Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah

2009

Hubungan overtime dengan produktivitas pekerjaan pembesian (studi kasus pada proyek X, Y, dan Z)

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : BUDI, GUNTUR

Salah satu strategi yang digunakan untuk mengatasi deadline proyek adalah overtime. Namun kontraktor dan mandor seringkali tidak memperhitungkan secara tepat dampak dari overtime. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui hubungan overtime dengan produktivitas pekerjaan pembesian dan juga untuk mendapatkan standard time pekerjaan bending, cutting, penyetelan dan ereksi kolom pada saat jam normal dan overtime. Untuk mencapai tujuan ini dilakukan dua metode penelitian yaitu perhitungan data historis dan rated activity sampling. Dari garis regresi linear grafik perhitungan data historis proyek X, Y, dan Z didapatkan bahwa semakin banyak persentase overtime (%OT) maka produktivitas pekerja pembesian semakin meningkat. Namun, dari analisa statistik SPSS 13.0 didapatkan bahwa hubungan tersebut memiliki signifikansi non-linear. Sedangkan dari rated activity sampling, diketahui bahwa standard time pekerjaan 100 kali bending didapatkan sebesar 13 menit, standard time pekerjaan 100 kali cutting didapatkan sebesar 55,18 menit, dan standard time pekerjaan 100 kg penyetelan dan ereksi kolom didapatkan sebesar 81,1 menit.

Keyword : productivity, overtime, rated activity sampling, standard time

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2814/

Advertisements

Analisa pengaruh pembagian shift kerja dan perolehan penghargaan terhadap motivasi dan produktivitas kerja karyawan operasional laundry di Garden Palace dan Garden Hotel Surabaya

Author : MARCO, ROY

Laundry department adalah sebuah departemen yang berdiri sendiri, dimana dalam pengoperasiannya laundry department dibagi menjadi tiga shift kerja yaitu shift pagi, shift siang dan shift malam, dimana setiap shift berlangsung selama delapan jam. Garden Palace dan Garden Hotel Surabaya membuat suatu program Employee of The Month untuk meningkatkan motivasi dan produktivitas karyawan. Berdasarkan situasi diatas penulis merumuskan masalah ?Bagaimana Analisa Pengaruh Pembagian Shift Kerja dan Penghargaan Terhadap Motivasi dan Produktivitas Karyawan Operasional Laundry di Garden Palace Hotel dan Garden Hotel Surabaya?. Tujuan dari rumusan masalah tersebut adalah untuk mengetahui pengaruh pembagian shift kerja dan penghargaan terhadap motivasi dan produktivitas karyawan operasional laundry di Garden Palace Hotel dan Garden Hotel Surabaya. Penulis menganalisa dengan mengumpulkan data-data dari hotel kemudian wawancarai sepuluh orang informan, penulis juga menggunakan kuesioner, yang dibagikan pada 19 karyawan operasional. Pada bab 4 dapat dilihat hasil wawancara beserta hasil data kuesioner mengenai pengaruh pembagian shift kerja dan penghargaan terhadap motivasi dan produktivitas karyawan operasional laundry. Bab 5 menyimpulkan bahwa pembagian shift kerja tidak dapat mempengaruhi motivasi dan produktivitas kerja karyawan operasional laundry sedangkan penghargaan dapat mempengaruhi motivasi dan produktivitas kerja karyawan operasional laundry.

