem RS-485 yang multipoint, antara PC dengan mikrokontroler. Dengan penggunaan mikrokontroler maka penambahan KBU, hanya dilakukan dengan menambah mikrokontroler saja. Prototype alat yang dibuat di dalam tugas akhir ini terdiri atas PC yang berisi data nomor telepon, mikrokontroler MCS-51 juga rangkaian hook detector yang berfungsi untuk mendeteksi on/off hook telepon, rangkaian pendeteksi sinyal 425 Hz berfungsi sebagai pendeteksi sinyal telepon dengan frekuensi 425 Hz, rangkaian DTMF dan display seven-segment. Hasil pengujian diperoleh bahwa sinyal telepon dengan frekuensi 425 Hz dapat digunakan sebagai pendeteksian dimulainya suatu pembicaraan, dengan delay sekitar 1 detik. Komunikasi dengan RS-4S5 memudahkan untuk penambahan suatu unit mikrokontroler (KBU) dan menyederhanakan sistem pengkabelan.

Keyword : wartel, microcontroller

Pemanfaatan MCS-51 pada pengaturan posisi lampu untuk efek sudut pencahayaan

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : NOVIANTO, MULYO

Untuk mendapatkan hasil pemotretan yang baik di dalam studio foto, dibutuhkan sinar yang merata. Untuk mencapai tujuan tersebut para fotografer mengarahkan lampu-lampu kilat ke arah obyek sehingga hasil yang didapat lebih baik. Dalam mengarahkan lampu para fotografer harus melakukan secara manual yaitu mengatur posisi lampu dan payung ke arah obyek setelah itu fotografer mengukur intensitas cahaya dengan menggunakan light meter. Tetapi tidak mudah bagi seorang fotografer untuk mengatur posisi lampu kilat sehingga menghasilkan sudut efek cahaya yang baik. Dengan adanya permasalahan di atas maka pada tugas akhir ini di buat suatu sistem untuk mengarahkan lampu secara otomatis menuju obyek. Pada sistem ini terdapat tiga bagian utama yaitu mekanik, hardware dan software. Mekanik terdiri dari dua motor stepper, payung, lampu kilat, dan tempat sensor. Pada hardware terdiri dari sensor LDR, instrumentation amplifier multiplexer, ADC, minimum system 89C5 1. Software didesain untuk membaca sensor dan menggerakkan motor stepper sampai Iampu mengarah pada obyek. Berbagai pengujian telah dilakukan untuk menguji kemampuan dari sistem. Error rata-rata dari sistem ini adalah 12%. Error terkecil yang dicapai adalah 3,3% dan error terbesar adalah 26%.

Keyword : mcs-51, microcontroller, automatic, control, computer, programs, lighting, exposure, photo studio

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1959/

Mobile robot penjejak bau dengan menggunakan Taguchi Gas Sensor (TGS)

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : BUNTORO, ANTONIUS

Robot penjelajah merupakan mobile robot kecil yang mampu mengikuti jejak bau yang ditinggalkan oleh zat-zat tertentu. Perkembangan sensor yang semakin maju menghasilkan adanya suatu sensor yang memiliki kemampuan seperti indera penciuman pada manusia. Dalam tugas akhir ini akan dibuat sebuah robot berdasarkan ide untuk membantu manusia dalam menjelajahi medan-medan beradiasi tinggi guna mencari kebocoran gas. Perencanaan perilaku robot mengacu pada pergerakan semut (zig-zag). Konstruksi dari robot menggunakan microcontroller AT89C2051 sebagai pusat kontrol dan menggunakan roda sebagai sistem gerak yang dihasilkan oleh stepper motor. Adapun sensor gas yang digunakan adalah model Taguchi Gas Sensor (TGS) tipe 2620 yang merupakan produk dari Figaro Inc. Dari hasil pengujian didapatkan bahwa sensor ini memiliki respon terhadap keberadaan suatu zat yang relatif cepat yaitu sekitar 5 detik dan memiliki respon terhadap penurunan konsentrasi yang relatif lamban yaitu sekitar 1 menit. Penggunaan sensor ini untuk aplikasi mobile robot dirasa kurang efektif mengingat sensor memiliki respon yang lambat sedangkan mobile robot membutuhkan gerak yang cepat.