Keyword : working shifts classification, appreciation, motivation, productivity, salary, social relation, working condition, facility, security, supervision, technology

Sumber : http://repository.petra.ac.id/950/

Studi tentang pengamatan standar waktu dan produktivitas pekerjaan konstruksi : Studi kasus pada proyek Ruko Gubeng Station selama bulan September 2003 – Nopember 2003

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : ANDREANA, AMELIA

Produktivitas menentukan keberhasilan pelaksanaan schedule proyek konstruksi. Dalam menentukan produktivitas, banyak mengalami kesulitan karena produktivitas tidak dapat diukur secara akurat melainkan melalui pendekatan. Salah satu metode menetukan produktivitas adalah time study. Pengamatan dilakukan berdasarkan waktu kerja, waktu istirahat, dan waktu yang tersedia untuk bekerja. Penelitian ini bertujuan menetukan standar waktu, produktivitas, dan membandingkan upah tenaga kerja dengan standar upah di Surabaya. Produktivitas merupakan hasil kali efisiensi dan utilisasi. Efisiensi adalah perbandingan antara standar waktu dan waktu kerja. Utilisasi adalah perbandingan antara waktu kerja dan waktu yang tersedia untuk bekerja. Untuk membandingkan upah kerja dilakukan perhitungan upah tiap satu satuan pekerjaan. Analisa produktivitas Ruko Gubeng Station, menunjukkan bahwa penentuan produktivitas tenaga kerja sangat dipengaruhi oleh waktu kerja. Waktu kerja yang melebihi standar waktu menyebabkan efisiensi kecil, sehingga tingkat produktivitas juga kecil. Misalkan pada pembuatan bekisting balok diperlukan waktu 404 menit untuk menghasilkan 40.67 m 2 sehingga didapat standar waktu 94.897 menit, maka didapat efisiensi 0.235, utilisasi 0.962, dan produktivitas 0.226. Hasil perbandingan antara upah satuan kerja dan satuan standar upah pada pekerjaan bekisting balok menunjukkan bahwa upah satuan kerja (Rp 5437.14/ m 2 ) lebih rendah dari satuan standar upah di Surabaya (Rp 7793.5/m 2 ).

Keyword : contruction, management, time study, time standard, utilization, efficiency, productivity, salary standard

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4584/

Peningkatan produktivitas tenaga kerja dengan job enlargement dan job enrichment di PT. Trias Sentosa Sidoarjo (studi kasus di departemen BOPP)

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : HADIWIJAYA, ASTARI

Tenaga kerja merupakan salah satu faktor yang penting dalam perusahaan, oleh karena itu untuk mendapatkan kinerja perusahaan yang lebih baik maka salah satu hal yang harus dilakukan adalah peningkatan produktivitas tenaga kerja. Proses peningkatan produktivitas tenaga kerja dilakukan berdasarkan siklus produktivitas yang terdiri atas empat langkah. Langkah pertama adalah pengukuran produktivitas tenaga kerja dengan membandingkan antara nilai keluaran, yaitu tingkat penjualan; dengan nilai masukan, yaitu biaya tenaga kerja. Langkah kedua adalah evaluasi produktivitas tenaga kerja, dengan menganalisa faktor-faktor kuantitatif dan kualitatif yang mempengaruhi tingkat produktivitas tenaga kerja yang ada. Langkah ketiga adalah perencanaan produktivitas tenaga kerja dengan melihat hasil analisa sebelumnya, kemudian melakukan perencanaan terhadap perubahan-perubahan yang bisa dilakukan, terutama terhadap deskripsi kerja dari operator yang ada. Langkah keempat adalah peningkatan produktivitas tenaga kerja, yang merupakan implementasi dari perencanaan yang dilakukan sebelumnya. Di sini didapatkan hasil bahwa dengan melakukan beberapa perubahan pada konsep struktur organisasi yang ada, perubahan jumlah operator serta perubahan deskripsi kerja sesuai dengan jumlah operator yang ada didapatkan bahwa tingkat produktivitas tenaga kerja pada bulan ke tujuh meningkat dibandingkan dengan periode dasar penelitian.

Keyword : productivity, labor, job enlargement, job enrichment

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2005/

Studi mengenai produktivitas pekerja dan harga satuan upah pekerjaan berdasarkan SNI 2002 dan survey lapangan

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : TRIXIE, YONATHAN

Dalam proyek konstruksi seringkali digunakan intuisi sebagai acuan dalam menentukan harga satuan upah pekerjaan. Karena banyaknya perbedaan acuan yang digunakan maka harga satuan upah pekerjaan sangatlah bervariatif. Penelitian ini bertujuan untuk membuat analisa mengenai harga satuan upah pekerjaan untuk berbagai jenis pekerjaan berdasarkan SNI (Standar Nasional Indonesia) 2002 yang dilengkapi survey lapangan. Penelitian ini dilengkapi dengan perbandingan produktivitas SNI 2002 dengan sumber literatur lainnya sehingga dapat memberikan acuan yang lebih tepat dalam penggunaannya untuk berbagai pekerjaan proyek konstruksi. Hasil akhir dari penelitian ini adalah gambar perbandingan harga satuan upah pekerjaan berdasarkan SNI 2002 dengan survey lapangan, serta perbandingan produktivitas SNI 2002 dengan sumber-sumber literatur lainnya. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah harga satuan upah pekerjaan beton dan penutup atap cukup sesuai digunakan untuk acuan di lapangan.

Keyword : wages unit price, field survey data, productivity

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2815/

Penentuan produktivitas tenaga kerja pada proyek gudang struktur baja berdasarkan durasi pert (project evaluation review technique)

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : MARTAMI;, BUDI

Faktor tenaga kerja merupakan suatu keharusan dalam pelaksanaan konstruksi. Kontraktor dihadapkan pada keputusan untuk menetapkan jumlah tenaga kerja karena berkaitan dengan biaya atau penjadualan keja. Produktivitas dapat dijadikan parameter untuk menentukan durasi aktivitas, jumlah tenaga kerja, dan biaya. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh tingkat produktivitas tenaga kerja pada proses pelaksanaan gudang struktur baja. Produktivitas tenaga kerja sebenarnya akan dibandingkan produktivitas yang diperoleh berdasarkan durasi expected time ( te ). Durasi ini diperoleh dengan metode PERT ( Project Evaluation Review Technique) yang merupakan metode untuk mengestimasi durasi yang bersifat probabilistik. Probabilitas pelaksanaan akan ditentukan dan kemudian diperiksa apakah berada antara batas bawah atauoptimistic time ( to ) dan batas atas atau pesimistic time ( tp ). Hasil penelitian memperoleh bahwa tingkat produktivitas sebenarnya lebih rendah daripada tingkat produktivitas berdasarkan durasi PERT. Durasi aktivitas sebenarnya berada pada daerah antara to dan tp dalam distribusi normal untuk probabilitas 90%.

Keyword : construction, industry, management, durasi pert, productivity, labor

Sumber : http://repository.petra.ac.id/951/

Analisa labor utilization rate pada proyek “X” dan “Y” dengan menggunakan metode worksampling

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : DANNY, KOENTO

Produktivitas merupakan kemampuan berproduksi tenaga kerja dalam menyelesaikan kuantitas pekerjaan yang ditetapkan. Perencanaan proyek yang tidak memperhatikan tenaga kerja menyebabkan nilai produktivitas pada proyek tersebut menjadi rendah. Pengukuran produktivitas tenaga kerja sulit dilakukan secara akurat, untuk itu dilakukan cara pendekatan dengan metode worksampling. Labor utilization rate merupakan salah satu cara untuk menilai tingkat produktivitas suatu proyek. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar labor utilization rate dalam suatu proyek dan faktor apa saja yang menyebabkan labor utilization rate menjadi rendah. Karakteristik yang diambil adalah labor utilization rate pada proyek “X” dan “Y”. Dari studi kasus yang telah dilakukan dapat ditentukan nilai labor utilization rate pada proyek “Y” sebesar 44,45 % lebih rendah dibandingkan dengan proyek “X” sebesar 55,13 %. Faktor- faktor yang paling berpengaruh adalah faktor- faktor dari luar pekerja.