Keyword : odour, sensor, mobile robot, microcontroller

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3887/

Robot mobil mengikuti sumber panas

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : DJAJAPRANATA, ALI

Kemajuan teknologi yang pesat saat ini mendorong setiap manusia untuk meningkatkan dan mengembangkan kemampuan di bidang teknologi, salah satunya dalam bidang robot. Robot mobil mengikuti sumber panas ini merupakan pengembangan dari mobile robot, dimana mobile robot ini didesain berbentuk mobil dengan dilengkapi sensor temperatur untuk mengikuti sumber panas. Untuk mewujudkan robot mobil ini, maka digunakan body mobil sebagai rangka, motor DC beserta driver-nya untuk menggerakkan robot mobil, sensor temperatur LM335 yang dilengkapi kipas untuk membedakan sumber panas, microcontroller AT89C2051 untuk kontrol robot mobil, limit switch untuk mendeteksi halangan, dan sumber panas yang berupa hair dryer. Robot mobil ini juga dilengkapi dengan beberapa fitur yaitu: dual speed yang bertujuan agar robot mobil dapat mengkuti sumber panas dengan dua kecepatan yang berbeda dan gerak mundur yang bertujuan agar robot mobil dapat bergerak mundur apabila sensor temperatur LM335 pada robot mobil terlalu panas. Dari pengujian-pengujian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa robot mobil dapat mengikuti sumber panas dengan jarak yang relatif konstan sekitar 30-40 cm, dengan sudut sumber panas sekitar ?30? dari arah depan robot mobil.

Keyword : car robot, temperature sensor, microcontroller, dual speed

Rancang bangun pembuatan mikrokontroller sistem kontrol traksi elektrikal vehicle model dengan sistem kontrol PID fuzzy

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : BINTORO, FERRY

Dari hasil-hasil penelitian ilmiah yang pernah dilakukan, sistem kontrol traksi (TCS) mampu mempertahankan stabilitas kendaraan, yaitu pada permukaan jalan dengan koefisien gesek adhesive ?L yang rendah dengan cara mengontrol ratio slip diantara ban dan permukaan jalan. Penulisan ini merencanakan dan membuat model/prototype mikrocontroller sistem kontrol traksi (TCS) kendaraan dengan bantuan software computer dan hardware. Hasil analisis teoritis dikatakan bahwa sistem kontrol dengan akses gain PID dan Fuzzy memberikan respon hasil yang significant yang berbeda (Ian Hardianto Siahaan, Thesis: Sistem Kontrol Traksi dengan Sistem Kontrol PID Fuzzy). Waktu saat kontrol traksi terjadi, dengan delay time yang sama dengan hasil eksperimen 1 detik. Respon stabil bersama pada slip 0,10-0,20 bisa dicapai pada respon stabil dari kedua kondisi dengan nilai terbesar. Rancang bangun microcontroller ini bermaksud untuk mengontrol spin agar tidak terjadi dan selanjutnya dilakukan dengan kontroller Fuzzy.

Keyword : prototype, microcontroller, fuzzy, spin

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3279/

Jam digital dengan output suara

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SUGIYANTO, ANTON

Pembuatan tugas akhir ini didasarkan dari keinginan untuk mempermudah orang buta untuk mengetahui waktu dengan mudah. Oleh karena itu dibuat jam digital yang dapat mengeluarkan suara. Dengan penambahan kemampuan untuk menyatakan hari, tanggal dan alarm membuat jam tersebut menjadi lebih lengkap. Jam ini dibuat dengan menggunakan sebuah mikrokontroler yang mengatur komponen lainnya, seperti LCD ( Liquid Crystal Display ), RTC ( Real Time Clock ) dan APR6008 ( IC suara ). Data waktu, hari dan tanggal diambil dari RTC ditampilkan pada LCD dan suara disimpan di APR6008. Jam ini menggunakan dua macam power supply, yaitu baterai 9 volt atau supply 9 volt. Jam ini dilengkapi dengan keypad untuk mengontrol jam tersebut, antara lain untuk mengatur jam, hari, tanggal maupun alarm, dan untuk membunyikan suara yang menunjukkan waktu atau tanggal sekarang. Dari hasil penelitian didapat ketepatan waktu yang cukup baik, sehingga tidak perlu sering mencocokkan jam maupun menitnya. Suara yang dikeluarkannya cukup keras sehingga dapat didengar pemakai hingga jarak lebih kurang dua meter.