Keyword : productivity, worksampling, labor utilization rate, external factor

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4586/

Penentuan produktivitas pekerja sebagai dasar penentuan upah (studi kasus pada proyek perkantoran)

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : NURDI;, INDRAWANTO

Produktivitas pekerja dalam suatu pekerjaan sangat berpengaruh dalam penentuan upah kerja. Semakin tinggi produktivitas pekerja maka akan semakin rendah anggaran yang digunakan dalam suatu proyek untuk membayar upah pekerja itu. Dengan dilakukannya penelitian ini diharapkan akan membantu para kontraktor untuk memperkirakan anggaran dasar untuk upah pekerja Penelitian ini nantinya akan dilakukan pada proyek perkantoran dan dilakukan pengamatan terhadap berbagai jenis pekerjaan, yaitu pekerjaan bore pile dan bentonite pile pada proyek perkantoran Basuki Rahmat dan pekerjaan kolom, balok dan pelat dan dinding pada proyek Perkantoran Halim Sakti. Hasil dari pengamatan dilapangan diolah menjadi tabel produktivitas, diperoleh nilai produktivitas yang nantinya akan diolah menjadi tabel man hour. Dari tabel tersebut kemudian dibuat grafik hubungan antara produktivitas dan upah kerja untuk berbagai jenis pekerjaan itu, hasilnya berupa persamaan linear regresi dan nilai determinasi. Hasilnya adalah nilai produktivitas, upah kerja, persamaan linear regresi dan determinasi. Kesimpulan yang didapat adalah semakin tinggi produktivitas maka semakin rendah upah kerja yang dikeluarkan.

Keyword : labor salary, productivity, man hour, linear regression and coefficient

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2459/

Dampak kebijakan upah dan disiplin kerja terhadap prestasi kerja karyawan PT. Mentari Massen Toys

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : IRAWATI, HANY

Suatu perusahaan dikatakan berhasil dalam menjalankan bisnisnya jika hasil produksinya memenuhi target seperti yang diharapkan perusahaan. Karena itu suatu perusahaan perlu didukung oleh faktor-faktor produksi, salah satunya adalah faktor manusia atau tenaga kerja. Sebaliknya tenaga kerja juga seringkali menjadi salah satu penghambat proses produksi suatu perusahaan, seperti mogok kerja lalu mengadakan demonstrasi untuk mengajukan tuntutannya. Maka dari i tu pihak perusahaan berusaha untuk menghindari hambatan tersebut sehingga tidak mengalami kerugian karena hal tersebut.

Keyword : personal, management, labor, discipline, productivity, mentari massen toys

Analisa produktivitas tenaga kerja cacat dan normal di PT. Sinar Mulia Harapan

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SULTANTO, HOKIYONO

Dalam tugas akhir ini dibahas mengenai peningkatan produktivitas tenaga kerja cacat dan normal di PT Sinar Mulia Harapan, sebuah perusahaan yang memproduksi barang-barang logam. Peningkatan produktivitas ini dilakukan dengan pengalokasian tenaga kerja pada tempat yang le bih sesuai. Pengukuran waktu proses dan allowance dilakukan untuk setiap proses, baik untuk tenaga kerja cacat maupun normal. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa waktu proses untuk tenaga kerja cacat lebih kecil dibandingkan waktu proses untuk tenaga kerja normal, sedangkan banyaknya allowance yang dibutuhakn sama. Model awal dibuat untuk mendapatkan informasi mengenai bottleneck dan output produksi. Selanjutnya, dibuat beberapa model usulan dengan menempatkan tenaga kerja normal di proses-proses yang memiliki waktu proses yang lebih kecil, sedangkan tenaga kerja cacat dialokasikan ke proses-proses dengan waktu proses yang lebih besar. Model usulan yang dipilih adalah model usulan yang menghasilkan profit terbesar dengan peningkatan produktivitas tenaga kerja sekitar 26%.

Keyword : industry, work measurement, productivity, simulation, bottleneck, handicapped

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2837/

Older Posts »

Create a free website or blog at WordPress.com.