Keyword : digital clock, apr6008, sound, output, microcontroller

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3894/

Sistem parkir prabayar

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : JAYA, EDWIN

Sistem parkir yang berlaku saat ini masih dilakukan secara manual dan memiliki beberapa kelemahan, antara lain sering terjadinya praktik korupsi yang dilakukan oleh juru parkir, penarikan biaya parkir secara serampangan, dan tingkat keamanan yang masih kurang. Dari permasalahan di atas timbul suatu gagasan untuk melakukan pembayaran parkir dengan sistem prabayar menggunakan kartu chip . Tujuan pembuatan tugas akhir ini adalah penggunaan kartu chip sebagai alat pembayaran parkir. Metode yang digunakan adalah penggunaan mikrokontroler untuk menghitung biaya parkir dan melakukan pengurangan saldo kartu chip, mencatat data-data yang diperlukan (seperti nomor pelat kendaraan, nomor ID alat, dan kode pengaman) ke dalam kartu chip, dan melakukan proses penyetoran secara elektronik dengan menggunakan komputer. Kartu chip yang digunakan adalah kartu chip ISO 7816 tipe AT24C08SC, namun pada tugas akhir ini diganti PCB yang berbentuk kartu chip ISO 7816 dengan Serial EEPROM. Sistem telah dapat berjalan dengan baik, hal ini dibuktikan dengan melakukan setiap proses yang diperlukan baik untuk perangkat pengisian maupun perangkat parkir. Sistem ini berukuran 199 x 175 x 48,5 mm, dengan berat 670 gram, menggunakan catu daya 9 volt DC.

Keyword : prepaid parking system, microcontroller, chip card

Sistem pembacaan kwh meter dengan metode bluetooth

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SUWITO, HERU

Saat ini pencatatan pemakaian listrik yang dilakukan oleh petugas PLN dilakukan secara manual yaitu dengan cara melihat langsung di kWh meter. Cara manual tersebut memiliki resiko terjadinya kesalahan penulisan (human error). Untuk mengatasi keadaan tersebut dibuat microcontroller dengan teknologi wireless. Dalam tugas akhir ini yang dibahas adalah teknologi bluetooth. Dengan cara ini petugas lapangan PLN dapat melakukan pencatatan dengan mudah. Selain itu penggunaan bluetooth lebih efektif, tidak membutuhkan media penulisan (buku tulis) dan dapat menghemat waktu. Pada hardware terdapat kWh meter type 2CMA180894R1000 yang diproduksi oleh DeltaPlus milik ABB. Pulse dari kWh meter diterima oleh microcontroller AT89C2051, kemudian disimpan dalam memori AT24C01A. Setelah diterima dan disimpan, kemudian dikelola oleh microcontroller AT89S51. Data yang diterima dari microcontroller AT89C2051 akan ditampilkan pada LCD. Pada microcontroller AT89S51 terdapat bluetooth module yang dapat langsung dihubungkan ke microcontroller yaitu EmbeddedBlue TM 500. Melalui Bluetooth module ini digunakan sebagai penghubung antara microcontroller AT89S51 dengan komputer. Untuk menampilkan pada komputer dibuat sebuah software dengan bahasa pemograman Borland Delphi 7. Hasil yang telah dikirim oleh microcontroller akan ditampilkan pada komputer . Ada 2 macam pengujian dalam tugas akhir ini. Pengujian pertama menggunakan rangkaian clock yang difungsikan sebagai pengganti kWh meter. Sedangkan pengujian kedua memakai kWh meter digital merek ABB. Jarak komunikasi EmbeddedBlue TM 500 dan USB Bluetooth Dongle pada hardware dapat berkomunikasi sampai jarak ?20 meter. Selain itu, komunikasi bluetooth sulit dilakukan apabila ada penghalang beberapa tembok. Sebab bluetooth mempunyai Frekwensi yang sangat rendah.

Keyword : kwh meter, bluetooth, microcontroller

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3344/

Pengatur temperatur ac otomatis dengan Input sensor penghitung orang menggunakan Mikrokontroler MCS-51

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : EKA, WAHYU

Penggunaan hardware pengatur AC otomatis dengan sensor penghitung orang ini, bertujuan agar dapat mengontrol temperatur atau suhu, berdasarkan banyaknya individu yang dideteksi sensor penghitung orang dan yang dikontrol dengan menggunakan mikrokontroler ATMEL keluarga MCS51. Dengan adanya pengatur temperatur AC otomatis ini maka diharapkan dapat mengurangi biaya pemakaian daya listrik yang tidak efisien. Perubahan temperatur pengatur AC otomatis dengan sensor penghitung orang ini, bekerja berdasarkan jumlah individu yang keluar dan masuk dalam ruangan yang dipasang pengatur temperatur AC tersebut, dan apabila jumlah individu yang dideteksi kosong dalam ruangan maka AC otomatis akan mati. Dari hasil pengujian, sistem ini dapat bekerja dengan baik apabila diberi input sensor dengan range 0 sampai 255, dan pada temperatur 16 derajat sampai 30 derajat. Error terjadi apabila ada input data yang tidak sesuai dengan prosedure data AC yang di- cloning..

Keyword : automatic control, computer program, temperatur control, microcontroller

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3904/

Older Posts »

Create a free website or blog at WordPress.com.